Bacaan dan Hukum Adzan untuk Bayi yang Baru Lahir Lengkap

2 min read

Adzan Bayi Baru Lahir

Bacaan dan Hukum Adzan untuk Bayi yang Baru Lahir Lengkap – Ketika seorang wanita a.k.a ibu melahirkan bayi, kita sering mendengar jikalau seorang ayah mengadzani bayinya tersebut.

Saat seorang wanita dan laki – laki menikah, mereka menginginkan kehadiran seorang anak dalam hidupnya. Ketika dikaruniai seorang anak, berusaha dan berdoa kepada Allah SWT. agar kelak anaknya dapat dilahirkan secara sehat wal afiat.

Tugas pertama seorang ayah yaitu mengadzaninya. Lantas bagaimana dengan bacaan adzan untuk bayi yang baru lahir? Apakah sama dengan adzan sholat biasanya? Hukum membaca adzan bagaimana? Dan kenapa harus mengadzani bayi yang baru lahir?

Berikut ini akan dijelaskan mengenai bacaan adzan ketika bayi baru lahir, hukum mengumandangkan adzan, hingga alasan kenapa perlu mengadzani bayi yang baru lahir. Simak terus ya.

Adzan

Bagi seorang laki – laki yang telah menjadi seorang suami, tentunya, memiliki seorang keturunan merupakan hal yang sangat dinantikan. Jika mengetahui bahwa wanita yang dicintainya yaitu istrinya sedang mengandung, maka akan sangat bahagia dan bersyukur.

Masa kehamilan merupakan masa di mana kita sebagai orang tua harus mengajarkan tentang ilmu agama. Memperkenalkan janin dengan bacaan Al Quran. Orang tua dapat membacakan cerita nabi, membaca Al Quran, atau melakukan hal positif lainnya.

Selain itu juga, sebagai seorang ibu dapat membaca doa di saat kehamilan. Tidak hanya bagi ibu, doa juga dapat dibaca oleh ayah.

Saat seorang melahirkan, suami dengan siaga menjaga dan membantu istrinya. Kemudian, saat seorang bayi lahir, suatu kebahagiaan yang tak dapat didefinisikan. MasyaAllah. Tugas seorang ayah yaitu mengadzani bayinya tersebut.

Mengumandangkan adzan pada bayi yang baru lahir merupakan suatu sunnah yang diperintahkan kepada tiap umatnya.

Adzan merupakan panggilan kepada seorang umat Muslim untuk menunjukkan telah masuknya waktu sholat wajib lima waktu untuk segera melaksanakan sholat.

Adzan yang digunakan untuk mengadzani bayi yang baru lahir yaitu dengan adzan sholat. Ubaidillah bin Abi Rafi’ berkata bahwa:

رَأيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أذَّنَ فِيْ أذُنِ الحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ حِيْنَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلاَةِ

Artinya: “Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumandangkan adzan di telinga (cucunya) Husain bin Ali ketika Siti Fatimah melahirkannya (yaitu) dengan adzan sholat.” (HR. Abu Daud)

Bacaan Adzan Bagi Bayi yang Baru Lahir

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh abu Daud di atas bahwa adzan yang digunakan untuk mengadzani seorang bayi yang baru dilahirkan yaitu adzan sholat. Tidak ada yang membedakan meskipun adzan tersebut digunakan untuk hal yang berbeda.

Bacaan Adzan yang dikumandangkan pada bayi yang baru dilahirkan yaitu sebagai berikut:

adzan
adzan

Hukum Pelaksanaan Kumandang Adzan Bagi Bayi yang Baru Lahir

Hukum dari melaksanakan adzan pada bayi yang baru lahir memanglah masih banyak perdebatan. Tetapi, mengadzani seorang bayi yang baru dilahirkan merupakan hal baik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Husain bin Ali berkata bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُودٌ فأذَّنَ في أُذُنِهِ اليُمْنَى، وأقامَ في أُذُنِهِ اليُسْرَى لَمْ تَضُرّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ

Artinya: “Barang siapa yang anaknya baru lahir, kemudian ia mengumandangkan adzan pada telinga kanannya, dan mengumandangkan iqamat pada telinga kirinya. Maka selamatkan anak itu dari ummu shibyan (setan atau jin perempuan).” (HR. Ibnu Sunni dan Ibnu Adi)

Berdasarkan hadits tersebut, ketika seorang bayi yang baru lahir perlu untuk diadzani. Ketika seorang bayi yang baru lahir, ayah dari bayi tersebut mengadzankan di telinga kanannya.

Hal ini bertujuan agar bayi tersebut tidak diganggu oleh setan atau pun jin. Selain itu juga, untuk memperkenalkan bayi terhadap bacaan – bacaan dari Allah SWT.

Hal ini dapat membantu bayi tersebut nantinya menjadi lebih berilmu. Karena sudah mengetahui tentang ayat – ayat Allah SWT. Allah SWT. telah berfirman bahwa:

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

artinya: “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat – ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar – benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al Jumu’ah ayat 2)

Mendidik seorang anak bukanlah perkara yang mudah. Jika dari awal telah mengenalkan Allah SWT. insyaAllah akan membantu anaknya dalam mengenal Allah SWT.

Jika ayah dari bayi tersebut tidak dapat mengadzani anaknya, maka dapat dilakukan oleh kakek, atau paman, atau saudara laki – laki dari ayah atau ibunya.

Meskipun dapat diwakilkan, bagi seorang ayah merupakan suatu keberkahaan yang sangat besar dan mengadzani anaknya sendiri merupakan suatu nikmat yang tidak dapat diulang kembali.

Tidak ada salahnya mengadzani anak ketika baru dilahirkan, meskipun hukumnya tidak kuat.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai bacaan adzan untuk bayi yang baru lahir yang telah diterangkan secara jelas dan lengkap. Semoga artikel ini dapat membantu kita dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Terima kasih.

Ajaran Sunan Giri

_pur
3 min read

Ajaran Sunan Gunung Jati

_pur
3 min read