Ajaran Sunan Gunung Jati

3 min read

Ajaran Sunan Gunung Jati

Ajaran Sunan Gunung Jati : Biografi dan Peninggalannya – Salah satu tokoh yang menyebarluaskan ajaran agama Islam yaitu Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati merupakan tokoh yang biasa kita ketahui dalam buku sejarah. Selain itu, Beliau merupakan salah satu dari walisongo. Tokoh penyebar ajaran agama Islam yang terkenal di daerah Jawa.

Tahukah kamu siapa tokoh tersebut? Ya salah satu tokoh yang terkenal dalam penyebaran ajaran agama Islam yaitu Sunan Gunung Jati. Beliau merupakan tokoh yang menyebarluaskan ajaran agama Islam di daerah Cirebon.

Oleh karena itu, artikel berdoa kali ini berisi tentang ajaran yang diajarkan oleh Sunan Gunung Jati dalam menyebarluaskan ajaran agama Islam. Simak terus artikel kali ini ya.

Biografi Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati memiliki nama asli yaitu Raden Syarif Hidayatullah. Beliau merupakan ulama besar yang menyebarkan ajaran agama Islam dan salah satu dari anggota walisongo. Beliau lahir pada tahun 1448 M dan wafat pada tahun 1568 M. Beliau dimakamkan di Bukit Gunung Jati.

Sunan Gunung Jati
Sunan Gunung Jati

Beliau juga dikenal dengan nama Sayyid Al Kamil. Ayah Beliau bernama Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alam. Sedangkan ibu Beliau bernama Nyai Rara Santang. Beliau menikah dengan Nyi Ong Tin Nio, putri kaisar Cina.

Salah satu kota yang menjadi pusat penyebaran ajaran agama Islam oleh Sunan Gunung Jati yaitu Cirebon. Wali pelindung tanah Pasundan yaitu Sunan Gunung Jati. Beliau juga merupakan salah satu tokoh dari pendiri Kerajaan Banten. Pada tahun 1479 M Beliau menjadi Raja Cirebon kedua dan diberi gelar Maulana Jati.

Ajaran Agama Islam Sunan Gunung Jati

Penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Sunan Gunung Jati, cucu dari Prabu Siliwangi, yaitu dengan pendekatan sosial budaya melalui metode akulturasi budaya. Beliau menyebarkan ajaran Islam menggunakan adat dan budaya lokal melalui kesenian daerah dan tidak menggunakan budaya Arab. Tetapi hasilnya yaitu Sunan Gunung Jati mampu membawa Islam masuk ke Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Ajaran agama Islam yang masuk pada daerah tersebut dilakukan tanpa adanya peperangan tetapi dilakukan secara damai.

Ajaran yang disebarluaskan oleh Sunan Gunung Jati mudah diterima oleh masyarakat Jawa Barat. Karena kemampuan Sunan Gunung Jati dalam memainkan gamelan sekaten, Beliau memanfaatkan hal itu dalam menyebarluaskan ajaran agama Islam. Disebut gamelan sekaten karena berasal dari kata syahadatain atau dua kalimat syahadat.

Gamelan sekaten tersebut digunakan sebagai alat untuk menyebarkan ajaran agama Islam kepada masyarakat. Sunan Gunung Jati menabuh gamelan sekaten itu pada saat Idul Fitri dan Idul Adha. Karena saat itu masyarakat beramai-ramai berkumpul bersama. Dengan begitu, lebih mudah menyebarluaskan ajaran agama Islam, meski sulit menyebarluaskan ajaran agama Islam pada masyarakat dengan mayoritas agama Hindu Budha.

Ketika seseorang ingin menyaksikan permainan gamelan sekaten yang dimainkan oleh Sunan Gunung Jati maka mereka dapat melihat dengan membayar pertunjukan tersebut. Berbeda dengan pertunjukkan lainnya, pertunjukan gamelan ini dapat ditonton setelah mengucapkan dua kalimat syahadat bukan membayar dengan menggunakan uang ya.

Selain dengan cara tersebut, Sunan Gunung Jati juga memanfaatkan kedudukan yang dimilikinya untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Beliau mendapatkan gelar Tumenggung dari Pangeran Cakrabuwan, Beliau langsung memutuskan untuk melepaskan diri dari Kerajaan Sunda. Karena permasalahan upeti yang tidak mau dibayar oleh Sunan Gunung Jati, Tumenggung Jagabaya, utusan Raja Sunda, akhirnya masuk Islam. Saat itu, Sunan Gunung Jati diangkat menjadi seorang raja. Gelar yang didapat oleh Sunan Gunung Jati yaitu:

“Ingkang Sinuhun Kanjeng Susunan Jati Purba Wisesa, Panetep Panata Gama Aulia Allahu Khalifatur Rasulillahi Salallahualaihiwasalam”.

Upeti berupa garam dan terasi yang tidak dibayarkan dirubah menjadi atur bekti yaitu zakat, infak, atau sedekah. Kewajiban membayar upeti tersebut ditiadakan. Hal ini sangat membantu masyarakat Cirebon.

Kerajaan Pajajaran merupakan kerajaan pertama yang dikunjungi oleh Sunan Gunung Jati. Silaturahmi yang dijaga oleh Sunan Gunung Jati menjadikan masyarakat makin erat. Karena itu memudahkan Sunan Gunung Jati dalam mengajarkan keterampilan dalam pembuatan kerajinan. Hal ini dilakukan untuk membantu meningkatkan perekonomian rakyat. Dengan membangun pelabuhan sebagai salah satu transportasi yang dapat memudahkan proses perdagangan. Selain itu, pelabuhan yang dibuat oleh Beliau juga menjadi salah satu sarana dan prasarana dalam menyebarkan agama Islam.

Dengan kemurahan hatinya dalam mengasihi kaum fakir miskin inilah yang membuat banyak orang percaya dan yakin akan ajaran yang Beliau bawa. Saling menghargai satu sama lain tanpa memandang bulu merupakan salah satu hal yang terlihat biasa tetapi sangat berarti. Selain itu, hukum yang ditegakkan pada kerajaan di bawah pimpinan Sunan Gunung jati juga memiliki rasa adil. Keamanan pada kerajaan ini pun cuku memadai.

Peninggalan Sunan Gunung Jati

Masjid yang masih tetap ada hingga saat ini yaitu Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Masjid ini berdiri pada tahun 1480 M di Jawa Barat atas prakarsa dari Nyi Ratu Pakungwati.

Wasiat yang disampaikan oleh Sunan Gunung Jati yaitu:

“Ingsun titip tajug lan fakir miskin”.
Artinya yaitu “saya titip masjid dan fakir miskin.”

Maksud dari wasiat tersebut yaitu masjid atau mushola yang menjadi tempat beribadah dalam aktivitas mengaji dirawat dan tidak disalahgunakan. Berbuat baik terhadap fakir miskin dan menyantuni mereka juga menjadi salah satu hal yang membawa kebaikan untuk semua orang.

Berbagai cara yang dilakukan oleh Sunan Gunung Jati dalam menyebarluaskan ajaran agama Islam tentunya tidak semudah itu, banyak halangan rintangan yang menimpa Beliau. Meski begitu, Beliau tetap semangat dalam menyebarluaskan ajaran tersebut hingga menjadi salah satu tokoh yang berperan penting di Indonesia. Selain itu, kota Cirebon menjadi pusat penyebaran ajaran agama Islam. Sehingga Islam berkembang dengan baik di daerah Jawa Barat.

Karena itu perkembangan budaya pada daerah Cirebon beraneka ragam. Tata pemerintahan Cirebon juga banyak berubah.

Baca Juga:

Demikianlah artikel mengenai ajaran dari Sunan Gunung Jati dalam menyebarluaskan ajaran agama Islam yang telah dijelaskan secara detail. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang ajaran Islam. Amiin ya Rabb. Terima kasih.

Ajaran Sunan Giri

_pur
3 min read

Waktu Sholat dalam Islam

_pur
2 min read