Amalan Sunnah Sebelum Tidur Versi Rasulullah SAW dalam Islam

3 min read

Amalan Sebelum Tidur

Amalan Sunnah Sebelum Tidur Versi Rasulullah SAW dalam Islam – Dalam hidup ini kita diciptakan berpasang – pasangan. Ada laki laki, ada juga perempuan. Ada gelap, ada terang. Ada yang hidup, ada pula yang mati. Ada yang tidur, ada yang bangun. Ya semua telah diciptakan dengan berpasang – pasangan.

Tiap manusia membutuhkan energi untuk melakukan segala aktivitasnya. Mereka harus mencari nafkah, bekerja, dan terus beraktivitas. Tubuh memerlukan waktu untuk istirahat agar tidak terlalu terporsir. Semakin keras kita bekerja, maka tubuh akan semakin lelah. Hal inilah yang menyebabkan kita membutuhkan waktu untuk mengistirahatkan tubuh kita. Dengan tidur dapat membantu tubuh kita dalam beristirahat.

Tidur bukan asal tidur, dalam Islam terdapat beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan. Berdoa merupakan hal utama. Karena saat tidur kita tidak tau ada yang mengganggu atau tidak. Itulah kenapa doa sangat dianjurkan agar kita selalu dilindungi oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Selain berdoa terdapat amalan – amalan sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tahukah kamu amalan apa saja yang dapat kita lakukan sebelum tidur?

Amalan Sunnah Sebelum Tidur

Tidur merupakan suatu keadaan di mana manusia, tumbuhan, atau binatang dalam proses istirahat dengan kondisi tidak sadar.

Dalam Islam, Allah Subhanahu wa ta’ala menganjurkan umat Nya untuk berdoa sebelum tidur. Selain itu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi mengajarkan amalan – amalan sunnah yang dapat kita contoh dan amalkan dalam kehidupan sehari – hari kita terutama sebelum kita tidur.

Posisi tidur

Adapun amalan – amalan sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu sebagai berikut:

a. Sholat Isya terlebih dahulu

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan untuk mengerjakan sholat Isya dan menyegerakan untuk tidur cepat.

b. Berwudhu terlebih dahulu

Wudhu merupakan cara membersihkan anggota tubuh dari hadats kecil. Selain itu wudhu juga memiliki arti bersih.

Dengan berwudhu kita menjaga agar diri kita dalam keadaan suci. Jika sebelum tidur kita berwudhu, maka saat sedang tidur kita dalam keadaan suci. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

Artinya: “Jika kamu akan mendatangi tempat tidurmu, maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat, kemudian berbaringlah ke arah sisi kanan badan kamu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

c. Membersihkan tempat tidur

Tidur dalam keadaan bersih akan membuat tidur kita menjadi lebih nyenyak. Dengan tempat tidur yang bersih dan rapi, akan membuat tubuh merasa nyaman dan rileks saat tidur.

Membiasakan diri melakukan aktivitas membersihkan dan merapikan tempat tidur sebelum atau setelah tidur merupakan hal yang baik. Selain itu juga akan mendatangkan pahala. Karena hal ini merupakan kebiasaan dan hal yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dengan membersihkan tempat tidur juga dapat membuat apa – apa yang ada di atas tempat tidur hilang. Karena kita tidak tahu apa yang ada pada tempat tidur kita. Bisa jadi debu, binatang, atau yang lainnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika seorang dari kamu akan tidur di tempat tidurnya, maka sebaiknya mengibaskan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

d. Membaca Dzikir

Tidur akan lebih mudah dan nyenyak jika kita meminta perlindungan dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Salah satunya yaitu dengan berdzikir.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, karena senang (memperoleh rahmat-Mu) dan takut pada (siksaan-Mu, jika melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari (ancaman)-Mu, selain kepada-Mu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) Nabi-Mu yang telah Engkau utus.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

e. Membaca ayat kursi

Ayat kursi merupakan ayat Al Qur’an yang dapat membuat kita terjaga oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ. فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ، ذَاكَ شَيْطَانٌ

Artinya: ““Apabila kamu ingin berbaring di atas tempat tidurmu, maka bacalah ayat Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan setan tidak akan mampu mendekatimu sampai pagi”. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu setan”.” (HR. Al Bukhari)

f. Membaca surat pendek

Setelah berdzikir, kita dapat melanjutkan dengan membaca surat – surat pendek yaitu Surat An Nas, Al Falaq, dan Al Ikhlas. Surat – surat pendek tersebut dibaca berturut – turut sebanyak 3 kali. Kemudian tiupkan ke bagian telapak tangan. Dan diakhiri dengan mengusap telapak tangan tersebut ke seluruh bagian tubuh dimulai dari wajah. Gerakan tersebut dilakukan seperti melaksanakan wudhu.

‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata,

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

Artinya: “Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam saat berada di tempat tidur pada setiap malam, Beliau mengangkat kedua telapak tangannya kemudian kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’, ’Qul a’udzu birabbil falaq’, dan ’Qul a’udzu birabbin naas’. Lalu Beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Al Bukhari)

g. Membaca doa sebelum tidur

Yang terpenting sebelum tidur kita harus berdoa. Hal ini dilakukan agar kita terlindungi dari gangguan – gangguan. Karena Allah Subhanahu wa ta’ala menjaga kita saat sedang tidur.

h. Membaca istighfar

Sulit tidur bisa disebabkan karena kita tidak tenang dan merasa gelisah. Dengan membaca istighfar membantu tubuh lebih tenang.

Semua amalan – amalan tersebut dapat diamalkan sebelum kita tidur. Jika kita meninggal dunia saat sedang tertidur, hal ini bisa menjadi bekal amal ibadah kita. Amalan – amalan tersebut dibiasakan dalam sehari – hari.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan mengenai amalan – amalan sunnah yang dikerjakan sebelum tidur. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda sekalian dan dapat diamalkan di keseharian. Terima kasih.