Asmaul Husna

7 min read

asmaul husna

Berdoa.co.id – Pada kesempatan kali ini akan memberikan tentang bacaan bahasa arab dan latin indonesia tabel 99 asmaul husna beserta arti, makna, dan penjelasan singkatnya.

Untuk lebih jelasnya tentang pengertian asmaul husna (nama nama yang baik bagi Alloh SWT) simaklah beberapa penjelasan dalil dan hadist berikut ini :

Dalil – Dalil Tentang Asmaul Husna [Nama – Nama yang Baik Bagi Alloh]

Alloh SWT berfirman didalam Kitab Al Qur’anul Karim :

َوَلِلَّهِ الْاَسْمَآءُ الْحُسْنَى فَادْعُوْابِهَا وَذَرُوالَّذِيْنَ يَلْحِدُوْنَ فِى اَسْمَآئِهِ يَسْخَرُوْنَ مَاكَانُوْ يَعْمَلُوْن

“Hanya milik Alloh Nama-Nama yang baik, maka berdo’alah kamu dengan nama-nama yang baik itu. Tinggalkan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dengan Nama-Nama Nya itu, nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka lakukan”. [QS Al A’rof : 180]

Rosululloh saw bersabda :

ِاِنَّ لِلَّهَ تِسْعَةَ وَتِسْعِيْنَ اَسْمَآءً مَنْ حَفِظَهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَاِنَّ اللهَ وِتْرِ يُحِبُّ الْوِتْر

“Sesungguhnya Alloh memiliki sembilan puluh sembilan [ 99 ] Nama, siapa yang menghafalnya masuk surga. Bahwasanya Alloh itu Maha Ganjil dan menyenangi kepada yang ganjil”. [HR. Ibnu Majah]

Asmaul Husna dan Artinya

No. Latin Arab Arti Dan Penjelasan
1 Alloh  الله Maha Tuhan. Alloh adalah Lafazh atau ucapan yang Maha Mulia yang merupakan Nama bagi Dzat Ilahi yang Maha Suci dan Wajib Ada-Nya [Ismu Dzat]
2 Ar Rohmaanu اَلرَّحْمَنُ Maha Pengasih. Pemberi kenikmatan yang Agung, Pengasih didunia atau Pengasih pada zhohir [badan/bentuk/rupa]
3 Ar Rohiimu    اَلرَّحِيْمُ Maha Penyayang. Pemberi kenikmatan yang Khusus dan Tinggi, Penyayang di akhirat atau Penyayang pada bathin [[ruh/jiwa/hati]
4 Al Maliku     اَلْمَلِكُ Maha Raja/Maha Menguasai. Mengatur Kerajaan dan Milik-Nya dengan Kehendak-Nya.
5 Al Qudduusu    اَلْقُدُّوْسُ Maha Suci. Suci dari segala kekurangan dan cela [sempurna]
6 As Salaamu     اَلسَّلَامُ Maha Penyelamat. Pemberi keamanan dan kesejahteraan bagi makhluq-Nya.
7 Al Mukminu    اَلْمُؤْمِنُ Maha Pemelihara Keamanan. Siapa yang maksiat mendapat siksa dan siapa yang taat diberi pahala.
8 Al Muhaiminu    اَلْمُهَيْمِنُ Maha Penjaga. Maha Pemberi Kebahagiaan baik lahir maupun batin dan Melindungi segala sesuatu.
9 Al ‘Aziizu   اَلعَزِيْزُ Maha Mulia. Kuasa dan Mampu berbuat sekehendak-Nya.
10 Al Jabbaaru   اَلْجَبَّارُ Maha Perkasa. Mencukupi segala kebutuhan, Melangsungkan segala perintah-Nya dan Memperbaiki keadaan seluruhnya.
11 Al Mutakabbiru  اَلْمُتَكَبِّرُ Maha Memiliki Kebesaran. Menyendiri dengan Sifat ke Agungan dan ke Besaran-Nya.
12 Al Khooliqu   اَلْخَالِقُ Maha Pencipta. Mengadakan seluruh makhluq tanpa asal, juga menentukan/mentaqdirkan adanya semua ini.
13 Al Baari’u   اَلْبَارِئُ Maha Pembuat. Mengadakan sesuatu yang bernyawa yang ada asal mulanya.
14 Al mushowwiru  اَلْمُصَوِّرُ Maha Pembentuk. Memberikan gambaran atau bentuk pada sesuatu yang berbeda dengan lainnya, yang sesuai dengan keadaan dan keperluannya.
15 Al Ghoffaaru اَلْغَفَّارُ Maha Pengampun. Banyak pemberian maaf-Nya dan Menutupi dosa-dosa dan kesalahan.
16 Al Qohhaaru  اَلْقَهَّارُ Maha Pemaksa. Menggenggam segala sesuatu dalam kekuasaan-Nya dan Memaksa makhluq menurut Kehendak-Nya.
17 Al Wahhaabu  اَلْوَهَّابُ Maha Pemberi. Memberikan banyak kenikmatan dan selalu memberi karunia.
18 Ar Rozzaaqu   اَلرَّزَّاقُ Maha Pemberi Rizki. Membuat berbagai rizki dan Membuat pula sebab-sebab diperolehnya rizki.
19 Al Fattaahu  اَلْفَتَّاحُ Maha Membukakan. Yakni membuka tempat penyimpanan Rohmat-Nya untuk seluruh hamba-Nya.
20 Al ‘Aliimu   اَلْعَلِيْمُ Maha Mengetahui. Yakni mengetahui segala yang maujud ini dan tidak ada sesuatu benda apapun yang tersembunyi dari Pengetahuan-Nya.
21 Al Qoobidlu  اَلْقَابِضُ Maha Pencabut. Yakni Mengambil nyawa atau mempersempit rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
22 Al Baasithu   اَلْبَاسِطُ Maha Meluaskan. Yakni terhadap orang-orang yang selayaknya dijatuhkan karena akibat perbuatannya sendiri.
23 Al Khoofidlu  اَلْخَافِضُ Maha Menjatuhkan. Yakni terhadap orang-orang yang selayaknya dijatuhkan akibat kelakuannya sendiri.
24 Ar Roofi’u   اَلرَّافِعُ Maha Mengangkat. Yakni terhadap orang yang selayaknya diangkat karena usahanya yang giat, yaitu mereka dari golongan orang yang bertaqwa
25 Al Mu’izzu  اَلْمُعِزّ Maha Pemberi kemuliaan. Yakni kepada orang yang berpegang teguh kepada Agamanya dengan memberinya pertolongan dan kemenangan.
26 Al Mudzillu  اَلْمُذِلُّ Maha Pemberi kehinaan. Yakni kepada musuh-musuh-Nya dan musuh-musuh umat Islam seluruhnya.
27 As Samii’u   اَلسَّمِيْعُ Maha Mendengar. Yakni mendengar semua maujudat suara.
28 Al Bashiiru   اَلْبَصِيْرُ Maha Melihat. Yakni melihat segala sesuatu yang wajib adanya, diadakan-Nya dan diciptakan-Nya.
29 Al Hakamu   اَلْحَكَمُ Maha Menetapkan Hukum. Sebagai Hakim yang memutuskan, yang tidak seorangpun dapat menolak keputusan-Nya dan tidak pula ada yang kuasa menghalangi kelangsungan hukum-Nya.
30 Al ‘Adlu  اَلْعَدْلُ Maha Adil. Sangat sempurna dalam keadilan-Nya.
31 Al Latiifu   اَللَّطِيْفُ Maha Halus. Yakni mengetahui segala yang samar/tersembunyi, yang rumit-rumit dan yang halus-halus.
32 Al Khobiiru   اَلْخَبِيْرُ Maha Waspada / Maha Pemberi Berita/kabar.
33 Al Haliimu   اَلْحَلِيْمُ Maha Penyantun/Santun. Yakni Penyantun yang tidak tergesa-gesa melakukan kemarahan-Nya dan tidak pula gegabah memberikan siksaan.
34 Al ‘Azhiimu   اَلْعَظِيْمُ Maha Agung. Yakni mencapai puncak tertinggi dari seluruh keagungan karena bersifat dengan segala macam sifat kebesaran dan kesempurnaan.
35 Al Ghofuuru   اَلْغَفُوْرُ Maha Pengampun. Yakni banyak pengampunan-Nya kepada hamba-hamba-Nya.
36 Asy Syakuuru   اَلشَّكُوْرُ Maha Pembalas. Yakni memberikan balasan yang banyak sekali atas amalan yang kecil dan tidak berarti.
37 Al ‘Aliyyu  اَلْعَلِيُّ Maha Tinggi. Yakni mencapai tertinggi yang tidak mungkin digambarkan oleh akal fikiran siapapun dan tidak dapat dimengerti oleh otak yang bagaimanapun pandainya.
38 Al Kabiiru   اَلْكَبِيْرُ Maha Besar. Yang kebesaran-Nya tidak dapat diikuti oleh panca indera ataupun akal manusia.
39 Al Hafiizhu   اَلْحَفِيْظُ Maha Pemelihara. Yakni menjaga sesuatu jangan sampai rusak dan hancur, dan menjaga segala amal perbuatan hamba-hamba-Nya sehingga tidak akan disia-siakan sedikitpun untuk memberi balasan-Nya.
40 Al Muqiitu   اَلْمُقِيْتُ Maha Pemberi Kecukupan. Baik yang berupa makanan tubuh atau makanan rohani.
41 Al Hasiibu  اَلْحَسِيْبُ Maha Penjamin. Yakni memberi jaminan kecukupan kepada seluruh hamba-Nya, dan pula diartikan Maha Menghisab amalan hamba-Nya pada Hari Kiamat.
42 Al Jaliilu  اَلْجَلِيْلُ Maha Luhur. Yang memiliki sifat-sifat keluhuran karena kesempurnaan sifat-sifat-Nya.
43 Al Kariimu   اَلْكَرِيْمُ Maha Pemurah. Yakni Mulia hati dan memberi siapapun tanpa diminta atau sebagai penggantian dari sesuatu pemberian.
44 Ar Roqiibu   اَلرَّقِيْبُ Maha Peneliti. Yakni mengamati gerak-gerik segala sesuatu dan mengawasinya.
45 Al Waasi’u   اَلْوَاسِعُ Maha Luas. Yakni bahwa semua keRohmatan-Nya itu merata kepada segala yang maujud dan luas pula ilmu-Nya terhadap segala sesuatu.
46 Al Mujiibu   اَلْمُجِيْبُ Maha Mengabulkan. Yakni memenuhi semua permohonan siapa saja yang memohon kepada-Nya.
47 Al Hakiimu   اَلْحَكِيْمُ Maha Bijaksana. Yakni memiliki kebijaksanaan yang tertingi, kesempurnaan ilmu-Nya dan kerapihan-Nya dalam membuat segala sesuatu.
48 Al Waduudu   اَلْوَدُوْدُ Maha Pencinta. Yakni menginginkan segala kebaikan untuk seluruh hamba-Nya dan juga berbuat baik kepada mereka dalam semua keadaan.
49 Al Majiidu   اَلْمَجِيْدُ Maha Mulia. Yakni mencapai tingkat teratas dalam hal kemuliaan dan keutamaan.
50 Al Baa’itsu  اَلْبَاعِثُ Maha Membangkitkan. Yakni membangkitkan para Rosul, membangkitkan semangat dan kemauan. Membangkitkan orang-orang yang telah mati dari kuburnya nanti setelah datangnya Hari Kiamat.
51 Asy Syahiidu  اَلشَّهِيْدُ Maha Menyaksikan. Yakni Maha Mengetahui keadaan semua makhluq.
52 Al Haqqu   اَلْحَقُّ Maha Haq, Maha Benar yang kekal dan tidak akan berubah sedikitpun.
53 Al Wakiilu   اَلْوَكِيْلُ Maha Memelihara Penyerahan. Yakni memelihara semua urusan hamba-hamba-Nya dan apa yang menjadi kebutuhan mereka itu.
54 Al Qowiyyu   اَلْقَوِيُّ Maha Kuat. Yaitu yang memiliki kekuatan yang sangat sempurna
55 Al Matiinu   اَلْمَتِيْنُ Maha Kokoh/Perkasa. Yakni memiliki keperkasaan yang telah sampai puncaknya.
56 Al Waliyyu  اَلْوَلِيُّ Maha Melindungi. Yakni melindungi dan menertibkan semua kepentingan makhluq-Nya, karena kecintaan-Nya yang sangat pada mereka itu dan pemberian pertolongan-Nya yang tidak terbatas pada keperluan manusia.
57 Al Hamiidu   اَلْحَمِيْدُ Maha Terpuji. Yang memang sudah selayaknya meendapat pujian dan sanjungan.
58 Al Muhshi   اَلْمُحْصِيْ Maha Penghitung. Yang tidak satupun tertutup dari pandangan-Nya dan semua amalan itupun diperhitungkan sebagaimana mestinya.
59 Al Mubdiu   اَلْمُبْدِئُ Maha Memulai. Yang melahirkan sesuatu yang asalnya tidak ada dan belum maujud.
60 Al Mu’iidu  اَلْمُعِيْدُ Maha Mengulangi. Yakni menumbuhkannya kembali setelah lenyapnya atau setelah rusaknya.
61 Al Muhyi   اَلْمُحْيِىْ Maha Menghidupkan. Yakni memberikan daya kehidupan pada setiap sesuatu yang berhak hidup.
62 Al Mumiitu  اَلْمُمِيْتُ Maha Mematikan. Yakni mengambil kehidupan [roh] dari apa-apa yang hidup, lalu disebutlah mati.
63 Al hayyu  اَلْحَيُّ Maha Hidup. Yang hidup-Nya kekal.
64 Al Qoyyuumu   اَلْقَيُّوْمُ Maha Berdiri Sendiri baik Dzat-Nya, Sifat-Nya, Asma-Nya dan Af’al-Nya. Juga membuat berdirinya segala sesuatu selain Diri-Nya.
65 Al Waajidu   اَلْوَاجِدُ Maha Kaya. Yakni dapat menemukan apa saja yang dikehendaki-Nya. Maka tidak membutuhkan pada suatu apa-apa karena sifat kaya-Nya mutlak.
66 Al Maajidu   اَلْمَاجِدُ Maha Mulia. Mencapai tingkat teratas kemuliaan-Nya dan sempurna.
67 Al Waahidu   اَلْوَاحِدُ Maha Esa. Yakni Esa Dzat-Nya, Esa Sifat-Nya dan Esa Af’al-Nya.
68 Ash Shomadu   اَلصَّمَدُ Maha Dibutuhkan [Tempat Bergantung]. Yakni selalu menjadi tujuan dan harapan orang diwaktu ada hajat dan keperluannya.
69 Al Qoodiru   اَلْقَادِرُ Maha Kuasa. Yakni kuasa mengadakan sesuatu yang belum ada dan meniadakannya.
70 Al Muqtadiru  اَلْمُقْتَدِرُ Maha Menentukan. Yakni menentukan nasibnya seseorang dari awalnya.
71 Al Muqoddimu   اَلْمُقَدِّمُ Maha Mendahulukan. Yakni mendahulukan sebagian benda dari yang lainnya dalam perwujudannya atau dalam kemuliaan, perbedaan waktu dan tempat.
72 Al Muakhkhiruu  اَلْمُؤَخِّرُ Maha Mengakhirkan atau mengemudiankan.
73 Al Awwalu  اَلْاَوَّلُ Maha Pertama. Yakni dahulu sekali dari semua yang maujud.
74 Al Aakhiru  اَلْآَخِرُ Maha Penghabisan. Yakni kekal selama-lamanya tanpa kesudahan.
75 Azh Zhoohiru   اَلظَّاهِرُ Maha Nyata. Yakni menyatakan dan menampakkan kewujudan-Nya itu dengan bukti-bukti atau tanda-tanda ciptaan-Nya.
76 Al Baathinu   اَلْبَاطِنُ Maha Tersembunyi. Yakni tidak dapat dimengerti Dzat-Nya, sehingga tidak seorangpun yang dapat mengenal Dzat-Nya atau Kunhi Dzat.
77 Al Waaliy  اَلْوَالِيْ Maha Menguasai. Menggenggam sesuatu dalam kekuasaan-Nya dan menjadi milik-Nya.
78 Al Muta’aali  اَلْمُتَعَالِ Maha Suci/Maha Tinggi. Yakni terpelihara dari segala kekurangan dan kerendahan.
79 Al Barru   اَلْبَرُّ Maha Dermawan. Banyak kebaikan-Nya dan besar pula kenikmatan yang dilimpahkan-Nya.
80 At Tawwaabu   اَلتَّوَّابُ Maha Penerima Taubat. Memberikan pertolongan kepada orang-orang yang bermaksiat untuk bertaubat kepada Alloh dan Alloh menerimanya.
81 Al Muntaqimu   اّلْمُنْتَقِمُ Maha Penyiksa. Yakni kepada orang-orang yang selayaknya untuk memperoleh siksa-Nya.
82 Al ‘Afuwwu   اَلْعَفُوُّ Maha Pemaaf. Memaafkan kesalahan orang yang suka kembali untuk meminta maaf kepada-Nya.
83 Ar Rouufu   اَلرَّؤُوْفُ Maha Pengasih. Yakni banyak kasih sayang-Nya.
84 Malikul Mulki  مَلِكُ الْمُلْكِ Maha Menguasai Kerajaan. Maka segala perkara yang berlaku di alam semesta; langit, bumi, dan sekelilingnya serta yang dibaliknya alam semesta itu semuanya sesuai dengan kehendak-Nya.
85 Dzul Jalaali wal Ikroom  ذُوالْجَلَالِ وَالْاِكْرَامِ Maha memiliki Kebesaran dan Kemuliaan. Dzat yang mempunyai keutamaan dan kesempurnaan, pemberi karunia dan kenikmatan yang sangat banyak dan berlimpah.
86 Al Muqsithu  اَلْمُقْسِطُ Maha Mengadili. Yakni memberikan kemenangan kepada orang-orang yang teraniaya dari tindakan orang-orang yang zholim dengan ke Adilan-Nya.
87 Al Jaami’u  اَلْجَامِعُ Maha Mengumpulkan. Yakni menghimpun berbagai hakikat yang telah tercerai berai dan juga mengumpulkan seluruh umat manusia pada Hari pembalasan.
88 Al Ghoniyyu  اَلْغَنِيُّ Maha Kaya. Yakni tidak membutuhkan apapun dari yang selain Dzat-Nya sendiri, tetapi yang selain-Nya sangat membutuhkan pada-Nya.
89 Al Mughniyyu  اَلْمُغْنِيُّ Maha Pemberi Kekayaan. Yakni memberikan kelebihan berupa kekayaan yang berlimpah kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari golongan hamba-hamba-Nya.
90 Al Maani’u  اَلْمَانِعُ Maha Pembela atau Maha Penolak. Yaitu membela hamba-hamba-Nya yang sholeh dan menolak yang menyebabkan kerusakan.
91 Adl Dloorru   اَلضَّآرُّ Maha Pemberi Bahaya. Yakni dengan menurunkan siksaan-Nya kepada musuh-musuh-Nya.
92 An Naafi’u   اَلنَّافِعُ Maha Pemberi Kemanfaatan. Yakni meratalah kebaikan yang dikaruniakan-Nya itu kepada semua hamba dan negeri.
93 An Nuuru  اَلنُّورُ Maha Bercahaya. Yakni memperlihatkan Dzat-Nya sendiri dan menampakkan untuk yang selain-Nya dengan menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya.
94 Al Haadi   اَلْهَادِى Maha Pemberi Petunjuk. Yaitu memberikan jalan yang benar kepada segala sesuatu agar langsung adanya dan terjaga kehidupannya.
95 Al Badii’u  اَلْبَدِيْعُ Maha Pencipta Yang Baru. Sehingga tidak ada contoh dan yang menyamai sebelum keluarnya ciptaan-Nya itu.
96 Al Baaqi  اَلْبَاقِيْ Maha Kekal. Yakni kekal Hidup-Nya untuk selama-lamanya.
97 Al Waaritsu   اَلْوَارِثُ Maha Pewaris. Yakni kekal setelah musnahnya seluruh makhluk.
98 Ar Rosyiidu   اَلرَّشِيْدُ Maha Cendekiawan. Yakni memberi penerangan dan tuntunan pada seluruh hamba-Nya dan segala peraturan-Nya itu berjalan menurut ketentuan yang digariskan oleh kebijaksanaan dan kecendikiawanan-Nya.
99 Ash Shobuuru   اَلصَّبُوْرُ Maha Penyabar. Yang tidak tergesa-gesa memberikan siksaan dan tidak pula tergesa-gesa melaksanakan sesuatu sebelum waktunya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dari Buroidah ra, katanya [terjemahannya] ;

Nabi Muhammad saw mendengar seorang laki-laki berkata dalam Do’anya, “Ya Alloh sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, dengan sesungguhnya aku bersaksi bahwa Engkau adalah Alloh, tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali selain Engkau, yang Maha Esa, tempat bergantung, yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada yang dapat meyamai-Nya”.

Buroidah ra berkata lagi ; “Rosululloh saw bersabda ; Demi Dzat yang jiwaku berada didalam genggaman-Nya, sungguh orang itu telah meminta kepada Alloh dengan Nama-Nya yang Agung, yang apabila berdo’a dengan Nama itu, Alloh kabulkan, dan apabila dimintai dengan Ismul ‘Azhom itu diberi-Nya”.

Memaknai dan menghayati Nama-Nama Alloh yang Baik [Asmaul Husna]

Sebenarnya Nama-nama Alloh yang baik [ Asmaul Husna ] tersebut jelas nyatanya pada alam ini, karena apapun juga yang ada didalam alam ini tentulah diberi nama [ujud musamma], dan sudah pasti semua yang diberi nama itu akan kembali kepada sumbernya atau asalnya yang memberi nama ialah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang memiliki Asmaul Husna.

Misalnya : Kita melihat seseorang yang bernama Ahmad, maka nama Ahmad ini adalah suatu nama dari seseorang, dan seseorang ini disebut ujud musamma [seseorang yang diberi nama] .

Maka apabila dibandingkan ujud musamma tadi dengan Ujud Alloh tentu tidak akan pernah sebanding, atau dengan kata lain nama seseorang tadi sama sekali tiadalah artinya kalau dibandingkan dengan Ujud Alloh; Alloh Maha Kuat, Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Berilmu, Maha Pintar, Maha Hebat dan seterusnya.

Sementara sesuatu atau seseorang yang diberi nama tadi; sangat lemah, sangat tidak berdaya, sangat bodoh, penuh dengan serba kekurangan dan lain-lain.

Oleh sebab itu, jika kita kuat atau mampu, maka sebenarnya karena diletakkan olehNya salah satu nama-Nya yaitu Al Qowiyyu, jika kita pandai, maka sebenarnya karena diletakkan oleh-Nya salah satu nama-Nya Al ‘Aliimu, jika kita kaya dan punya harta yang banyak, itu tidak lain karena diletakkan beberapa nama-Nya yaitu Al ‘Aliimu, An Nafi’u, Al Mughniyyu, begitulah seterusnya.

Wallohu A’lam.

Doa Sehat Jasmani Rohani

_pur
3 min read

Doa Agar Keluarga Harmonis

_pur
3 min read