Batasan dan Kewajiban untuk Menutup Aurat Laki-Laki dalam Islam

2 min read

Batasan Aurat Laki-Laki

Batasan dan Kewajiban untuk Menutup Aurat Laki-Laki dalam Islam – Setiap manusia yang ada di dunia memiliki kewajiban yang sama terhadap Allah SWT. Salah satu kewajiban tiap manusia yaitu menjaga aurat pada dirinya agar tidak terlihat oleh orang lain.

Menjaga aurat sama halnya dengan menjaga harga dirinya. Tidak hanya para perempuan yang harus menjaga dirinya. Seorang laki – laki pun harus menjaga aurat pada dirinya.

Lalu bagaimana dengan batasan aurat bagi seorang laki – laki? Apakah sama antara batasan aurat perempuan dengan batasan aurat pada laki – laki?

Berikut ini akan dijelaskan secara jelas mengenai kewajiban menutup aurat dan batasan aurat pada laki-laki. Simak terus ya. Kamu juga dapat melihat artikel mengenai pengertian aurat.

Aurat Laki-laki

Kewajiban Menutup Aurat bagi Laki – Laki

Kewajiban menutup aurat bagi seorang laki-laki sama wajibnya dengan seorang perempuan yang wajib menutup auratnya. Keduanya sama – sama penting. Bahkan Allah SWT. selalu mengingatkan kita untuk menutup aurat dan Nabi Muhammad SAW. juga menganjurkan untuk menjaga dan menutup aurat.

Allah SWT. memerintahkan hamba – hambanya untuk menutup aurat dan menjaga pandangannya terhadap orang lain. Kecuali bagi yang mahram dan halal untuk melihat. Dengan begitu tiap orang dapat menjaga dirinya dari zina dan perbuatan maksiat lainnya, serta dapat membentengi dirinya dari perbuatan – perbuatan yang tidak diinginkan.

Hal ini tercantum pada salah satu ayat Al Quran, Allah SWT. berfirman:

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

Artinya: “Katakanlah kepada orang laki – laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.” (QS. An Nur ayat 30)

Nabi Muhammad SAW. juga menyarankan untuk menutup aurat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata:

احْفَظْ عَوْرَتَكَ إلَّا مِنْ زَوْجِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ

Artinya: “Jagalah (tutuplah) auratmu kecuali terhadap (penglihatan) istrimu atau budak yang engkau miliki.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, At Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Orang yang memelihara dan menjaga agar auratnya tetap tertutup dan tidak terlihat oleh orang lain maka termasuk perbuatan yang tidak tercela. Hal itu tercantum juga pada salah satu ayat Al Quran pada surat Al Ma’arij ayat 29 hingga 30. Allah SWT. berfirman:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ . إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

Artinya: “Dan bagi orang – orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri – istri mereka atau budak – budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela.” (QS. Al Ma’arij ayat 29-30)

Dahulu, ketik Nabi Adam as. dan Siti Hawa memakan buah khuldi terlihatlah aurat mereka setelahnya. Kemudian mereka bergegas untuk menutupi tubuh mereka dengan daun – daun dari pohon itu. Oleh karena itu, awal mula Allah SWT. memerintahkan untuk menutupi aurat.

Allah SWT. berfirman:

فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ

Artinya: “Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, kemudian terlihatlah bagi keduanya aurat – auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun – daun (yang ada pada) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.” (QS. Thaha ayat 121)

Batasan Aurat bagi Laki – Laki

Batasan aurat bagi laki – laki dan perempuan tentu saja berbeda. Bagi seorang laki – laki batasan dari auratnya yaitu dari pusar hingga lutut.

Hal ini berdasarkan pada salah satu hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنَّ مَا تَحْتَ السُّرَّةِ إِلَى رُكْبَتِهِ مِنَ الْعَوْرَةِ

Artinya: “Karena di antara pusar sampai lutut adalah aurat.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqqi)

Oleh sebab itu, paha merupakan bagian tubuh manusia yang terletak di antara pusar dan lutut. Sehingga, paha merupakan bagian dari aurat laki – laki yang harus ditutup.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam permah bersabda:

لاَ تُبْرِزُ فَخِذَكَ وَلاَ تَنْظُرُإِلَى فَخِذِ حَيٍّ وَلاَ مَيِّتٍ

Artinya: “Janganlah kamu menampakkan pahamu dan jangan pula kamu melihat paha orang yang masih hidup maupun telah mati.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majjah)

Masih banyak perbedaan apakah paha merupakan termasuk dari aurat atau bukan. Tetapi akan lebih baik kita menjaga agar bagian tubuh kita tidak terlihat oleh orang lain, Apalagi jika kita telah dewasa atau baligh. Dengan begitu kita akan menanamkan rasa malu terhadap Allah SWT.

Bagaimanapun keadaannya kita harus tetap menjaga agar aurat kita tidak terlihat oleh orang lain. Dan harus kita tanamkan juga pada diri kita bahwa aurat merupakan perhiasan yang harus kita jaga. Sehingga, kita tidak akan mudah untuk menampakkan aurat kita.

Gunakanlah juga pakaian yang dapat menutup dan tidak menimbulkan bentuk tubuh kita pada pakaian yang kita gunakan.

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Artinya: “Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan kamu. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda – tanda kekuasaan Allah, mudah – mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al A’raf ayat 26)

Menjaga merupakan hal yang baik bukan. Menggunakan pakaian yang baik merupakan hal yang enak dipandang mata. Pakailah pakaian yang tidak terlalu mencolok. Yang sederhana dan tidak berlebihan apalagi jika kita akan melaksanakan sholat.

Bukankah Allah SWT. menyukai kita menggunakan pakaian terbaik kita tanpa berlebih – lebihan dan tidak membuat tubuh kita terlihat atau nampak bentuk tubuh kita. Yang terpenting yaitu tidak membuat orang lain tertarik untuk melihat tubuh terutama aurat kita.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai materi tentang batasan dan kewajiban menutup aurat bagi seorang laki-laki. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membuat kamu lebih taat dan patuh lagi dalam menjalankan perintah Allah SWT. serta dapat menutup aurat ya. Terima kasih.