Balasan Meninggalkan Sholat Wajib Lima Waktu

2 min read

Balasan Meninggalkan Sholat

Balasan Meninggalkan Sholat Wajib Lima Waktu – Sholat wajib lima waktu merupakan salah satu rukun Islam. Sholat merupakan tiang agama.

Sholat juga merupakan perintah Allah SWT. yang langsung Allah SWT. perintahkan dari yang awalnya banyak hingga berangsur sampai lima rakaat. Nabi Muhammad SAW. memohon kepada Allah SWT. hingga akhirnya memperoleh lima rakaat.

Karena sholat lima waktu merupakan ibadah wajib yang tidak boleh ditinggalkan jadi sebagai umat Muslim yang beriman kita tidak boleh lalai dalam mengerjakannya. Tahukah kamu apa balasan yang akan kita dapatkan? Tentu neraka adalah tempat untuk para orang – orang yang meninggalkan sholat, dan masih banyak lagi balasan yang telah Allah SWT. siapkan.

Berikut ini akan dijabarkan secara jelas balasan dan ancaman yang akan didapatkan bagi orang – orang jika meninggalkan sholat wajib lima waktu. Simak terus ya.

Masjid

Dalam agama Islam, beribadah kepada Allah banyak macamnya. Salah satu ibadah wajib yaitu sholat. Sholat yang dilakukan dalam sehari semalam.

Tentunya sholat wajib yang harus dikerjakan tanpa terkecuali. Allah SWT. pun meringankan bagi yang sedang sakit atau sedang dalam perjalanan dalam melaksanakan sholat. Lantas kenapa masih saja melalaikan sholat. Padahal sudah jelas jika sholat merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan oleh tiap – tiap umat Islam.

Karena sholat merupakan tiang agama. Tanpa sholat agama Islam tak bisa dibangun dengan sempurna. Tidak akan kuat, bisa rubuh kapan saja. Bahkan walau hanya angin yang menggoncangnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ

Artinya: “Pokok urusan (agama) itu adalah Islam, tiangnya sholat, dan puncak ketinggiannya adalah jihad.” (HR. Tirmidzi)

Bagi orang – orang yang beriman dan bertakwa meninggalkan sholat merupakan hal yang fatal. Allah SWT. pun memberikan balasan bagi orang – orang yang melalaikan sholat.

Allah SWT. pun telah menjanjikan surga dan pahala yang begitu besar bagi orang – orang yang beriman dan bertakwa yang mengerjakan sholat lima waktu.

Pekerjaan yang begitu banyak atau kata “nanggung” yang membuat seseorang nanti – nanti dalam mengerjakan sholat hingga akhirnya melewatkan waktu pelaksanaan sholatnya.

Adapun berikut ini beberapa ancaman dan balasan yang telah Allah SWT. siapkan yang akan kita rasakan kelak di akhirat di antaranya yaitu:

a. Dimasukkan ke dalam neraka Saqar

Allah SWT. berfirman bahwa:

مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ ، قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ المُصَلِّينَ

Artinya: “Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar? Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang – orang yang melaksanakan sholat”.” (QS. Al Muddassir ayat 42-43)

b. Hidupnya menjadi celaka atau tidak tenang

Hal ini tercantum dalam surat Al Ma’un ayat 4 sampai 5, firman Allah SWT.

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

Artinya: “Maka celakalah bagi orang – orang yang sholat, (yaitu) orang – orang yang lalai terhadap sholatnya.” (QS. Al Ma’un ayat 4-5)

c. Hidupnya akan mengalami kesesatan

Jika kita lalai dalam melaksanakan sholat maka kita akan menemui kesesatan dalam menjalani hidup. Allah SWT. berfirman:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Artinya: “Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang menyia – nyiakan sholat dan menuruti hawa nafsunya, maka mereka nantinya akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam ayat 59)

d. Menjadi golongan orang – orang kafir

Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja itu termasuk dalam orang – orang yang kafir. Abdullah bin Syaqiq berkata:

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ

Artinya: “Dahulu para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menganggap suatu amal yang jika ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali sholat.” (HR. At Tirmidzi dan Abu Hurairah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam juga berkata bahwa:

الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ مَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Artinya: Perjanjian yang ada antara kami dengan mereka adalah sholat. Maka barang siapa meninggalkannya, dia telah kafir.” (HR. Tirmidzi)

e. Bukan termasuk dalam bagian orang – orang Muslim

Dari Umar bin Khattab, Ia berkata:

ولاَحَظَّ فِي الاِسْلاَمِ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ

Artinya: “Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan sholat.”

dan Ia juga mengatakan:

لاَ إِسْلاَمَ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ

Artinya: ”Tidaklah disebut muslim bagi orang – orang yang meninggalkan shalat.”

f. Seperti melakukan perbuatan syirik

Melakukan kesyirikan sama halnya dengan meninggalkan sholat. Jika kamu tidak ingin termasuk dalam orang – orang yang melakukan perbuatan syirik, maka kerjakanlah sholat.

Tsauban radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ الكُفْرِ وَالإِيْمَانِ الصَّلَاةُ فَإِذَا تَرَكَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ

Artinya: “Pemisah di antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan yaitu sholat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.” (HR. Ath Thobariy)

g. Tidak boleh memasuki Makkah

Allah SWT. berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلاَ يَقْرَبُواْ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَـذَا وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ إِن شَاء إِنَّ اللّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: “Hai orang – orang yang beriman, sesungguhnya orang – orang yang musyrik itu najis (jiwanya kotor), karena itu janganlah mereka mendekati Masjidil Haram setelah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah ayat 28)

h. Termasuk golongan orang musyrik

Musyrik yaitu menyekutukan Allah SWT. dengan apa pun. Jika kita meninggalkan sholat wajib lima waktu maka kita termasuk dalam golongan orang – orang musyrik. Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

Artinya: “Sesungguhnya (batas pemisah) antara seseorang dengan kemusyrikan juga kekafiran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim)

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenaibalasan yang Allah SWT. berikan terhadap orang – orang yang meninggalkan sholat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membuat kita semakin rajin dalam beribadah dan dijauhkan dari sifat malas. Terima kasih.

Ajaran Sunan Giri

_pur
3 min read

Ajaran Sunan Gunung Jati

_pur
3 min read