Waktu Sholat paling Panjang, Sampai Kapan Batas Waktu Sholat Isya?

2 min read

Batas Waktu Sholat Isya

Waktu Sholat paling Panjang, Sampai Kapan Batas Waktu Sholat Isya? – Tiap umat Muslim diwajibkan untuk melaksanakan sholat lima waktu dalam sehari semalam. Melaksanakan sholat dengan khusyuk dan menyegerakan untuk mengerjakan sholat merupakan hal yang jauh lebih baik dibandingkan menunda melaksanakan sholat.

Biasanya saat tiba waktu sholat, yang dilakukan yaitu menunda mengerjakan sholat dengan kalimat nanti dulu deh lagi nanggung atau ntar deh lima menit lagi. Hingga akhirnya lalai dan mendekati batas waktunya. Alhasil sholat yang dikerjakan buru – buru dan menjadi tidak khusyuk.

Memiliki waktu pelaksanaan sholat yang cukup panjang mengakibatkan seseorang menunda untuk mengerjakannya. Seperti pada sholat Isya. Sholat Isya memiliki godaan yang cukup besar. Di mana sholat Isya dikerjakan di waktu jam istirahat karena sudah kelelahan beraktivitas seharian penuh.

Lantas bagaimana cara mengatasinya? Dan sampai kapan sebenarnya batas waktu dari pelaksanaan sholat Isya? Berikut ini akan diulas secara lengkap mengenai batas waktu pelaksanaan dari sholat Isya. Simak terus ya.

Sholat Isya dikerjakan ketika sinar merah di langit menghilang hingga terbitnya fajar sidiq. Fajar sidiq merupakan masuknya waktu subuh.

Perintah melaksanakan sholat Isya terdapat dalam ayat Al Quran yaitu pada surat Al Isra’ ayat 78. Allah SWT. berfirman:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya: “Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir hingga gelapnya malam dan (dirikanlah pula sholat) subuh. Sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al Isra’ ayat 78)

Sholat Isya merupakan salah satu sholat yang memiliki keutamaan yang luar biasa. Bisa dilihat di keutamaan sholat Isya. Tetapi masih banyak yang lalai dalam melaksanakan sholat Isya karena waktu pelaksanaan yang cukup panjang dan di waktu orang – orang kelelahan karena telah beraktivitas selama sehari penuh.

Yang perlu diingat yaitu jika kita ketiduran, maka segeralah untuk melaksanakan sholat Isya. Hal ini seperti yang tertera dalam sebuah hadits berikut ini.

إِذَا رَقَدَ أَحَدُكُمْ عَنِ الصَّلاةِ، أَوْ غَفَلَ عَنْهَا، فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا

Artinya: “Jika seseorang di antara kalian tidur hingga sholat terlewatkan, atau lupa sholat, hendaklah ia sholat ketika mengingatnya.” (HR. Muslim)

Waktu pelaksanaan sholat Isya merupakan yang paling lama. Meskipun demikian, masih banyak perdebatan dan juga pendapat yang berbeda mengenai batas waktu pelaksanaan dari sholat Isya.

Kita harus tetap mengetahui waktu dari pelaksanaan sholat. Karena waktu sholat merupakan salah satu syarat untuk mengerjakan sholat.

Perihal waktu sholat terdapat dalam ayat Al Quran yaitu ada pada surat An Nisa ayat 103, Allah SWT. berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Artinya: “Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang – orang yang beriman.” (QS. An Nisa ayat 103)

Adapun beberapa batas waktu menurut pendapat para ulama yaitu sebagai berikut:

a. Sampai pertengahan malam

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَوَقْتُ صَلاةِ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ الأَوْسَطِ

Artinya: “Dan waktu shalat Isya yaitu sampai pertengahan malam.” (HR. Muslim)

Berdasarkan hadits tersebut batas waktu sholat Isya hanya sampai pertengahan malam karena waktu setelahnya merupakan waktu untuk mengerjakan sholat tahajud.

b. Sampai sepertiga malam

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan sholat Isya dengan Malaikat Jibril sebagai imamnya, mereka melaksanakan sholat Isya akhir waktu yaitu di sepertiga malam.

Hal ini terdapat dalam sebuah hadits berikut ini:

وَصَلَّى الْعِشَاءَ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ

Artinya: “Beliau mengerjakan sholat Isya hingga sepertiga malam.” (HR. Abu Daud)

c. Sampai masuk waktu sholat subuh

أَعْتَمَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ لَيْلَةٍ حَتَّى ذَهَبَ عَامَّةُ اللَّيْلِ وَحَتَّى نَامَ أَهْلُ الْمَسْجِدِ ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى فَقَالَ : إِنَّهُ لَوَقْتُهَا لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى

Artinya: “Suatu malam Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendirikan sholat ‘atamah (Isya) sampai berlalu malam dan penghuni masjid pun ketiduran, setelah itu Beliau datang dan sholat. Beliau bersabda, “Sesungguhnya ini adalah waktu sholat Isya yang tepat, sekiranya aku tidak memberatkan umatku”.” (HR. Muslim)

Berdasarkan hadits tersebut berarti kita dapat melaksanakan sholat Isya sebelum masuk waktu sholat subuh.

Maka dari itu, dari ketiga pendapat tersebut kita dapat melaksanakan sholat Isya di ketiga waktu tersebut.

Tetapi akan lebih baik jika seseorang Muslim mengerjakan sholat Isya di awal waktu dan tidak menunda – nunda untuk melaksanakan sholat Isya.

Meskipun batas waktu sholat cukup panjang, kita tetap harus memperhatikan waktu pengerjaannya. Ada baiknya jika kita melaksanakan sholat terlebih dahulu. Kenapa begitu?

Jika kita tidur terlebih dahulu apa kamu yakin akan terbangun di malam harinya? Bisa jadi kamu lupa dan terbangun saat tiba masuk sholat subuh.

Bukankah itu berarti kamu melewatkan sholat Isya dan melalaikannya?

Oleh karena itu ada baiknya untuk mengerjakan sholat Isya di awal waktu agar tidak lupa mengerjakan sholat Isya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤَخِّرُ الْعِشَاءَ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ، وَيَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَهَا، وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhirkan shalat Isya sampai sepertiga malam. Beliau membenci tidur sebelum shalat Isya dan mengobrol setelahnya.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadist tersebut Nabi Muhammad SAW. lebih menyukai untuk melaksanakan sholat Isya sebelum tidur dan tidak ada ghibah atau mengobrol dan membicarakan hal – hal yang mengandung unsur fitnah setelahnya.

Kerjakanlah sholat Isya di awal waktu jika memang sangat lelah maka tidurlah sebentar untuk menghilangkan kantuk. Karena mengerjakan sholat dalam keadaan mengantuk merupakan hal yang makruh dlam sholat.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai batas waktu pelaksanaan sholat Isya yang telah dijelaskan secara lengkap dan jelas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu kamu. Terima kasih.