Biografi Singkat Syarif Hidayatullah

3 min read

Biografi Syarif Hidayatullah

Biografi Syarif Hidayatullah Lengkap dengan Silsilah dan Nilai-nilai – Mempelajari sejarah merupakan salah satu hal yang sebaiknya kita lakukan. Karena dengan begitu kita lebih mengetahui tentang masa lalu. Banyak hal yang dapat kita pelajari. Selain mengetahui apa yang terjadi, kita juga dapat mempelajari perjuangan di masa lalu. Selain itu kita juga dapat menghindari kesalahan yang pernah dilakukan dalam sejarah tersebut.

Itu sebabnya saat kita sekolah kita akan mempelajari pelajaran sejarah. Memang saat sekolah di sekolah umum kita hanya akan sekilas mempelajari mengenai sejarah Islam. Berbeda hal dengan sekolah Islam, pelajaran sejarah yang ada pada Sejarah Kebudayaan Islam cukup banyak. Kita bisa mengetahui dengan detail mengenai perjalanan ajaran Islam yang sangat panjang. Dengan begitu kita akan lebih menghargai dan menghormati.

Di Indonesia, salah satu pendakwah yang menyiarkan ajaran Islam yaitu walisongo. Walisongo terdiri dari sembilan orang. Salah satu dari walisongo yaitu Syarif Hidayatullah. Artikel berdoa kali ini akan membahas mengenai biografi singkat dari Syarif Hidayatullah. Kita simak sama-sama ya.

Biografi Syarif Hidayatullah

Pada tahun 1448 M, Nyai Rara Santang atau dikenal dengan Syarifah Mudaim melahirkan seorang anak yang diberi nama Raden Syarif Hidayatullah dilahirkan di Jawa Barat. Ayah dari bayi tersebut yaitu Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda bin Nur Alam bin Jamaluddin Akbar.

Syarif Hidayatullah

Seorang pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim memiliki keturunan yang nantinya menyiarkan ajaran Islam. Sedangkan ibu dari Syarif Hidayatullah merupakan anak dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi. Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal dengan Sunan Gunung Jati merupakan salah satu walisongo yang menyiarkan ajaran Islam di Jawa Barat.

Pada umur 14 tahun, tahun 1462 M, Syarif Hidayatullah mempelajari ilmu agama dari ulama Mesir. Untuk mempelajari agama Islam, Beliau sampai berkeliling dunia. Kemudian di umur 20 tahun, Beliau menuntut ilmu ke Mekah.

Syarif Hidayatullah menikah dengan seorang perempuan yang berparas cantik yaitu Nyi Pakungwati pada tahun 1479 M. Nyi Pakungwati merupakan putri dari Pangeran Cakra Buana, Pangeran Walangsungsang. Beliau dikaruniai anak yang bernama Maulana Hasanuddin.

Tahun 1537 M, tepatnya saat usia Syarif Hidayatullah memasuki 89 tahun, Beliau menyerahkan jabatannya kepada Pangeran Pasarean. Beliau lebih fokus untuk berdakwah menyiarkan ajaran Islam. Kemudian pada usia 120 tahun, tahun 1568 M, Syarif Hidayatullah meninggal dunia dan dimakamkan di Gunung Sembung, Gunung Jati.

Saat Syarif Hidayatullah pergi ke Cina untuk menyiarkan ajaran Islam melalui pengobatan, Beliau menikah dengan penduduk Cina pada tahun 1481. Dia adalah putri dari negeri Cina yaitu putri Ong Tien. Tetapi putri Ong Tien meninggal pada tahun 1485 M.

Penyebaran ajaran Islam di Serang berjalan dengan baik. Pada saat itu Syarif Hidayatullah menikah karena dijodohkan dengan putri Adipati Banten. Akhirnya Syarif Hidayatullah menikah dengan Nyi Kawungten. Mereka dikaruniai anak yang bernama Nyi Ratu Winaon dan Pangeran Sebakingking.

Silsilah

Nyai Rara Santang merupakan putri dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Nyai Subang Larang. Beliau merupakan adik dari Kian Santang atau Pangeran Walangsungsang yang bergelar Cakra Buana atau Cakrabumi atau Mbah Kuwu Cirebon Girang yang berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. Syekh Datuk Kahfi merupakan seorang Muballigh yang berasal dari Baghdad bernama asli Idhafi Mahdi bin Ahmad.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Siti Fatimah (istri Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu), Sayid Khusein, Sayid Jaenal Abidin, Muhammad Bakir, Jafar Siddiq, Kasim Al Kamil, Idris, Albakir, Akhmad, Baidillah, Muhammad, Alwi, Ali Gajam, Abdul Malik, Amir, Jalaluddin, Jamaluddin, Nurul Alam (beristri putri Negara Mesir), Syarif Abdullah (beristri Ratu Rara Santang), Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

Syarif Hidayatullah menjadi Walisongo

Walisongo merupakan sembilan tokoh pendakwah yang menyiarkan ajaran Islam di daerah Indonesia.

Salah satu dari anggota walisongo yaitu Syarif Hidayatullah yang lebih dikenal dengan Sunan Gunung Jati.

Pertama kalinya Syarif Hidayatullah datang ke Cirebon yaitu pada tahun 1470 M bersama ibunya. Kemudian Beliau meneruskan dakwahnya dengan membangun pesantren. Setelah pamannya, Raden Walangsungsang raja pertama Kerajaan Cirebon, Syarif Hidayatullah menjadi raja kedua di tahun 1479 M. Kemudian Beliau diberi gelar Maulana Jati.

Karena hal itu, Syarif Hidayatullah dapat menempati salah satu bagian dari pemerintahan. Hal ini tidak disia-siakan oleh Beliau. Daerah Pesisir Cirebon hingga ke pedalaman Pasundan menjadi tempat untuk menyiarkan ajaran Islam. Dengan membangun infrastruktur seperti jalan penghubung memudahkan Beliau dalam menyiarkan ajaran Islam terutama di daerah Cirebon, Jawa Barat.

Pengobatan yang dilakukan di Cina merupakan salah satu cara untuk menyiarkan ajaran Islam. Ketika terdapat pasien yang ingin berobat, diharuskan melaksanakan sholat terlebih dahulu.

Hal Positif yang dapat Dipelajari

Dengan begitu Syarif Hidayatullah merupakan salah satu walisongo yang mendakwahkan ajaran Islam. Ajaran yang diajarkan dapat berkembang dengan pesat. Banyak orang juga yang akhirnya memutuskan untuk masuk Islam dan menjadi seorang mualaf. Masya Allah.

Perjuangan Beliau dalam menyiarkan ajaran Islam sungguh tidak mudah. Kita tidak bisa membayangkan sebesar dan sesulit apa halangan dan rintangan yang dihadapinya. Saat ini saja, banyak sekali paham-paham yang menyimpang dari ajaran Islam yang sesuai dengan syariat Islam. Bahkan banyak orang yang mengatasnamakan agama demi kepentingannya sendiri. Begini saja kita sudah merasa kesulitan. Dunia sudah semakin tua, kita tidak tahu kapan akan meninggal. Kapan sangkakala akan berbunyi. Ya semua masih menjadi rahasia Allah Subhanahu wa ta’ala.

Bagaimanapun juga kita harus terus berjuang untuk diri sendiri, orang lain, dan banyak orang. Pertahankan apa yang telah dilakukan para pendakwah. Jangan sia-siakan perjuangan mereka. Dengan melakukan berbagai hal berikut ini:

  • Lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
  • Lebih memperdalam ajaran Islam yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Jangan pernah berputus asa dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Baca Juga:

Demikianlah artikel mengenai biografi singkat dari Syarif Hidayatullah. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan Anda sekalian. Terima kasih.

Ajaran Sunan Giri

_pur
3 min read

Ajaran Sunan Gunung Jati

_pur
3 min read

Waktu Sholat dalam Islam

_pur
2 min read