Biografi Sunan Kalijaga (Sejarah, Perjalanan Hidup, Nama Lain, Kisah)

4 min read

Biografi Sunan Kalijaga

Biografi Sunan Kalijaga – Sunan Kalijaga, nama aslinya ialah Joko Said, lahir pada tahun 1450 M. Nama ayahnya adalah Wilatikta dan merupakan keturunan dari Ronggowale, seorang pemberontak Majapahit yang legendaris. Adipati Arya Wilatikta dikabarkan masuk Islam sebelum Joko Said lahir.

Tapi sebagai seorang Muslim, kebrutalan Islam ayahnya yang terkenal meniru kerajaan Hindu Majapahit. Misalnya pajak yang berlebihan pada masyarakat.

Joko Said atau Sunan Kalijaga yang masih sangat muda secara terang-terangan menentang kebijakan ayahnya. Janji terbesar Joko Said kepada ayahnya adalah ketika ia membongkar kandang hewan ducal dan kemudian membagikan beras melalui lumbung kepada masyarakat Tuban yang saat itu sedang kelaparan karena kemarau panjang.

Karena apa yang Anda lakukan Islami, ayahnya murka dan melakukan sidang harus mencoba Islam. Joko Said atau Sunan Kalijaga sempat mempertanyakan apa yang dia lakukan, tentunya dia tidak menyepelekan kesempatan ini. Karena para Islamis mengajarkan agama, mereka bertentangan dengan politik ketika banyak orang kelaparan dan miskin.

Karena dalam sebuah sifat arogan dari ayahnya. Ayah Sunan Kalijaga percaya bahwa Sunan Kalijaga mengajar tentang agama. Akhirnya Sunan Kalijaga diusir dari istana kadipaten dan diizinkan kembali jika bisa membebaskan Tuban dengan membaca ayat-ayat Alquran. Intinya Sunan Kalijaga sudah memiliki banyak ilmu agama dan terkenal dengan ilmunya.

Bahkan, Sunan Kalijaga tak tahan dengan retribusi yang diterima. Kaum Islamis masih mengambil makanan dari orang kaya yang pelit untuk dibagikan kepada massa. Sunan Kalijaga mengenakan baju hitam selama pertunjukan.

Hingga suatu ketika, Sunan Kalijaga dijebak dengan perampok aslinya. Para perampok justru mencuri dan memperkosa perempuan yang mengenakan pakaian seperti yang biasa disantap Sunan Kalijaga.

Saat Sunan Kalijaga berusaha menyelamatkan perempuan tersebut, perampok tersebut justru kabur. Sunan Kalijaga akhirnya ditangkap dan dijadikan kambing hitam karena dikepung oleh masyarakat. Alhasil, sang ayah sangat kecewa dan malah membuatnya terlampau jauh.

Sejarah Sunan Kalijaga

Sebelum Raden Said menjadi Walisongo, dia adalah seorang herbivora. Dia merampok orang kaya dan mencuri hasil panen dari kamp. Kemudian jarahan dan uang dicuri dan dibagi menjadi senjata.

Suatu hari ketika Raden Said sedang berada di hutan, dia bertemu dengan orang tuanya bahwa mereka mengambil tongkat. Kakek tertuanya adalah Sunan Bonang. Karena kakeknya datang seperti emas, Raden Said mengambil tongkat itu. Kemudian Raden Said berkata bahwa perampokan akan tersedia bagi orang miskin.

Namun Sunan Bonang tidak menekankan hal tersebut dan mengatakan kepada Raden Said bahwa Allah SWT tidak menerima perbuatan jahat. Kemudian Sunan Bonang menasihati Raden Said, dan saat itu Raden Said ingin menjadi murid Sunan Bonang.

Sunan Bonang kemudian memerintahkan Raden Said untuk bersemedi sambil memegang tongkat di tepi sungai. Raden Said baru bisa berangkat dengan kedatangan Sunan Bonang.

Tiga tahun lalu, Sunan Bonang datang dan Raden Said masih memegang tongkat itu. Saat itu Sunan Bonang memberi nama Raden Said dengan nama Kalijaga.

Raden Said diajari tentang Islam oleh Sunan Bonang. Kemudian Raden Said mulai berdakwah dan menyebarkan Islam. Ia memilih seni dan budaya seperti Wayang Kulit, Gamelan, Ukiran, dan Seni Suluk sebagai sarana dakwah.

Selain metode penyebaran Islam yang efektif, mereka juga memiliki tingkat keilmuan yang tinggi. Hal ini mengakibatkan Adipati Jawa menganut Islam pada umumnya misalnya Adipati Pandanaran, Adipati Kebumen, Adipati Banyumas, Adipati Kartasura, dan Adipati Pajang.

Nama Lain Sunan Kalijaga

Selain nama Raden Said, Sunan Kalijaga juga dikenal dengan beberapa nama lainnya yaitu Syekh Malaya, Ki Dalang Sida Rangti, Raden Abdurrahman, Lokajaya, Pangeran Tuban.

Nama-nama tersebut lekat dengan kisah salah satu tokoh Walisongo, mulai dari nama Said, Lokajaya, Syekh Malaya, hingga Sunan Kalijaga. Pada penjelasan di bawah ini anda akan menemukan nama Kalijaga sunan:

1. Lokajaya

Sebagai seorang pemuda, Sunan Kalijaga dikalahkan secara nakal. Hobine bermain, minum anggur, mencuri dan juga diusir karena orang tuanya malu atas kejahatan tersebut.

Tetapi ketika dia diusir dari rumah, musibahnya semakin parah. Raden Said menjadi nakal dan menjadi perampok yang menyebabkan kerusuhan di Hutan Jatisari. Semua orang takut pada wajah. Serat walisana gaya Asmaradana siswa XIX menunjukkan Sunan Kalijaga muda yang menggunakan nama Raden Said.

Membahayakan pemuda Islam sama sekali tidak normal, bukan hanya seorang perampok, tapi bisa membunuh mereka juga. Raden Said juga disebut Lokajaya.

Sebutan Lokajaya berarti “penguasa daerah” karena kata Loka berarti tempat, wilayah atau daerah, sedangkan Jaya berarti kemenangan atau kendali. Di sisi lain, nama Lokajaya bisa diartikan sebagai keterkaitan dengan lambang Tantra.

Karena istilah Lokajaya memiliki arti yang sama dengan Wisesa Dharani (penguasa bumi), Cakrabumi (pemimpin lingkaran cakra) dan Cakrabuwana sering digunakan oleh para praktisi ajaran tantra Bhairawa. Jika asumsi ini benar, istilah Lokajaya sangat cocok dengan Kalijaga.

Nama salah satu kesatria utama di pantai utara Jawa, yaitu Kalitangi (di Jawa Timur, Gresik), Kalijaga (di Jawa Barat, Cirebon) Kaliwungu (di Jawa Tengah, Kendal) dan semuanya berarti “Dewi Kali” (Sang Bumi).

2. Syekh Malaya

Nama Sunan Kalijaga, kecuali Raden Said, disebut juga Syekh Malaya. Nama Syekh Malaya terkait dengan fatwa bahwa dirinya adalah anak dari Tumenggung Melayakusuma.

Menteri Melayakusuma yang rakyatnya berasal dari angin asing datang ke Jawa dan diangkat menjadi Kepala Tuban oleh Sri Raja. Dia mulai menggunakan nama Wilatikta.

Pengucapan nama negara “Di Atas Angin” adalah salah pengucapan dari “Atta Anggin” yang merupakan hilangnya semua anggota tubuh (Rahu) karena tantrisme Bhairawa.

Kaitannya dengan simbol tantra Bhairawa tampaknya terkait dengan guru spiritualnya, Sunan Bonang, yang dalam khotbahnya di kediri, berhadapan dengan pemandu tantra Bhairawa yang berusaha mencegahnya.

3. Ki Dalang Seda Brangti

Kegiatan dakwah yang menggunakan pertunjukan barongan, tari topeng, dan wayang dipakai terhadap Sunan Kalijaga dengan cara bergilir dari satu tempat ke tempat lain. Sunan Kalijaga juga dikenal sebagai Ki Dalang Seda Brangti karena pekerjaannya sebagai dalang. Ini dijelaskan dalam Babad Tjirebon dalam genre Kinanthi.

Ki Dalang Brangti atau Sunan Kalijaga melakukan perjalanan sebagai dalang ke berbagai tempat dari Pajajaran hingga Majapahit. Orang yang ingin percaya bahwa film itu tidak dibayar dengan uang, cukup baca dua kalimat tersebut menjadi seperti berapa banyak orang yang masuk Islam dan Islam tumbuh pesat.

Keturunan Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga menikah dengan seorang wanita bernama Dewi Saroh Binti Maulana Ishak. Dari pernikahan ini ia dikaruniai 3 orang anak, Raden Umar Said, Dewi Dewi Rakayuh dan Sofia. Ada juga keturunan Sunan Kalijaga yang merupakan tokoh dari Walisongo yaitu Raden Umar Said atau yang lebih dikenal dengan Sunan Muria.

Maulana Ishaq atau ayah dari istrinya Sunan juga memiliki karakter anak Wali Songo, Sunan Giri. Saudara Dewi Saroh dan Sunan Giri. Sehingga ia menjadi keluarga yang sangat berpengaruh dalam menyebarkan Islam di Jawa.

Hingga saat ini makam Sungai Kalijaga di Demak masih sangat ramai dikunjungi peziarah. Ini karena penyebaran Islam di Jawa. Ia datang ke makamnya dan ada juga yang ingin meminta bimbingan tentang ilmu lanjutan Sunan Kalijaga.

Bagi anda yang menginginkan ilmu Sunan Kalijaga harus siap lahir batin. Selain itu, Anda harus mempunyai tekad yang kuat karena untuk menimba ilmu tersebut Anda perlu kerja keras. Ingat, ilmu ini harus digunakan dalam suatu hal-hal yang positif.

Perjalanan Hidup Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga adalah satu dari sembilan tokoh Wali Songo yang berperan dalam menyebarkan agama Islam di Jawa. Nama depannya adalah Raden Said, namun ia memiliki banyak nama lain seperti Lokajaya, Pangeran Tuban, Syekh Malaya, dan Raden Abdurrahman. Rangkaian nama ini punya cerita tersendiri. Hidupnya unik dan menarik, yang membuatnya memiliki banyak nama.

Ia lahir di Tuban sekitar tahun 1450 M dari ayahnya yang menjadi Adipati Tuban Arya Wilatikta di bawah pimpinan Kerajaan Majapahit. Ada beberapa pendapat tentang asal usul Sunan Kalijaga, yang pertama adalah keturunan Arab dan yang kedua menegaskan bahwa dia orang Jawa.

Di sumber lain, ia menyebut Sunan Kalijaga adalah keturunan Arab, Tionghoa, dan Jawa. Diceritakan oleh Rahimsyah, Sunan Kalijaga adalah keturunan Jawa. Bagi Ricklefs (1998), jika sejarah bangsa Indonesia sebelum Belanda tidak akurat, ia malah menambahkan bahwa tidak bisa diandalkan, pasti ada banyak versi cerita.

Karena itu diberikan secara lisan. Hal ini juga dipertegas oleh Atmodarminto (2001), bahwa sejarah Jawa dalam banyak buku, khususnya Kronik, pada umumnya bercampur dengan dongeng dan mitos sehingga dapat dilacak dengan lebih tidak berarti.

Kemudian Sunan Kalijaga Dewi menikah dengan Sarah binti Maulana Ishak. Para Islamis memiliki tiga anak dari dewi Saroh yang sudah menikah, termasuk Pangeran Omar Saidi, yang kemudian mewariskan mereka sebagai Islamis, dewi Rakayuh, Sunan Muria, Sofia, dan Dewi. Untuk menelusuri kisah dewi Sarah yang merupakan putri Maulana Ishak. Maualana Ishak Alone mempunyai seorang putra antara Sunan Giri dan Dewi Saroh.

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Biografi Sunan Kalijaga. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.