Cara Berdoa yang Baik dalam Islam Menurut Al Quran dan Hadits

2 min read

Cara Berdoa yang Baik

Cara Berdoa yang Baik dalam Islam Menurut Al Quran dan Hadits – Tiap manusia memiliki keinginannya masing-masing yang ingin diwujudkannya. Baik itu hal yang mendukung karirnya, jodohnya, atau hal-hal lainnya. Dengan berdoa, harapan yang kita inginkan dapat terbuka jalannya.

Berdoa adalah cara kita berharap hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Hanya Allah Subhanahu wa ta’ala yang dapat mewujudkan segala harap yang kita inginkan.

Lantas bagaimana kita tahu doa kita akan terkabul atau tidak? Jika kita berdoa sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam insya Allah akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Tahukah kamu bagaimana cara berdoa yang baik? Ulasan kali ini akan membahas cara berdoa yang baik agar doa dapat dikabulkan. Simak terus ya.

Berdoa

Pengertian Berdoa

Berdoa merupakan salah satu cara atau bentuk usaha dalam memohon sesuatu hal kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Dalam berusaha untuk mewujudkan sesuatu hal manusia harus bekerja keras untuk mewujudkannya. Selain itu, usaha yang kita lakukan tersebut harus dibarengi pula dengan berdoa. Hal inilah yang dimaksud dengan ikhtiar.

Segala sesuatu ikhtiar yang dilakukan manusia secara bersungguh-sungguh dan yakin maka akan dimudahkan dan dikabulkan. Namun hal itu harus dibarengi dengan faktor pendukung lainnya. Contohnya yaitu berdoa dengan cara yang baik.

Jika kita mengharapkan sesuatu kepada orang tua kita saja, kita akan meminta dengan melakukan hal-hal baik agar dibolehkan oleh orang tua kita. Bahkan kita akan merayu dengan jurus rayuan agar hati orang tua menjadi luluh. Begitu pula kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Supaya doa-doa kita dikabulkan, kita juga berdoa dengan cara yang baik.

Cara Berdoa yang Baik

Adapun berikut ini merupakan cara berdoa yang baik dalam Islam berdasarkan Al Quran dan hadits:

a. Diawali alhamdulillah dan dzikir

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّى أَحَدُ كُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيْدِ اللهِ وَ الثَنَاءِ ثُمَّ يُـصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ ثُمَّ يَدْعُوْ بِمَا شَاءَ

Artinya: “Jika seseorang di antara kamu berdoa, maka hendaklah ia mendahuluinya dengan alhamdulillah dan puji-pujian lainnya, lalu bershalawat kepada Nabi dan kemudian ia berdoa dengan apa yang ia kehendakinya.” (HR. Abu Daud)

Sebelum memulai berdoa, mulailah untuk berdzikir, tahlil, atau membaca puji-pujian kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Puji-pujian yang kita lakukan dapat berupa dzikir setelah sholat, takbir, tasbih, tahmid, tahlil, atau pun asmaul husna. Kemudian membaca alhamdulillah.

وَلِلهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوْهُ بِهَا ۖ وَذَرُوْا الَّذِينَ يُلْحِدُوْنَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Dan hanya milik Allah Al Asmaul Husna (nama-nama yang sangat indah), maka memohonlah kamu kepada-Nya dengan menyebut Al Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang telah mereka lakukan.” (QS. Al A’raf ayat 180)

Bisa juga dilengkapi dengan sholawatan atau kalimat istighfar.

b. Berdoa dengan suara yang lembut dan rendah diri

Berdoalah dengan suara yang lembut dan enak didengar. Berdoa dengan penuh harap dan jangan merasa doa kita akan dikabulkan. Dalam Al Quran surat Al ‘Araf ayat 55 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

ادْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ. وَلَا تُفْسِدُوْا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللهِ قَرِيْبٌ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: “Berdoalah (memohonlah) kepada Tuhanmu dengan penuh rasa rendah diri kepada-Nya dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al ‘Araf ayat 55-56)

Jika kita berbicara dengan suara yang keras seperti orang marah, maka sama saja kita memaksa dan tidak memohon dengan tulus. Sama halnya ketika kita melaksanakan sholat. Sholat kita lakukan dengan suara yang lembut. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

قُلِ ادْعُوْا اللهَ أَوِ ادْعُوْا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوْا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيْلًا

Artinya: “Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar Rahman. Dengan nama yang mana saja yang kamu seru, Dia mempunyai Al Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam sholatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS. Al Isra ayat 110)

c. Berdoa dengan penuh harap

Berdoa dengan sepenuh hati dan yakin Allah Subhanahu wa ta’ala akan mengabulkan doa-doa kita. Selain itu, melakukan hal-hal baik dengan segera juga dapat membantu diri kita.

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوْا يُسَارِعُوْنَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُوْنَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوْا لَنَا خَاشِعِيْنَ

Artinya: “Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka termasuk orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (QS. Al Anbiya ayat 90)

d. Berdoa di waktu mustajab

Berdoa di waktu mustajab artinya berdoa di waktu-waktu dikabulkannya doa. Contohnya seperti berdoa setelah sholat fardhu.

Abu Umamah bertanya tentang doa yang didengar oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

جَوْفَ اللَّيْلِ اْلآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكتُوْبَاتِ

Artinya: “Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai sholat fardhu.” (HR. At Tirmidzi)

Dengan mengamalkan cara berdoa yang baik yang telah diajarkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam semoga segala doa yang kita panjatkan dapat diijabah.

e. Tidak terburu-buru dalam berdoa

Memohon kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan tidak terburu-buru. Jangan pernah lelah dalam memohon. Teruslah memohon dengan penuh harap dan sabar.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan mengenai cara berdoa yang baik dalam Islam berdasarkan Al Quran dan Hadits yang dapat diamalkan. Semoga doa-doa kita dapat diijabah oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dan artikel ini bermanfaat untuk Anda sekalian. Terima kasih.

Waktu Mustajab dalam Berdoa

_pur
3 min read

Doa Belajar

Doa ibu
2 min read

Adab Mandi Wajib

Mandi wajib diartikan dengan cara menyiramkan air ke seluruh bagian tubuh dengan tata cara tertentu untuk menghilangkan hadas besar.
_pur
3 min read