Doa Ketika Marah dan Cara Meredam Amarah

2 min read

Doa Ketika Marah

Doa Ketika Marah dan Cara Meredam Amarah – Setiap orang pernah merasa senang, bahagia, sedih, kesal, benci, bahkan marah sekalipun. Sesabar-sabarnya seseorang juga pernah merasa marah terhadap sesuatu. Tinggal bagaimana seseorang tersebut mengatasi rasa marah dalam hatinya.

Sering sekali kita melihat di berita dan di sekitar kita, seseorang yang marah bisa sampai melukai, menyakiti, bahkan membunuh seseorang baik itu orang yang dikenal atau pun orang yang tidak dikenal. Orang yang marah merupakan target utama dari para setan. Sehingga sering sekali kita mendengar kata “khilaf” ketika seseorang telah melukai hati orang lain.

Oleh karena itu penting sekali seseorang menjaga atau mengontrol emosinya. Dalam Islam pun diajarkan, kamu dapat membaca doa saat sedang marah dan melakukan hal-hal baik lainnya. Berikut ini akan dijelaskan mengenai bacaan doa ketika marah dengan bacaan Arab, Latin, dan artinya, serta cara meredakan amarah dalam Islam. Simak terus ya.

Marah

Marah merupakan salah satu emosi yang terdapat pada manusia. Sifat pemarah memang dimiliki oleh tiap orang, tinggal bagaimana tingkat amarahnya tersebut dan apakah orang tersebut dapat mengontrol amarahnya.

Marah bisa menjadi sangat berbahaya ketika seseorang tidak dapat mengendalikan amarahnya. Karena setan akan menguasai hati kita dan menjadikan kita terhasut dan masuk ke dalam godaan setan.

Mengikuti rasa marah hanya menjadikan seseorang terlihat lemah. Sedangkan seseorang yang dapat bersabar dan mengendalikan amarahnya merupakan orang yang kuat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِيْ يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Artinya: “Orang yang kuat bukanlah dengan bergulat, namun orang yang kuat adalah yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Al Bukhari)

Orang yang dapat menahan amarahnya termasuk ciri-ciri orang yang bertakwa. Hal ini sebagaimana yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala firmankan,

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran ayat 134)

Doa Ketika Marah

Adapun berikut ini doa yang dapat dibaca ketika sedang marah yaitu sebagai berikut:

Bacaan Ta’awudz

Adapun berikut ini merupakan bacaan ta’awudz:

Bacaan Arab Ta’awudz

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Bacaan Latin Ta’awudz

A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim.

Terjemahan Arti Bacaan Ta’awudz

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Bacaan Doa Ketika Marah

Adapun berikut ini merupakan bacaan dari doa ketika marah:

Doa Ketika Marah

Bacaan Arab Doa Ketika Marah

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ

Bacaan Latin Doa Ketika Marah

Allahummaghfirli dzambii, wa adzhib ghaizha qalbii, wa ajirnii minasy syaithaan.

Terjemahan Arti Bacaan Doa Ketika Marah

“Ya Allah, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan.”

Cara Meredam Rasa Marah

Amarah perlu dikendalikan, agar kita tidak menyesal setelahnya. Kita tidak tahu apa yang akan kita lakukan saat marah. Apakah perbuatan yang kita lakukan karena terpengaruh rasa marah akan mendatangkan penyesalan yang teramat?

Emosi yang datang karena rasa marah bisa menjadi tak terbendung. Setan yang menguasai hati kita isa menyebabkan pikiran kita tidak jalan. Hati yang penuh dengan dengki, kesal, dan campur tangan setan tidaklah menimbulkan hal baik. Oleh karena itu, kita perlu untuk meredakan amarah.

Cara yang dapat dilakukan untuk meredam rasa marah yang terus bergejolak di dalam hati yaitu sebagai berikut:

a. Memperbanyak membaca ta’awudz

Ta’awudz merupakan salah satu bacaan yang dapat mengusir setan agar tidak dapat menggoda manusia. Ta’awudz juga dapat meredakan amarah seseorang.

Sulaiman bin Shard Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa,

اِسْتَبَّ رَجُـلاَنِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ عِنْدَهُ جُلُـوْسٌ، وَأَحَدُهُمَا يَسُبُّ صَاحِبَهُ مُغْضَبًا قَدْ اِحْمَرَّ وَجْهُهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنِّي َلأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ! لَوْ قَالَ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. فَقَالُوا لِلرَّجُلِ: أَلاَّ تَسْمَعُ مَا يَقُولُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ قَالَ: إِنِّي لَسْتُ بِمَجْنُوْنٍ

Artinya: “Ada dua orang yang saling mencaci di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sedangkan kami tengah duduk-duduk di sekeliling Beliau, salah seorang dari keduanya mencaci yang lainnya seraya marah-marah dengan wajah yang merah, lalu Nabi bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah kalimat, apabila ia mengucapkannya maka apa yang didapatkannya (marah) itu akan hilang, yaitu apabila ia mengucapkan, “A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim” (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).” Mereka berkata kepada orang tersebut, “Apakah kau tidak mendengar perkataan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam?” Ia berkata, “Sesungguhnya aku bukan orang yang gila.”” (HR. Al Bukhari)

b. Membaca doa marah

c. Diam dan merubah posisi ketika marah

Ketika seseorang marah, sebaiknya diam dan merubah posisi tubuhnya ketika marah. Hal ini dapat membantu meredakan amarah.

وَ إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian marah, maka diamlah.” (HR. Ahmad)

Dari Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُـمْ وَهُوَ قَائِـمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلاَّ فَلْيَضْطَجِعْ

Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian marah sedangkan ia dalam keadaan berdiri maka duduklah hingga amarah itu hilang, namun jika tidak hilang juga maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud)

d. Beristighfar, bertaubat, dan berdzikir

Menengadahkan kepala ke atas langit dengan terus berdzikir, beristighfar, dan bertaubat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala atas segala nikmat dan karunia yang diberikan serta sadar akan banyaknya dosa yang telah diperbuat.

e. Mengambil Air Wudhu

Athiyyah As Sa’di Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

Artinya: “Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud)

Dengan begitu, air wudhu dapat membantu menurunkan emosi yang menggebu.

Hal-hal tersebut dapat dilakukan agar rasa marah yang memenuhi dada dapat berkurang dan lama-lama berkurang.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai doa ketika marah yang telah dijelaskan secara lengkap dan jelas. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda sekalian. Terima kasih.

Waktu Mustajab dalam Berdoa

_pur
3 min read

Doa Belajar

Doa ibu
2 min read

Doa Ketika Mendengar Petir

Doa ibu
2 min read