Doa Masuk Kamar Mandi dan Artinya Sesuai Sunnah

6 min read

Doa Masuk Kamar Mandi – Dalam ajaran agama Islam, ketika akan keluar masuk kamar mandi (toilet), ada doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca. Selain itu, di kamar mandi terdapat prosedur, termasuk tidak melihat kiblat saat buang air kecil.

Hal ini diriwayatkan oleh Abu Malik al-Harits bin Ashim yang dilihat oleh Nabi Muhammad SAW bersabda, “bersuci (thaharah) adalah separuh dari keimanan ” (H.R. Muslim 223). Pemurnian dapat dibedakan secara eksternal dan murni secara internal. Pembersihan eksternal berarti membersihkan diri dari kenajisan dan kenajisan.

Bagian dari pemurnian adalah Istinja. Hukum istinjaa wajib bagi orang yang buang air besar dan orang yang buang air kecil. Beristinja dapat dilakukan dengan air atau benda padat (keras dan keras) seperti batu, kertas atau daun kering.

Rasulullah SAW yakni telah selalu mengajari umatnya untuk melakukan berbagai hal kecuali dengan shalat. Nabi (saw) tidak hanya mengajarkan doa tetapi juga mengajari mereka tata krama dan tata krama saat melakukan berbagai hal.

Salah satu hal yang harus diselidiki oleh seseorang yang, jika terpaksa membuat di suatu tempat terbuka, yakni:

Jangan sembarangan membuang air terutama di lubang hewan, di tempat penampungan hewan, di bawah pohon, tempat berkumpul, di jalan raya, dan sebagainya. Karena ini berpotensi membahayakan manusia dan makhluk lain, tetapi Islam mengajarkan untuk tidak merugikan siapa pun.

Dilarang berbalik atau berbelok ke arah kiblat saat buang air kecil di luar ruangan. Jika dilakukan di ruang tertutup khusus untuk buang air besar seperti toilet, maka hukumnya makruh. Gunakan tangan kiri Anda (Cebok) untuk membersihkan.

Bacaan Doa Masuk Kamar Mandi/WC

Sebelum masuk ke kamar mandi ini ada baiknya membaca doa masuk ke kamar mandi sebagai berikut.

Doa-Masuk-Kamar-Mandi-1

Bismillâhi Allâhumma innî a’ûdzu bika minal khubutsi wal khabâitsi

Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari godaan iblis jantan dan betina”.

Hikmah dalam doa tersebut ialah sebagai mencari perlindungan Tuhan agar kita dapat diselamatkan dari para wanita dan pria setan yang sering ragu untuk membersihkan kita, menipu kita dengan ilusi ketika memasuki toilet, dan melindungi alat kelamin kita dari tindakan yang mengerikan dan keji, yaitu Zina.

Doa tersebut yakni dapat diucapkan ketika kita ingin ke toilet, tetapi posisi kita masih di luar toilet karena ketika kita ke toilet kita tidak bisa mengucapkan kata-kata yang besar seperti nama Allah, ayat Alquran nama Nabi, dan doa.

Bacaan Doa Keluar Kamar Mandi/WC

Jika Anda keluar dari kamar mandi, kami menyarankan Anda membaca doa berikut.

Doa-Keluar-Kamar-Mandi

Guhfroonaka alhamdulillahi alladzi adzhaba ‘anni al-adza wa ‘aafaani. Allahumma ij’alni minat tawwaabiina waj’alni minal mutathohhiriin. Allahumma thohhir qolbi minan nifaaqi wa hashshin farji minal fawaahisyi

Artinya:
“Dengan mengharap ampunanmu, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dari tubuhku, dan menyehatkan aku. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai bagian orang yang bertobat dan jadikanlah aku bagian dari orang yang suci. Ya Allah, bersihkan hatiku dari kemunafikan, dan jaga kelaminku dari perbuatan keji (zina).”

Saat berada di kamar mandi, kita bisa membuat kesalahan dengan tidak sengaja membayangkan hal-hal yang tidak ada dan sebagainya, karena saat kita keluar kita memohon ampun kepada Tuhan.

Tetap puji syukur kepada Tuhan, yang menghapus noda penyakit dan kami tidak melupakan Tuhan bahwa kami menjadi baik dan melindungi kami dari tindakan yang bisa ditolak.

Adab Masuk Kamar Mandi

Doa-Masuk-Kamar-Mandii

Salah satu sopan santun yang tidak diketahui oleh tata krama Islam-mandi. Bagi sebagian orang, tingkah laku saat buang air atau di kamar mandi mungkin tidak penting, namun dalam Islam setiap perbuatan memiliki efek dan aturan. Berikut beberapa etiket kamar mandi yang sering diabaikan:

1. Berdoa Sebelum Masuk

Seperti aktivitas lainnya, jika Anda memasuki kamar mandi, Anda harus membaca doa. Berbicara tentang al-Tirmidzi dari Sayyidina Ali, beliau mengatakan bahwa Nabi bersabda, “Pembatas antar makhluk halus ditinjau dengan alat kelamin laki-laki ketika salah satunya ke kamar mandi, katanya ‘Bismillah’.”

Dari Anas bin Malik dia bersabda: “Rasulullah SAW ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.” (HR. Bukhari no. 142 dan Muslim no. 375)

2. Mendahulukan Kaki Kiri

Rasul memang suka mengutamakan sisi kanan dulu, tapi kalau ke kamar mandi kaki kiri jadi yang pertama. Mengapa? Hal ini dikarenakan kamar mandi adalah tempat yang kotor dan kita masuk ke dalam keadaan yang kotor.

Sehingga kaki kiri di utamakan yang melambangkan kotoran. Sementara itu saat kita keluar dari kamar mandi, kita harus membersihkan diri kita sendiri, yang ditandai dengan mengeluarkan kaki dengan benar terlebih dahulu.

“Rasulullah SAW lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari no. 168 dan Muslim no. 268)

3. Tidak Berlama-Lama

Salah satu godaan iblis ialah duduk di kamar mandi. Di kamar mandi sebagai tempat setan, setan pun menjadi keranjingan menyembunyikan mereka agar bisa tinggal di dalam rumah.

Nabi Muhammad SAW telah bersabda tentang Zaid bin Arqam radhiyallahu anhu: “Sesungguhnya toilet ini dihadiri setan. (HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

4. Tidak Menghadap atau Membelakangi Kiblat

Saat kosong di kamar mandi, jangan melihat jauh dari kiblat. Nabi (saw) bersabda tentang Abu Ayyub Al Anshori: “Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya. Akan tetapi, hadaplah ke arah timur atau barat.” Abu Ayyub mengatakan, “Dulu kami pernah tinggal di Syam. Kami mendapati jamban kami dibangun menghadap ke arah kiblat. Kami pun mengubah arah tempat tersebut dan kami memohon ampun pada AllahTa’ala.” (HR. Bukhari no. 394 dan Muslim no. 264)

5. Tidak Beristinja Dengan Tangan Kanan

Dalam ajaran agama Islam, tangan yang digunakan untuk beristinja ‘adalah tangan kiri. Tangan kanan digunakan untuk makan dan aktivitas yang lainnya.

Dari Abu Qotada, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian minum, janganlah ia bernafas di dalam bejana. Jika ia buang hajat, janganlah ia memegang kemaluan dengan tangan kanannya. Janganlah pula ia beristinja’ dengan tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 153 dan Muslim no. 267)

6. Diam

Di kamar mandi, umat Islam harus tetap tanpa berkata apapun, sembarang nyanyian. Bahkan saat seseorang menyapa kita, kita perlu tetap tenang. Dari Ibn ‘Umar radhiyallahu’ anhuma dia berkata:

“Ada seseorang yang melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau sedang kencing. Ketika itu, orang tersebut mengucapkan salam, namun beliau tidak membalasnya.” (HR. Muslim no. 370)

7. Berdoa Sesudah Keluar

Saat masuk kamar mandi, kita harus sholat, jadi kita harus sholat bahkan setelah keluar dari kamar mandi.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
“Rasulullah SAW biasa setelah beliau keluar kamar mandi beliau ucapkan “ghufronaka” (Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu).” (HR. Abu Daud no. 30, At Tirmidzi no. 7, Ibnu Majah no. 300, Ad Darimi no. 680)

Inilah beberapa tata krama di kamar mandi yang perlu dipahami dan dipraktikkan. Ingatlah bahwa kamar mandi adalah tempat perlindungan setan yang harus diawasi sehingga penerapan budi pekerti menurut hukum Islam menjadi sangat penting.

Hadits Doa Masuk WC atau Kamar Mandi

Hadits ke-81. Dari Anas ibn Malik – semoga Allah meridhoi ia bersabda: Jika Nabi Muhammad SAW, ketika dia masuk ke toilet, ia berkata:

Hadits-Doa-Masuk-WC-1

Artinya:
“Ya Allah sesunggungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari jin laki-laki dan jin wanita.”

Ada kisah Muallaq dengan Lafadz:

Hadits-Doa-Masuk-WC-2

Artinya:
“Apabila ingin masuk wc.”

Keuntungan Hadits Apa yang akan Anda katakan saat memasuki toilet? Kami merekomendasikan menggunakan toilet untuk membaca doa ini

Hadits-Doa-Masuk-WC-3

Dan di cerita lain, yang dilengkapi dengan tambahan kata “Bismillah”. Dan “Bismillah” dengan kisah Tirmidzi: “Penutup antara aurat manusia dengan pandangan jin yaitu ucapan Bismillah.”

Kemudian dari ucapan: “Apakah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam إِذَا دَخَلَ.” Ini adalah fi’il madhi, yang artinya “memiliki”. Jadi artinya, “Apakah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat masuk ke toilet?” Sementara sebagian ulama mengatakan bahwa yang diriwayatkan adalah fi’il madhi, namun niatnya adalah mustaqbal (kemauan). Seperti yang Tuhan perintahkan:

Hadits-Doa-Masuk-WC-4

Artinya:
“Apabila kamu telah membaca Al-Qur’an, ta’awudzlah.” (QS. An-Nahl[16]: 98)

Intinya adalah “kemauan”. Karena Ta’awudz dibuat sebelum Alquran dibacakan. Tetapi Tuhan ada dengan berbicara dalam bahasa roh.

Artinya terkadang madhan fi’il digunakan untuk mengartikan sesuatu akan datang dan dapat dipahami. Karena kata ََ, perselisihan ilmiah muncul tentang masalah apakah kita dapat mengaji dzikir di toilet.

Ketahuilah bahwa dzikir mencakup dua jenis di sisinya; Ada dzikir hati dan juga dzikir. Dzikir Hati, artinya orang lain merancang ayat-ayat Allah, mengingat wahyu Tuhan dan lain-lain.

Jadi dzikir yang merupakan hakikat hati, semua ulama mengatakan bisa melakukannya di toilet. Adapun dzikir yang bersifat lisan, kata Subhanallah, Alhamdulillah, demikianlah ketidaksetujuan para ulama. Pendapat Jumhur mengatakan bahwa hal itu tidak diperbolehkan.

Ini karena memuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, jamban masih dalam keadaan najis dan sebagainya. Sementara itu, sebagian ulama mengatakan bahwa dzikir diucapkan secara lisan di toilet.

Karena di sini Nabi bersabda kepada Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Jika sudah datang”. Kata fi’il madhi mengacu pada “memiliki”. Itulah yang dikatakan Nabi setelah masuk. Itu artinya kata tersebut diperbolehkan. Dia juga berdebat dengan hadits ‘A’ishah:

Hadits-Doa-Masuk-WC-5

Artinya:
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdzikir pada setiap keadaannya.” (HR. Bukhari Muslim)

Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdzikir dalam setiap situasi, termasuk di toilet. Para ahli mengatakan bahwa orang-orang ini bingung di alam liar, bukan di toilet.

Jadi tidak tahu apakah ada sengketa ulama atas kemampuannya. Misalnya, di taman belakang dan di gurun, ada orang di tengah semak, tidak ada yang bisa melihat, tidak ada yang di bicarakan di toilet.

Jadi pada saat itu tidak ada masalah untuk dzikir. Karena memang tidak disebut sebagai toilet. Premisnya adalah ketika itu terjadi disebut toilet di dalam.

Masalahnya untuk toilet sekarang. Dimana kamar mandi sekarang sudah kita kosongkan, maka kita langsung menyiraminya kemudian kotorannya hilang. Dimana sekarang sudah banyak orang yang membersihkan toilet.

Bisakah Anda membandingkannya dengan gurun atau tidak? Beberapa ilmuwan sekarang menemukan toilet bersih biasanya dibandingkan dengan gurun modern.

Jika kita menajiskannya, maka hukum itu menjijikkan. Hal ini berdasarkan hadits bahwa Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam sedang kencing ketika seorang sahabat Nabi Sallallahu’ Alaihi wa Sallam bersabda, sambil mengatakan bahwa Nabi tidak menjawab salam tersebut. Hingga saat itu, Nabi tayamum di dinding, setelah Nabi menjawab salam. Kemudian Nabi bersabda Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

Hadits-Doa-Masuk-WC-6

Artinya:
“Aku tidak suka berdzikir kepada Allah dalam keadaan tidak di atas kesucian.”

Masalahnya adalah Anda pergi ke kamar mandi, tetapi kami tidak buang air besar atau percikan. Misalnya, bisakah Anda mengaji saat di toilet sambil mencuci? Dzahir – Wallahu a’lam – bisa. Kalau toiletnya seperti sekarang, yang najis itu lenyap dan diganti dengan air suci.

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Doa Masuk Kamar Mandi. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat.