Doa Masuk Masjid

3 min read

Doa Masuk Masjid

Masjid merupakan salah satu rumah Allah SWT. Tentu saja, kita harus membaca doa ketika akan keluar dan masuk masjid. Ini bisa mencegah kita untuk melakukan hal-hal yang melanggar etika saat berada di dalam sebuah masjid.

Masjid dapat menjadi sebuah ladang kebaikan dan pengampunan bagi siapa pun yang memasukinya. Sebaliknya, Rumah Ibadah ini dapat berkontribusi terhadap dosa jika Anda melanggar etika masjid, misalnya untuk menyebarkan kejahatan dan kebencian di masjid.

Untuk mengambil posisi yang bagus di mata umat Islam karena mereka menjadi tempat bersatu ketika mereka berdoa dengan cara berjamaah dan ibadah lainnya. Orang-orang Muslim akan selalu menjadi mulia ketika mereka kembali ke masjid yang berkembang, seperti generasi Salaf sebelumnya.

Doa Masuk Masjid

Doa-Ketika-Masuk-Masjid

Allahummaf tahlii abwaaba rohmatika

Artinya :
“Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu”.

Doa Keluar Masjid

Doa-Keluar-Masjid

Allahuma inni asaluka minfadlika

Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepadamu, karunia dari-Mu”.

Adab – Adab Ketika Di Masjid

Sebagai rumah atas rumah-rumah Allah Ta’ala, yang memainkan sebuah peran penting, ada berbagai etika yang telah ditetapkan Islam ketika mereka ada di dalamnya. Di antara hal-hal lain:

1. Mengikhlaskan Niat Kepada Allah Ta’ala

Biarkan seseorang yang ingin pergi ke masjid mengekspresikan niatnya untuk Allah Ta’ala untuk menerima ibadah yang dia lakukan di masjid. Dia harus pergi ke masjid untuk memenuhi tugas seorang pelayan untuk menyembah Allah Ta’ala tanpa merasa dipuji oleh laki-laki atau terlihat oleh masyarakat. Karena sebenarnya setiap latihan tergantung dari niat.

2. Berpakaian Indah Ketika Hendak Menuju Masjid

Sebagaimana Allah Ta’ala telah memerintahkan dalam Firman-Nya:

“Wahai putra Adam, kenakan pakaian indahmu di setiap masuk masjid.”

Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah rahimahullah yakni telah berkata, “Dalam ayat ini, Allah tidak hanya untuk memerintahkan hamba-Nya dalam menutupi auratnya, akan tetapi mereka telah diperintahkan dalam mengenakan hiasan, sehingga mereka harus mengenakan pakaian terbaik saat berdoa.

Dan dalam kitab tafsir, seorang Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “berdasarkan ayat ini dan ayat-ayat yang dihiasi dihiasi semisalnya, kapan harus shalat, terutama pada hari Jumat dan pada hari raya. Termasuk perhiasan yakni sejenis parfum dan siwak”.

3. Hindari Makanan yang Berbau

Larangan seseorang yang makan dengan sebuah makanan yang berbau tidak sedap, misalnya, makanan yang menyebabkan bau mulut, seperti bawang merah, bawang putih, pisang, jengkol, dan bahkan merokok atau orang lain, dapat berpartisipasi dalam doa bersama berdasarkan hadits.

Menurut Jabir radhiallahu’anhu, Rasulullah SAW telah mengatakan, “Siapa pun yang makan dari tanaman ini (semacam bawang dan semisalnya) tidak boleh mendekati masjid kami, karena malaikat sebenarnya terganggu oleh bau seperti manusia.”

Hadits dapat digunakan untuk apa saja yang berbau tidak sedap dan dapat mengganggu orang yang berdoa atau mempraktikkan bentuk ibadah lainnya. Tetapi jika seseorang mengenakan sesuatu yang dapat mencegah bau pasta gigi yang tidak sedap sebelum ia pergi ke masjid, tidak ada larangan baginya untuk mengunjungi masjid sesudahnya.

4. Bersegera Menuju Rumah Allah Ta’ala

Kunjungan langsung masjid adalah salah satu karakteristik antusiasme seorang Muslim untuk beribadah. Ketika dalam waktu sholat tiba, mari kita bergegas ke masjid, karena di sana ada pahala yang sangat besar, berdasarkan hadits:

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Muhammad SWA berkata, “Jika orang tahu kebajikan dari keputusan pertama dan mereka tidak bisa mendapatkannya, jika mereka tidak akan pasti menarik banyak, dan jika mereka kebajikan yang tergesa-gesa untuk Masjid, mereka pasti akan bersaing”.

5. Berjalan Menuju Masjid Dengan Tenang dan Sopan

Harus mendekati doa dengan sungguh-sungguh, dengan tenang dan damai. Nabi sallallaahu’alaihi Wasallam melarang umat-Nya dari bergegas untuk sholat meskipun sholat telah ditetapkan.

Abu Qatadah radhiallahu’anhu berkata, “Ketika kami shalat bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam, tiba-tiba ia mendengar suara beberapa orang.” Setelah berdoa, dia ingat

“Apa yang terjadi denganmu?” Mereka menjawab, “Kami sedang terburu-buru berdoa.” Nabi menegurnya: “Jangan lakukan itu. Ketika Anda pergi shalat, Anda harus pergi diam, dan rakaat yang Anda dapatkan dan rakaat yang hilang sempurna.”

6. Tenang dan Tidak Terburu-buru

Perlu dicatat bahwa seorang Muslim memasuki masjid dalam keadaan tenang dan tidak menutup jari-jarinya saat dia sedang sholat. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi SAW telah berkata, “Ketika iqamah dibacakan, jangan berjalan dengannya, tetapi datanglah dengan tenang.

Apa yang Anda dapatkan, sembahyang dan apa yang tersisa, lalu sempurnakan. Sungguh, salah satu dari Anda akan berdoa dan dia sedang berdoa.” (HR Bukhari dan Muslim).

7. Mendahulukan Kaki Kanan Ketika Masuk Masjid

Adalah memalukan bagi seorang Muslim untuk memasuki masjid, menempatkan kaki kanannya terlebih dahulu ketika memasuki masjid, dan berkata, “Saya mencari perlindungan kepada Allah Yang Maha Agung dan Yang Mulia dan dalam kekuasaan-Nya sebelumnya di hadapan iblis itu.” (HR. Abu Dawud)

8. Berdzikir, Membaca Alquran atau Sunnah

Ini digunakan sebagai menghabiskan waktu menunggu shalat didirikan dengan bermeditasi pada Allah, membaca Alquran, atau Sunnah. Dan berusaha berada di kuil pertama di sebelah kanan pendeta.

9. Mendahulukan Kaki Kiri Ketika Keluar Masjid

Telah di sunnahkan untuk membaca bacaan ketika sudah keluar dari masjid di kaki kiri dan berkata, “Atas nama Allah, salam kepada Utusan Allah, Tuhan melindungi saya dari setan terkutuk.” (HR. Ibn Majah dan HR. Abu Dawud)

10. Dibolehkan Tidur di Masjid

Ini karena ini mungkin karena kebutuhan seperti orang miskin dan tunawisma. Namun, dilarang menjadikan masjid sebagai tempat tinggal dan diskusi, kecuali untuk karakter khas dan sebagainya.

11. Boleh Memakai Sandal Di Masjid

Imam At-Thahawi berkata, “Datanglah seekor nuri yang khawatir atas doa Nabi SAW dengan sandal di masjid.”

Menurut Hadits Sa’id Bin Yazid, ia bertanya kepada Anas bin Malik: “Apakah Nabi SAW berdoa dengan dua sandalnya?” Anas telah menjawab, “Ya.”

12. Boleh Membawa Anak Kecil Ke Masjid

Dia mengatakan dari Abu Qotadah radhiallahu’anhu, “Suatu ketika, Nabi SWA (untuk sholat) keluar mengenakan Ummah Abil ‘Ash, dia berdoa, dan ketika dia membungkuk, dia menurunkannya dan berdiri dia memakai kembali. “

Imam Al-‘Arahahahullah berkata, “Hadits ini menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk membawa anak-anak kecil ke masjid”. Adapun hadits yang mengatakan, “Jauhkan anak-anakmu dari masjid,” itu adalah hadis (Dhaif) yang ditafsirkan oleh Ibn Hajar, Al-Mundziri, Ibn Jauzi, Ibn Katsir, dan lainnya.

13. Boleh Makan Dan Minum Di Masjid

Makan dan minum di masjid diperbolehkan karena tidak mencemari masjid. Menurut hadits Abdullah bin Harits radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Kami telah makan daging di masjid dengan Nabi SAW”.

14. Menjaga dari Ucapan yang Jorok dan Tidak Layak di Masjid

Situs suci tentu saja hanya cocok untuk pidato suci dan terpuji. Karena itu, mereka tidak boleh bertengkar, berteriak, menyanyikan puisi buruk di masjid dan sebagainya. Juga dilarang berbelanja di masjid dan melaporkan barang yang hilang.

Nabi berkata, “Jika Anda melihat seorang pria di masjid membeli atau menjual, katakan,” Semoga Allah tidak memberi Anda keberuntungan dalam penjualan Anda. ” Semoga Allah tidak pernah mengembalikannya kepada Anda.”

Masjid merupakan salah satu rumah Allah SWT. Tentu saja, kita harus membaca doa ketika akan keluar dan masuk masjid. Masjid dapat menjadi sebuah ladang kebaikan dan pengampunan bagi siapa pun yang memasukinya.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara jelas dan lengkap yakni mengenai Doa Masuk Masjid, Keluar Masjid beserta arti dan penjelasan lainnya secara lengkap.

Doa Sehat Jasmani Rohani

_pur
3 min read

Doa Agar Keluarga Harmonis

_pur
3 min read