Doa Nabi Ibrahim

2 min read

Doa Nabi Ibrahim

Besok dimulai hari baru. Pagi yg menentukan bagaimana seseorang akan menjalani sisa hari sampai malam. Sangat disarankan untuk mengisi pagi hari dengan penuh semangat. Karena di pagi hari Allah SWT mengirimkan rahmat-Nya ke seluruh alam.

Pagi hari sangat luar biasa dan itu disadari oleh nabi Ibrahim. Bapak para nabi ini tidak pernah melewatkan pagi zikir dan menyembah Allah SWT.

Dalam beberapa buku, Nabi Ibrahim selalu mengisi pagi hari dengan doa kepada Allah. Doa ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim untuk selalu diberikan rezeki oleh Allah SWT.

Di dalam Al-Quran dengan pernyataan yang jelas bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk berdoa dan memohon kepada-Nya dalam segala hal.

Al-Quran menunjukan banyak doa yang diucapkan oleh hamba pilihan Allah. Ada banyak doa yang diucapkan oleh para rasul dalam kisah perjalanan mereka.

Dan dari doa-doa ini, kita dapat menarik pelajaran dan wawasan berharga yang dapat ditiru secara luar biasa ketika kita bermunajat kepada Allah SWT.

Inilah kumpulan doa Nabi Ibrahim :

Doa Nabi Ibrahim Ketika Pagi Hari

Bacaan Latin : (Allahumma inna haza kholqun jadidun faftahhu ‘alayya bitto’atika wakhtimhu li bimaghfirotika wa ridwanika warzuqni fihi hasanatan taqbaluha minni wa zakkiha wa dho’ifha li wa ma ‘amiltu fihi min sayyitin faghfirli innaka ghafurur rohim wadudun karimun.)

Artinya : “Ya Allah, hari ini adalah ciptaan yang baru, maka bukalah hari ini dengan kepatuhanku kepada-Mu, dan tutuplah hari ini dengan ampunan dan ridha-Mu. Berilah saya rezeki kebaikan hari ini, terimalah kebaikan itu dari saya, bersihkanlah dan lipatgandakanlah untuk saya. Amal buruk yang saya lakukan hari ini, ampunkanlah. Engkau Maha Pengampun, Penyayang, Pengasih dan Maha Mulia.”

Doa Nabi Ibrahim ketika meminta Keturunan

  • Terdapat dalam Q.S As-Shaffat : 100.

Bacaan latinnya : (Robbi hab lii minash-shoolihiin)

Artinya : “ya Allah anugrahkan kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh”

  • Terdapat dalam Q.S Ibrahim : 35.

Bacaan latinnya : (Wa iz qoola ibroohiimu robbij’al haazal-balada aaminaw wajnubnii wa baniyya an na’budal-ashnaam)

Artinya : “Dan (ingatlah), ketika ibrahim berdoa : ya Tuhan jadikanlah negeri ini (mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala”

  • Terdapat dalam Q.S Ibrahim : 40-41.

Bacaan latinnya : (robbij’ alnii muqiimash-sholaati wa min zurriyyatii robbanaa wa taqobbal du’ aaa’. Robbanaghfir lii wa liwaalidayya wa lilmu’ miniina yauma yaquumul-hisaab)

Artinya : “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang ibu-bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari kiamat)”

  • Terdapat dalam Q.S Al-Baqarah : 126.

Bacaan latinnya : (wa iz qoola ibroohiimu robbij’al haaza baladan aaminaw warzuq ahlahuu minas-samarooti man ammana min-hum billaahi wal-yaumil-aakhir)

Artinya “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, ya Tuhanku jadikanlah (negeri mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian”

Penjelasan arti dari doa nabi Ibrahim

Melihat doa-doa yang telah didoakan Nabi Ibrahim di atas, ada asuhan dan teladan yang mulia yang harus ditiru oleh setiap Muslim yang menjalankan hidupnya dan dalam mengirimkan permintaan kepada Allah SWT.

Ketika Nabi Ibrahim ingin memiliki keturunan, ia pertama kali memintanya untuk Allah dengan permintaan keturunan saleh. Dalam bahasa Arab, kata “saleh” berarti patut, pantas atau layak. Keturunan yang saleh merupakan keturunan yang cocok dalam segala hal.

Kepribadian yang tepat dengan moralitas yang terpuji, perilaku yang benar, dan bahasa yang tidak merugikan orang lain, juga secara ilmiah, ekonomi, dan sebagainya.

Keturunan seperti itu diinginkan oleh Nabi Ibrahim. Ia meminta keturunan yang sifatnya saleh, tidak pintar, ganteng, kaya dan sebagainya.

Kedua, Nabi Ibrahim selalu memasukkan dalam doanya anak-anak dari keturunannya. Dia tidak hanya meminta kepada Allah untuk kebaikan bagi dirinya sendiri, tetapi juga untuk anak-anak dari keturunannya.

Ini menunjukkan bahwa Ibrahim sebagai orang tua tidak egois dan tidak ingin menikmati fasilitas yang Tuhan berikan kepadanya tanpa melibatkan anak-anaknya.

Dia selalu berharap bahwa setiap rasa yang dia rasakan dapat dinikmati oleh anak dan keturunannya.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Doa Nabi Ibrahim. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.

Waktu Mustajab dalam Berdoa

_pur
3 min read

Doa Belajar

Doa ibu
2 min read

Doa Ketika Mendengar Petir

Doa ibu
2 min read