Doa Qunut Nazilah

2 min read

Doa Qunut Nazilah

Berikut ini adalah materi tentang doa qunut nazilah, bacaan arab, latin dan artinya serta hal penting yang perlu diperhatikan saat memperaktekkannya.

Ketika mendapatkan ujian atau malapetaka dari Allah SWT, Anda sebagai seorang Muslim diminta untuk ikhtiar dan bersabar. Diharapkan juga bahwa Anda akan selalu berdzikir dan bersholawat atas nama Nabi Muhammad SAW.

Anda juga dapat melafalkan Doa Qunut Nazila, yang berarti bahwa Anda menghadap Allah SWT dan berserah diri secara spiritual untuk mencari pengampunan dan petunjuk-Nya.

Doa Qunut Nazila menawarkan berbagai bacaan yang dapat digunakan ketika Anda berada dalam situasi yang buruk atau memiliki masalah serius. Jika Anda membaca doa Qunut ini, semoga masalah atau malapetaka akan segera teratasi.

Bacaan Doa Qunut Nazilah Arab, Latin dan Artinya

Berikut ini adalah beberapa bacaan dari doa Qunut Nazilah saat tertimpa masalah.

1. Doa Qunut Nazilah Umar Bin Khatab

Umar Ibnul Khattab r.a telah membaca doa Qunut Nazila ketika dia berperang melawan orang-orang nasrani. Sahabat Umar Ibnul Khattab membaca doa Qunut dengan doa-doa yang sudah cukup terkenal. Beberapa bacaan doa Qunut Nazilah adalah sebagai berikut :

Bacaan Latinnya :
“Bismillahirrohmanirrohiim, Allahumma innaa nastaiinuka wanastaghfiruka wanusniy alaika-wala nakfuruka wanahlau wanatruku-may-yafjuruka”

Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Yang lagi Maha Penyayang. Ya Allah! Sungguh, kami meminta bantuan, pengampunan, dan terus memuji-Mu untuk kebaikan yang diberikan. Kami tidak kufur kepada-Mu dan kami berlepas diri serta meninggalkan orang-orang yang durhaka kepada-Mu. “

Artinya :
“Ya Allah! Hanya kepada Engkau kami beribadah, hanya karena Engkau kami shalat dan sujud, hanya kepada Engkau pula kami berusaha dan berkhidmat. Kami sangat mengharap rahmat-Mu dan kami pun takut akan siksa-Mu, karena sesungguhnya siksa-Mu itu tidak akan pernah berkurang atas orang-orang kafir”.

Hal Penting yang Perlu di Perhatikan saat Memperaktekkan Doa Qunut Nazilah

a. Tidak Mengusap Wajah Seusai Melafalkan Doa

Ada riwayat yang memberi tahu kita cara menghapus wajah setelah doa, bahwa derajatnya dhoif dan tidak dapat disangkal. Al Baihaqi berkata, “Adapun untuk mengusap wajah setelah melafalkan doa Qunut telah berakhir, saya belum menemukan ulama Salaf yang akan berpeendapat demikian dalam doa Qunut. Tapi ini diriwayatkan oleh beberapa salaf dalam doa di luar sholat. Dan hadits Nabi Saw tentang mengusap wajah derajatnya Dhoif.

Telah dilakukan di luar shalat oleh sebagian salaf, tetapi dalam shalat tidak ada hadits Shahih, atau qiyas yang mendasari itu. Dan lebih baik tidak melakukan ini dan mencukupkan diri dengan apa yang dilakukan para Salaf Ra, yaitu, mengangkat tangan tanpa mengusap wajah sesudahnya. Wabilihat Taufiq ”[Sunan Baihaqi, 212/2]

b. Perlu Mengkritik Beberapa Orang yang Berdoa Qunut dengan Lafadz Semacam

Karena berurusan dengan nama dan sifat Allah tidak sesuai dengan konteks di sini, yang berarti bahwa untuk melaknat orang-orang yang kejam dan menjatuhkan azab kepada orang-orang kufur.

c. Menambahkan Shalawat Nabi SAW Pada Akhir Doa Qunut Nazilah Sebuah Kesalahan

Karena ini sama sekali tidak dilakukan oleh Rasulullah Saw. Hukum ibadah yang asli adalah tauqifiyyah, tidak bisa disengaja dalam doa atau dzikir karena terhubung dengan alasan atau waktu tertentu, kecuali didasarkan pada dalil. Beberapa sahabat meriwayatkan ada di Qunut dalam sholat Witir.

d. Qunut Nazilah Dilakukan Ketika Sholat Berjamaah

Sementara Qunut Nazilah pada sholat Jumat atau sholat nafilah atau sholat sendirian saja, tidak ada dalil yang jelas. Abdurrazzaq menulis dalam Al Mushonnaf (194/3) sebuah bab berjudul “Bab Qunut tentang sholat Jumat”. Ibn Abi Syaiban dalam Al Mushonnaf (46/2) berbicara tentang Qunut dalam sholat Jumat.

Begitu juga Ibn Mundzir pada Al Ausath (122/4). Mereka semua menceritakan riwayat dari para sahabat mereka yang meninggalkan Qunut dalam salat Jumat. Namun, riwayat-riwayat ini tidak menyebutkan bahwa yang dimaksud ialah Qunut Nazilah. Sementara dalil-dalil Qunut Nazilah tidak secara khusus melarang membaca Qunut Nazilah pada sholat Jumat.

Tetapi jelas hukum asal usul ibadah dilarang untuk menjelaskan apa fungsinya. Dan topik ini perlu penelitian lebih lanjut.

e. Disarankan Bahwa Seorang Ma’mum Mengikuti Imamnya untuk Memutuskan Apakah Akan Berqunut atau Tidak

Ketika seorang imam maka seorang ma’mum mengikutinya. Jika imam tidak berqunut, para makmum melakukan hal yang sama.

f. Qunut Nazilah Dipimpin oleh Seorang Imam Muslim dan Tidak Bisa Dipimpin oleh Orang Lain

Hukum asal tindakannya Nabi Saw juga berlaku untuk semua Muslim, kecuali ada kekhususannya. Dan dalam hal ini tidak ada hukuman khusus, jadi hukum asli mengatakan bahwa itu berlaku untuk semua Muslim.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Doa Qunut Nazila

Doa Iftitah

Doa ibu
2 min read

Doa Turun Hujan

Doa ibu
1 min read

Syair Abu Nawas

Doa ibu
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *