Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu (Niat, Bacaan, Arti, Tata Cara)

3 min read

Doa Sebelum dan Wudhu –Wudhu merupakan sebuah bagian penting dari ibadah. Mengapa? Karena wudhu merupakan salah satu sarana pembersihan yang wajib dilakukan sebelum melaksanakan sholat dan ibadah sunnah lainnya. Oleh karena itu penting untuk mengetahui pengertian wudhu.

Dalam bahasa wudhu berasal dari kata wudho-a. Artinya baik, bersih, atau murni. Namun, ketika ditentukan dalam Fiqh, wudhu adalah penggunaan air pada bagian tertentu dari kaki dan dibuka dengan tujuan. Pemahaman ini dirasa sudah cukup tanpa perlu menambah atau menambahnya.

Pengertian Wudhu

Wudhu merupakan suatu bagian dari pemurnian. Pemurnian itu sendiri disebut Mandi, Purifying Najis, dan juga Istinjak. Setiap metode pembersihan berbeda untuk alasan yang berbeda. Di mandinya wajib misalnya, ejakulasi atau karena suci hanya setelah haid. Istinjak, misalnya, merupakan cara membersihkan alat kelamin dan anus. Tentu alasannya ada pada dua hal itu.

Adapun beberapa hal yang dapat menyebabkan harus berwudhu. Semua alasan ini disebut hadats kecil. Dan hal-hal yang termasuk hadits kecil ialah:

  • Adanya yang keluar dari alat kelamin atau anus. Bisa berupa air, bisa berupa darah, bisa berupa kotoran, atau bisa juga yang tidak biasa berupa batu atau biji-bijian yang sudah dimakan dan tidak tercerna dengan baik.
  • Di luar akal sehat. Penyebabnya bukan tidur, gila, tapi mabuk, perasaan tidak enak badan atau hal lainnya.
  • Tidur tanpa memasukkan anus ke kursi. Tidur yang dimaksud di sini adalah tidur yang benar, bukan mengantuk. Tidur dan kantuk biasanya diiringi dengan mimpi. Tidur adalah salah satu bentuk mimpi. Tidur tidur pagi masih bisa mendengar perkataan orang yang ada di sekitarnya. Jika Anda tidak ragu apakah Anda lelah atau tertidur, tidak perlu mencuci.
  • Hubungan kulit antara pria dan wanita sudah tidak asing lagi, tidak ada yang memiliki pembatas antara kedua kulit tersebut. Pengecualian pada kulit adalah rambut, kuku dan gigi. Jika kalian menyentuh rambut, kuku atau gigi wanita, berbentuk void.
  • Menyentuh suatu jenis alat kelamin manusia. Tidak yakin apakah akibat gender mereka atau orang lain, wudhu hukumnya ialah tetap batalkan.
  • Sentuh bibir anus.

Syarat Wudhu

Saat melihat buku-buku tentang wudhu, Anda mungkin tidak menemukan diskusi tentang persyaratan wudhu. Karena biasanya topik pembahasan berkisar pada pilar-pilar yang membatalkan wudhu dan sunnah yang terdapat dalam wudhu.

1. Menggunakan air yang suci mensucikan

Syarat pemurnian adalah penggunaan air suci untuk pemurnian. Karena jenis air terbagi menjadi empat bagian: air suci menjernihkan, air suci menjernihkan, tapi makruh yang dipakai, tapi air suci tidak bisa dipakai untuk pemurnian, air najis.

2. Menghilangkan Sesuatu yang Menghalangi Permukaan Anggota Wudhu

Syarat lain wudhu adalah anggota wudhu bebas dari apa pun yang menghalangi air mencapai permukaan kulit. Yang dimaksud dengan anggota wudhu adalah bagian tubuh yang wajib dibasuh atau disikat pada saat berwudhu.

Jadi, jika Anda hanya mengecat atau mewarnai, misalnya, pastikan tidak ada cat atau lem yang menutupi bagian tubuh. Karena cat atau lem menutupi kulit Anda.

3. Kewajiban Wudhu

Wudhu dikatakan membersihkan bagian tubuh untuk menghilangkan noda kecil. Dalam wudhu, bahasanya berarti bersih atau indah. Menurut Allah, wudhu adalah salah satu syarat hukum shalat dalam Surat Al-Maidah ayat 6:

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian ingin melaksanakan shalat, basuhlah wajah dan tangan kalian sampai ke siku, dan usaplah kepala kalian dan (basuhlah) kaki kalian sampai kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)

Penjelasan ayat di atas terlihat bahwa sebelum berdoa kita diperintahkan untuk membasuh anggota tubuh kita sampai bersih. Oleh karena itu, wudhu adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat penting bagi umat Islam dimana kita perlu mengetahui dan tata cara wudhu, memahami cara berwudhu, dan membaca dengan benar sebelum dan sesudah wudhu.

Sebagai orang beriman, sholat sebelum wudhu dan sholat wudhu setelah wudhu. Biarlah hati memanfaatkan bukan hanya manfaat dan prioritas berwudhu, tapi juga wajah yang tenang dan berseri setiap hari.

Tata Cara Wudhu

Wudhu memiliki tata cara dan tata cara yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Dimana, dimulai dengan niat yang rapi, sesuai dengan dukungan wudhu. Di bawah ini penjelasan cara mencuci menurut kolom pencucian.

1. Niat

Niat membaca adalah pilar pertama wudhu. Pembacaan keinginan bisa dilakukan dengan suara rendah atau suara rendah.

Bacaan-Niat-Wudhu

Islam menganjurkan bahwa kapan pun Anda ingin berbuat baik atau beribadah, kami sarankan dimulai dengan niat agar Tuhan memberkati Anda dan membuka pintu pahala yang kami lakukan. Kecuali saat berwudhu. Kita harus memulai wudhu dengan membaca niat di hati kita.

2. Membasuh Wajah

Membasuh-Wajah

Setelah membaca tujuan mencuci, prosedur mencuci selanjutnya adalah membasuh wajah dengan air hingga menyentuh seluruh bagian wajah. Bagian wajah yang dibasuh dengan air antara lain dahi hingga dagu dan pipi hingga ujung telinga.

3. Membasuh Kedua Tangan Sampai Siku

Membasuh-Kedua-Tangan-Sampai-Siku

Prosedur selanjutnya adalah mencuci tangan di bagian siku. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 6 yang artinya “… dan basuhlah tanganmu sampai ke siku…”.

4. Mengusap Sebagian Kepala

Mengusap-Sebagian-Kepala

Prosedur selanjutnya adalah menyapu bagian kepala. Dalam praktiknya, menggosok kepala berbeda dengan mencuci muka. Lap kepala dengan air hingga mencapai rambut. Tidak semua bagian kepala dicuci, hanya rambut depan.

5. Membasuh Kedua Kaki Hingga Mata Kaki

Membasuh-Kedua-Kaki-Hingga-Mata-Kaki

Usai membasuh pada bagian kepala, kedua kaki dibasuh dengan air sampai ke mata kaki. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 6 yang artinya “Basuhlah kaki kalian sampai kedua mata kaki”.

Nabi Muhammad SAW yakni telah menganjurkan agar saat Anda mencuci, pastikan air setelah pergelangan kaki. Untuk mencegah kedua kaki basah, dibiarkan membasuh sampai ke kaki.

6. Tertib

Proses wudhu terakhir ialah tertib. Tertib dalam berwudhu di sini berarti langkah-langkah berwudhu dilakukan dengan cara yang benar. Segera tidak diizinkan. Jika Anda tidak berwudhu dengan benar, Anda mungkin diberitahu bahwa wudhu itu tidak sah.

Doa Sebelum Wudhu

Sebelum berwudhu dianjurkan untuk membaca basmallah. Kemudian setelah membaca Basmallah. Lanjutkan membaca dengan tujuan Mencuci Hati atau Suara Secara Perlahan.

Niat membaca merupakan salah satu amalan yang sah untuk memulai ibadah dan bekerja. Selain itu niat adalah kunci yang membuka pintu pahala dari Allah swt. Baca doa berikut sebelum wudhu dilakukan setiap hari.

Doa-Sebelum-Wudhuu

“Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta’aalaa”

Artinya:
“Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu (wajib) karena Allah ta’ala”

Doa Sesudah Wudhu

Setelah wudhu, kami sarankan Anda membaca doa setelah wudhu. Doa setelah wudhu ini bisa diucapkan setelah meninggalkan cucian atau saat memasuki masjid. Berikut ini adalah sholat pasca wudhu yang bisa dilakukan.

Bacaan-Doa-Setelah-Niat-Wudhu

“Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu . Wa asyhadu anna Muhammadan’abduhu wa rasuuluhu Allahumma-j alnii minattabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alnii min ‘ibadatishalihin.”

Artinya:
“Saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa , tiada sekutu bagi-Nya . Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya . Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat, dan jadikanlah saya orang yang suci , dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.”

Baca Juga:

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Doa Sebelum Wudhu. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.