Doa Sesudah Wudhu

2 min read

Doa adalah Salah satu hal yang menjadi syarat sahnya sholat apabila dalam keadaan suci atau berwudhu. Jika sudah batal, orang tersebut harus melakukan wudhu lagi. Dan menurut anjuran, kita harus memulai dan mengakhiri wudhu ini dengan doa.

Sebenarnya, doa yang dimaksud tidak termasuk dalam rukun Wudhu, tetapi jika kita mengingat berbagai keutamaan dari doa-doa ini, sudah sepantasnya kita mempraktikkannya secara istiqamah. Tidak hanya jika kita ingin shalat, wudhu ini juga disunnahkan ketika kita akan pergi ke masjid, menyentuh Alquran, tidur dan bercinta.

Jadi cukup jelas bahwa kita sering melafalkan doa sebelum dan sesudah Wudhu, sehingga kita pasti harus mempelajari doa ini dan bahkan mempelajarinya dengan hati. Tentu saja, ini bukan beban, terutama jika kita tahu betapa besar keutamaannya.

Berikut ini adalah penjelasan lengkap Doa sesudah wudhu, tata cara wudhu, rukun wudhu, Dll.

Kumpulan doa sesudah wudhu

Setelah berwudhu selesai, kita didorong untuk membaca doa setelah wudhu. Tetapi ini tidak berarti bahwa kita harus membacanya segera setelah membasuh kaki kita, karena namanya doa, yang mengandung asma Allah khususnya, harus dibaca di tempat yang tepat. Jadi, seolah-olah kita masih di kamar mandi, cobalah keluar dulu.

Hanya ketika kita keluar dari kamar mandi dan berada di tempat yang tepat, kita harus membaca doa sesudah wudhu, yaitu di bawah ini :

(Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu . Wa asyhadu anna Muhammadan’abduhu wa rasuuluhu Allahumma-j alnii minattabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alnii min ‘ibadatishalihin.)

Artinya: “Saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa , tiada sekutu bagi-Nya . Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya . Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat , dan jadikanlah saya orang yang suci , dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.”

Kadang-kadang, ada orang yang menambahkan kalimat waj’alni min ‘ibaadikash shalihiin’ yang berarti “jadikan aku salah satu dari hamba-Mu yang shalih”. Untuk tambahan ini, dijelaskan oleh Syaikh Abu Usama Salim bin Ied Al Hilali Hafizhahullah bahwa kata itu tidak memiliki asal, seperti yang dijelaskan dalam kitab Al Ahaadits Allati La Asha Laha.

Ada juga doa-doa lain yang sering dibacakan tetapi tidak dapat dipraktikkan karena mereka bukan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Doa tambahan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

waj’alni min ‘ibaadikash shoolihiin minalladziina laa khoufun ‘alaihim walaa hum yahzanuun

Tambahan-tambahan ini memiliki arti sebagai berikut: “Dan jadikanlah aku termasuk dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih, yakni hamba-hamba-Mu yang tidak memiliki rasa takut di dalam dirinya dan tidak juga bersedih hati.”

Jadi, jika kita ingin membaca doa setelah wudhu, kita dapat membaca doa utama yang disebutkan di atas serta doa tambahan dalam riwayat Tirmidzi.
Namun, ada doa-doa lain setelah wudhu, yang mana doa ini dinilai Shohih berdasarkan narasi Hadits yang diriwayatkan An-Nasai, yaitu:

Subhaanaallaahumma wa bihamdika asyhadu ana ilaaha illaa ilaa astaghfiruka wa atuubu ilaika

Yang berarti : “Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji pada-Mu, aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Tata Cara Berwudhu

Rukun Wudhu

  1. Membaca Niat
  2. Membasuh Wajah dan untuk Laki-Laki Disertai dengan Menyela-Nyela Jenggot
  3. Membasuh Kedua Tangan Hingga Mencapai Siku
  4. Mengusap Sebagian Kepala
  5. Membasuh Kedua Kaki Hingga Mencapai Mata Kaki
  6. Tertib

Untuk rukun wudlu, atau yang mungkin anda kenal juga dengan wajib wudlu memang hanya ada 6 seperti yang sudah disampaikan di atas. Lalu, di dalam wudlu juga terdapat sunnah-sunnah yang terdiri atas:

  • Membaca basmalah, paling sedikitnya hanya BISMILLAH, tetapi untuk lebih sempurnanya BISMILLAAHIRRAHMAANIRROHIIM
  • Membasuh dua telapak tangan hingga pergelangan tangan
  • Bersiwak dan berkumur
  • Menghirup air ke dalam hidung kemudian mengeluarkannya
  • Menyela-nyela jenggot yang tebal
  • Menyela-nyela jari tangan
  • Mengusap semua bagian kepala
  • Mengusap kedua telinga luar maupun dalam
  • Menyela-nyela jari kaki
  • Membasuh ataupun mengusap anggota wudlu sebanyak 3 kali
  • Lebih mendahulukan anggota wudlu yang kanan dibandingkan yang kiri
  • Berkelanjutan, artinya membasuh anggota wudlu kedua sebelum anggota yang pertama kering dari air wudlu
  • Memperpanjang ghurrah dan tahjil. Ghurrah adalah membasuh sebagian dari kepala yang bagian depan. Sementara tahjil adalah membasuh sebelah atas siku (jika yang dibasuh adalah tangan) dan mata kaki (jika yang dibasuh adalah kaki)
  • Tidak berlebihdan dalam menggunakan air pun pula tidak terlalu kikir
  • Menghadap ke arah kiblat, karena arah ini adalah arah yang paling mulia
  • Tidak berbicara saat berwudlu, tetapi ada sebagian yang menghukumi ini sebagai pembatal wudlu
  • Membaca doa setelah selesai berwudlu