Pengertian dan Adab Adab Doa

3 min read

DOA

Berdoa.co.id kali ini akan membahas tentang pengertian doa serta adab dalam berdoa dan contoh dzikir / doa setelah sholat fardhu dalam teks arab beserta terjemah / artinya.

Arti dan Pengertian Doa

Manusia diciptakan oleh Alloh SWT adalah untuk beribadah kepada-Nya. Namun perlu diketahui dan dimengerti, bahwa ibadah yang dilakukan manusia itu bukanlah motif tujuan penciptaannya, karena bagi Alloh SWT ibadah yang dilakukan manusia tidaklah menambah ke Agungan-Nya dan tidak beribadahnya manusia tidak mengurangi ke Agungan-Nya pula.

Ibadah yang dilakukan oleh manusia itu adalah sebagai jalan untuk berkhidmat kepada Alloh SWT yang telah menciptakannya. Lalu, mengapa manusia mesti berkhidmat [ beribadah ] kepada-Nya?

Hal ini karena segala keperluan manusia telah Alloh SWT berikan didunia ini, maka seharusnyalah manusia bersyukur kepada-Nya dengan beribadah kepada Alloh SWT.

Salah satu ibadah itu adalah Do’a, dan do’a merupakan intisari ibadah. Mengapa demikian? Karena dengan berdo’a, maka jelaslah posisi manusia itu sangat lemah dan membutuhkan pertolongan Alloh dalam kelangsungan hidupnya di alam dunia ini, terlebih di alam akhirat kelak.

Dan sebenarnya [baca: hakikatnya] berdo’a itu bukanlah meminta sesuatu yang tidak/belum ada pada sisi Alloh, melainkan sesuatu yang telah diketahui dan disediakan oleh Alloh SWT yang Maha ‘Aliim dan Maha Khooliq.

Dalil – dalil tentang Doa

Alloh SWT berfirman yang tertulis didalam Al Qur’anul Karim :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ 

Dan Robb kalian berfirman, “Berdo’alah kepada-Ku niscaya Aku perkenankan bagi kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombong-kan diri [ enggan ] dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. [QS. Al Mukminun : 60]

Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman didalam Hadits Qudsi :

ِمَنْ لَا يَدْعُونِى اَغْضَبْ عَلَيْه

“Barangssiapa yang tidak berdo’a kepada-Ku niscaya Aku murka kepadanya” {HQS. ‘Askari dalam kitab Mawaa’idl yang bersumber dari Abu Huroiroh dengan sanad Hasan].

Rosululloh saw bersabda :

ِاَلدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَة

“Do’a adalah intisari ibadah” {HR. Tirmidzi}

Baca Juga : Asmaul Husna

Pembagian Doa

Ketahuilah bahwa do’a itu ada dua macam, yaitu do’a mas’alah dan do’a ibadah.

  • Doa Mas’alah

Do’a mas’alah adalah do’a untuk meminta kebutuhan. ia termasuk ibadah, bila dilakukan oleh seorang hamba kepada Robbnya, karena ia mengandung makna butuh dan bersandarnya seorang hamba kepada Alloh SWT serta berkeyakinan bahwa Dia [Alloh SWT] menyandang sifat Maha Kuasa, Maha Pemurah, serta memiliki Kasih sayang yang sanagt luas [tidak terbatas].

Jika permintaan itu dilakukan kepada sesama makhluk [manusia] , maka diperbolehkan dengan syarat yang dituju adalah orang yang mampu memahami dan memenuhi permintaan tersebut, artinya seseorang yang dimintakan pertolongannya itu oleh orang lain tentang sesuatu yang bisa ia berikan sesuai dengan kadar kemampuannya. Misalnya ; Wahai pulan berilah aku makan, wahai pulan berilah aku minum dstnya.

  • Doa Ibadah

Do’a ibadah adalah seseorang menggunakan do’a tersebut untuk beribadah kepada yang dimohonnya, dalam rangka memohon pahalanya dan karena takut akan hukumannya. Do’a ibadah ini tidak boleh diarahkan kepada selain Alloh SWT.

Mengarahkannya kepada selain Alloh SWT merupakan syirik akbar yang bisa mengeluarkan pelakunya dari Agama Alloh SWT. Orang yang melakukan tersebut terkena ancaman Alloh SWT dalam Firman-Nya : “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina”.

Baca Juga : Doa Doa Dalam Alquran

Adab Adab Berdoa

Adapun adab-adab berdo’a menurut Hujjatul Islam As Syekh Al Imam Abu Hamid Al Ghozali ra, adalah sebagai berikut :

  1. Dilakukan pada waktu-waktu yang mulia, seperti ; Hari ‘Arofah, Bulan Romadlon, waktu sahur dan pada Hari jum’at.
  2. Dilakukan dengan cara yang khidmat, seperti ; waktu sujud, ketika hati tenang dan bersih dari gangguan syaithon [tidak sedang marah].
  3. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan.
  4. Merendahkan suara sekedar dapat didengar diri sendiri atau orang yang ada disisinya.
  5. Memakai bahasa yang sederhana yang menunjukkan kerendahan hati. Lebih diutamakan do’a – do’a yang berasal dari Rosululloh saw, sahabat atau tabi’in yakni do’a yang ma’tsur.
  6. Merendahkan diri [Khusyu’] dan menundukkan hati [Khudlu’].
  7. Meyaknini do’anya pasti dikabulkan Alloh SWT, tidak kecewa atau gelisah apabila do’anya belum dikabulkan.
  8. Mengulangi do’anya sampai tiga kali dengan penuh yakin.
  9. Memulai doa dengan menyebut Asma Alloh, Alhamdulillah dan Sholawat atas Nabi Muhammad saw.
  10. Melaksanakan adab bathin yang menjadi pokok/inti sebab-sebab diperkenankannya do’a, yaitu melakukan taubat sebelum berdo’a, menghadapkan diri sepenuhnya kepada Alloh SWT, makan dan minum serta berpakaian dari yang halal, tidak berdo’a yang mustahil atau mencelakakan orang, kecuali orang yang zholim.

Doa Setelah Sholat Fardlu

Berikut ini contoh teks bacaan arab doa setelah sholat fardlu 5 waktu yang pendek dan singkat beserta arti dan terjemah bahasa indonesianya

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى اَشْرَفِ الْأَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَالتَابِعِيْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا ، وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةِ ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ، اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ ، فَاهْدِنِى لِصَالِحِ الْاَعْمَالِ وَالْاَخْلَاقِ ، اِنَّهُ لَا يَهْدِى لِصَالِحِهَا وَلَا يَصْرِفُ عَنْ سَيِّئِهَا اِلَّا اَنْتَ

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا ، وَعَمَلًا صَالِحًا ، وَرِزْقًا حَلَالًا ، وَخَيْرًا كَثِيْرًا ، وَشَرًّا بَعِيْدًا بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ ، وَالْمُعَافَةِ الدَّائِمَة فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ . اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ عَذَابِ الْاَخِرَةِ

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ . رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْاُمِّيِّ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya :

Segala puji -pujian itu bagi Alloh yang memiliki [menguasai] sekalian alam. Sholawat dan salam kepada semulia-mulia Nabi dan Rosul Junjungan kami dan penghulu kami Nabi Muhammad saw dan kepada keluarganya dan sahabatnya serta pengikutnya sekalian.

Ya Alloh ampunilah dosaku dan dosa kedua ibu bapakku, kasihanilah keduanya sebagaimana mereka telah memeliharaku ketika aku masih kecil. Ya Alloh ampunilah pula dosa kaum mukminin dan mukminat muslimin dan muslimat yang hidup diantara mereka dan ataupun yang telah mati.

Ya Alloh sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keridloan-Mu dan kenikmatan surga, dan aku berlindung kepada-Mu daripada kemurkaan-Mu dan panasnya api neraka.

Ya Alloh sesungguhnya aku memohon kepada-Mu perbuatan yang baik-baik [kebajikan] dan aku tinggalkan segala yang munkar [keji], maka tunjukkanlah aku kepada segala amal sholih dan akhlak yang baik. Sesungguhnya tidak ada yang bisa menunjukkan kepada yang baik dan tidak ada bisa melepaskan [menjauhkan] dari yang buruk selain Engkau.

Ya Alloh sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat dan amal sholih, rezki yang halal dan kebaikan yang banyak, dan Engkau jauhkan aku dari segala kejahatan dengan rohmat-Mu wahai Tuhanku Dzat yang Maha Pengasih diantara yang kasih.

Ya Alloh sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sejuknya kemaafan-Mu dan kesehatan selalu didalam agama, dunia dan akhirat. Ya Alloh sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut [pengecut] dan bakhil [pelit] dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dari siksa kubur dan siksa akhirat. sesungguhnya Engkau brkuasa atas segala sesuatu.

Wahai Tuhan kami terimalah [amal sholih] dari kami sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhan kami berilah kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka.

Mudah-mudahan rahmat Alloh tetap atas sayidina Muhammad saw yang Ummiy dan juga keluarganya, sahabat-sahabatnya sekalian. Dan segala puji bagi Alloh Tuhan semesta alam.

Wallohu a’lam.