Doa Taubat Nabi Adam

3 min read

Doa Taubat Nabi Adam

Doa Taubat Nabi Adam – Manusia bukanlah manusia yang sempurna. Selalu luput dari salah dan lupa. Sama halnya dengan Nabi Adam as. dan istri beliau, Siti Hawa, mereka berdua melakukan suatu kesalahan karena tidak menaati perintah Allah SWT.

Hingga akhirnya mereka berdua dihukum oleh Allah SWT. dan diturunkan ke bumi. Nabi Adam as. dan Hawa memohon ampunan kepada Allah SWT. Doa memohon ampunan Allah SWT. dikenal dengan doa taubat nabi Adam. Bagaimana bacaan doa nabi Adam? dan Bagaimana dengan kisahnya Nabi Adam as. beserta istrinya? Akan dijabarkan semua dalam artikel kali ini. Simak terus ya…

Kisah Nabi Adam dan Hawa

Nabi Adam as. diberi tempat terindah oleh Allah SWT. di surga. Awal bertemunya Nabi Adam as. dan Hawa di surga yaitu saat Nabi Adam as. masih tertidur maka diciptakan Hawa yang berasal dari tulang rusuk kiri dari Nabi Adam as. Saat Nabi Adam as. terbangun, Nabi Adam as. melihat Hawa yang telah berada disampingnya.

Allah SWT. berfirman kepada Nabi Adam as.:

“Tinggallah engkau bersama istrimu di surga ini. rasakanlah kenikmatan-kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya, makanlah buah-buahan sepuas hatimu, namun jangan engkau memakan buah dari pohon ini, sebab akan menyebabkan engkau celaka serta termasuk orang-orang yang zhalim.”

Awal mula Nabi Adam as. berada di dalam surga bersama dengan Siti Hawa, istrinya, hidup bahagia. Arena itu setan merasa iri dan tidak senang dengan keadaan tersebut. Setan selalu berusaha untuk menggoda dan membujuk Nabi Adam as. dan Hawa agar mereka tergoda dan terhasut oleh setan.

Setan terus berusaha merayu mereka untuk memakan buah yang dilarang oleh Allah SWT. agar keduanya dikeluarkan dari surga. Keduanya telah diperintahkan untuk tidak mendekati buah tersebut. Tetapi setan tidak habis akal untuk berusaha terus-menerus menggoda mereka. Buah tersebut yaitu buah khuldi.

Buah khuldi adalah buah yang dilarang oleh Allah SWT. untuk didekati apalagi dimakan oleh Nabi Adam as. dan Hawa. Akhirnya berkat bujuk rayu setan mereka tergoda dan memakan buah khuldi.

khuldi

Kesalahan yang dilakukan oleh mereka berdua karena mengikuti godaan dan rayuan setan dijelaskan dalam Al Qur’an surat Al A’raf ayat 22 sebagai berikut:

فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya: “Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasakan buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” (QS. Al A’raf (7) : 22)

Meskipun Allah SWT. telah mengampuni Nabi Adam as. dan Hawa atas perbuatan yang telah dilakukan. Keduanya telah melakukan hal yang melanggar dengan tidak menaati perintah Allah SWT. Karena itulah, mereka berdua tetap diturunkan ke muka bumi. Setan sangat senang atas kejadian itu. Karena mereka telah berhasil menggoda keduanya dan dikeluarkan dari surga.

Saat sampai di muka bumi, Nabi Adam as. dan Hawa mengakui kesalahannya dan bertaubat kepada Allah SWT. Kemudian Nabi Adam as. dan Hawa pergi mendatangi Ka’bah dan melaksanakan sholat dua rakaat dan berdoa di multazam. Nabi Adam as. tertunduk di hadapan Allah SWT. memohon ampunan kepada Allah SWT. dan berdoa menggunakan doa Nabi Adam diiringi oleh Hawa.

Berikut ini merupakan doa taubat Nabi Adam as.:

Doa Taubat

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Rabbanaa dzolamnaa anfusanaa wa inlam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakunnaa minal khoosiriin.

Artinya: “Ya Allah, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat pada kami, niscaya kami termasuk ke dalam orang-orang yang rugi.” ( QS. Al A’raf (7) : 23)

Doa indah lainnya yang Nabi Adam as. mohon kepada Allah SWT. yaitu:

اللّهُمّ إِنّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَانِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَلِيْ وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ وَيَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيْبُنِيْ إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَأَرْضِنِيْ بِمَا قَسَّمْتَ لِي

Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, karena itu terimalah penyesalanku. Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar sehingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku. Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap apa yang Engkau bagi untuk diriku.”

Setelah kejadian itu, bergegaslah Nabi Adam as. dan Hawa untuk bertaubat dan berdoa kepada Allah SWT. seraya memohon ampunan. Kemudian Allah berkata dalam Surat Al Baqarah ayat 37 berikut ini:

فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Artinya: “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah (2) : 37)

Allah SWT. menegaskan kembali bahwa Nabi Adam as. dan Hawa telah diampuni, dalam surat Thaha ayat 122 berikut ini:

ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ

Artinya: “Tuhannya memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.” (QS. Thaha (20) : 122)

Ibnu Asakir dan Mujahid mengisahkan di dalam sebuah riwayat, yaitu:

“Allah telah memerintahkan dua malaikat untuk mengeluarkan Adam dan Hawa dari sisi-Nya (surga-Nya). Jibril pun menanggalkan mahkota yang melekat di atas kepalanya (Adam), sedangkan Mikail melepaskan iklil (mahkota) yang ada di keningnya (Hawa). Beliau pun berlindung di belakang dahan pohon.

Adam as. mengira Allah akan segera mengazabnya. Ia pun menundukkan kepalanya dan dengan lirih ia berkata “Ampunan-Mu, wahai Tuhan! Ampunan-Mu, wahai Tuhan.”

Lalu Allah berkata, “(Wahai Adam) apakah engkau ingin melarikan diri (bersembunyi) dari-Ku?”

Adam menjawab, “Tidak, wahai Tuhan! Namun, aku merasa malu kepada-Mu.” Adam pun bergantung sepenuhnya kepada Allah, beristighfar, merasa menyesal, dan mengakui kesalahannya, serta bertobat kepada Allah. Allah pun menerima taubatnya, meski kemudian Adam dan Hawa harus diturunkan ke bumi, untuk menjalani takdirnya.

Dari doa tersebut, diajarkan kepada setiap manusia yang telah melakukan dosa harus menyadari bahwa dosa yang tela dilakukan itu termasuk dalam kesalahan yang diperbuat sendiri, bukan karena orang lain atau pun setan. Jika mengharapkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. atas semua kesalahannya, maka tidak diperbolehkan untuk berputus asa.

Baca Juga:

Demikianlah artikel mengenai Doa Nabi Adam. Semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat, serta dapat diamalkan dalam keseharian.