Doa Ziarah Kubur Singkat Umum (Bacaan Arab, Latin, dan Artinya)

4 min read

Doa Ziarah Kubur

Doa Ziarah Kubur – Kematian yakni harus terjadi pada setiap makhluk hidup. Kuburan adalah rumahnya. Untuk mengawasi datangnya maut, berziarah ke makam menjadi salah satu pilihan.

Mengunjungi ziarah yakni sebagai kegiatan mengunjungi makam almarhum menjadi kerabat yang serius. Kegiatan ini sering dilakukan umat Islam menjelang Idul Fitri. Pada dasarnya tidak ada persyaratan untuk berziarah ke kuburan. Ziarah bisa dilaksanakan kapan saja.

Hukum berziarah ke kubur ialah sunnah, yaitu diperbolehkan dan tidak berdosa jika tidak dilakukan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa ziarah ke makam dilakukan untuk mendoakan almarhum daripada meminta doa dari almarhum. Undanglah doa dari seseorang yang telah meninggal. Sangat menyenangkan menjadi dosa saat Anda melakukan ini.

Awalnya, Nabi Muhammad SAW yakni telah melarang umat Islam untuk berziarah ke kuburan karena takut akan perbuatan jahat seperti berkabung, menangis, meratapi, atau bahkan meminta suara almarhum.

Untuk waktu yang lama Nabi Muhammad benar-benar mengusulkan ziarah ke makam untuk mengingatkan mereka bahwa hidup terdiri dari kematian yang akan datang kepada semua orang. Rasulullah (semoga damai besertanya) berkata:

Artinya:
“Aku pernah melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah kalian ke kubur.”(HR. Nasa’i).

Ziarah Kubur

Doa-Ziarah-Kubur-Singkat

Banyak hadits yang sudah membahas tentang ziarah ke makam. Ada sebagian ulama yang memperbolehkan ziarah ke kuburan, sebagian lainnya tidak.

Namun perlu anda ketahui apakah anda ingin mengetahui hadits yang asli dan mana yang tidak. Maka Anda perlu mencarinya dan mencari tahu lebih banyak terhadap suatu kitab hadits.

Karena hadits terbagi menjadi dua bagian. Pertama adalah hadits asli dan kedua adalah hadits lemah. Jadi jangan terjebak dalam hadits yang lemah.

Rasulullah bersabda :

Ziarah-Kubur

Artinya :
“Dulu aku melarangmu melakukan ziarah kubur. Sekarang, lakukanlah ziarah kubur, karena akan mengingatkan kalian terhadap akhirat.” (HR. Muslim).

Rasulullah pernah bercerita kepada teman-temannya, dan itu diberitahukan oleh umat Islam.

Suatu hari dia meminta maaf kepada ibunya, tapi Tuhan tidak mengizinkannya. Kemudian Rasulullah meminta ijin dalam mengunjungi makam ibunda nya. Dimungkinkan untuk selalu mengingat adanya atau datangnya kematian.

Oleh karena itu, ziarah ke kuburan diperbolehkan selama tidak mengundang rasa malu. Definisi tersebut hanya menggunakan doa kepada Tuhan dan meminta ampun kepada Tuhan, bukan untuk orang yang dimakamkan.

Jadi, kalau saat naik haji ke makam yang dikuburkan, tergolong malu. Syirik menghubungkan mitra dengan Tuhan dan dosa yang tidak bisa diampuni oleh Tuhan.

Allah yakni telah berfirman di sebuah Alquran yakni Surah An Nissa ayat 116:

Ziarah-Kubur-1

Artinya :
“Sesungguhnya Allah tidak akan memberi ampun terhadap dosa syirik kepada-Nya dan Dia akan memberi ampun terhadap dosa lainnya yang berada di bawah tingkatannya bagi siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya.” (QS. An Nisaa ayat 116)

Menurut firman Allah di atas, jangan praktekkan rasa malu (menyekutukan Tuhan), karena dosa rasa malu adalah dosa yang tidak diampuni oleh Tuhan.

Ini termasuk ketika Anda mengunjungi orang tua kuburan, kuburan keluarga, atau wali kuburan dan berdoa agar Anda tidak mendapatkan orang yang meninggal.

Doa Ziarah Kubur

Bagi Anda yang mempunyai rencana untuk mengunjungi ziarah wasiatnya, ziarah hingga sholat ke liang kubur, adalah ziarah ke makam orang tua, ayah atau ibu, saudara, anak, kakak, adik atau kakak, dakwujud melakukan sholat ziarah yang luas.

Jika Anda mengunjungi kuburan sebagai bagian dari ziarah, yang terbaik adalah memahami proses ziarah ke kuburan. Berkenaan dengan bacaan sholat haji, kami juga memberikan bacaan bahasa arab dan latin beserta artinya.

Berkunjung ke kubur merupakan salah satu kegiatan doa ziarah umat Islam ke pemakaman baik saat orang tua maupun almarhum. Dalam Islam, naik haji sendiri mempunyai dua tujuan, yakni dalam mengenang kematian dan mendoakan kebaikan almarhum. Untuk mendapatkan pahala, ziarah ke kubur yakni harus sesuai dengan pedoman Syariah yang mulia.

Imam Ash Shan’ani rahimahullah bersabda,

“Semua hadits di atas menunjukkan akan disyari’atkannya ziarah kubur dan menjelaskan hikmah dari ziarah kubur, yakni untuk mengambil pelajaran seperti di dalam hadits Ibnu Mas’ud (yang artinya) : “Karena di dalam ziarah terdapat pelajaran dan peringatan terhadap akhirat dan membuat zuhud terhadap dunia”. Jika tujuan ini tidak tercapai, maka ziarah tersebut bukanlah ziarah yang diinginkan secara syari’at”.

1. Membaca Salam

Apa pun yang akan mereka tinggalkan dari rumah di penghujung malam, dia bekerja dengan penghuni yang menyambut mereka. Anda juga disarankan untuk melayani penghuni kuburan saat memasuki kuburan.

Membaca-Salam

“Assalamu‘alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu‘adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun”

Artinya :
“Assalamuallaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”

2. Membaca Istighfar

Membaca-Istighfar

“Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi.”

Artinya :
“Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

3. Membaca Al Fatihah

Selanjutnya, doa Al Fatihah dikirimkan kepada keluarga almarhum dan wali lainnya. Karena semua doa yang baik diterima dengan Allah SWT.

Membaca-Al-Fatihah

“Alhamdu lilla_hi rabbil ‘a_lamin. Ar Rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash-shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin”

Artinya:
“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Lago Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”

“Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

4. Membaca Surah Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas

a. Bacaan Surah Al Ikhlas

Surah-Al-Ikhlas

“Qul huwallahu ahad, allahu somad, lam yalid wa lam yụlad, wa lam yakul lahụ kufuwan ahad.”

Artinya :
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, (Allah) tidak beranak dan tidak juga diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.”

b. Bacaan Surah Al Falaq

Surah-Al-Falaq

“Qul auudzu birobbil falaq. Min syarri maa kholaq. Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqod. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.”

Artinya :
“Aku berlindung kepada Allah Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.”

c. Bacaan Surah An Naas

Surah-An-Naas

“Qul auudzu birobbinnaas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khonnaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas.”

Artinya :
“Aku berlindung kepada Allah (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

5. Membaca Tahlil

Kemudian dilanjutkan dengan mendaraskan Doa Tahlil atau Kalimat Tahlil ke-33. Atau Anda bisa mengikuti Imam yang merupakan pemimpin Tahlil. Lihat bacaan dari Tahlil seperti di bawah ini.

Tahlil

“Laailaaha Illallah.”

Artinya :
“Tiada Tuhan selain Allah.”

6. Membaca Doa Jenazah

Doa-Jenazah

“Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.”

“Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.”

Artinya :
“Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

“Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR. Muslim).

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Doa Ziarah Kubur. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.