Dzikir Sesudah Sholat

3 min read

Dzikir Sesudah Sholat

Dzikir Sesudah Sholat – Setiap umat Muslim diwajibkan untuk terus mengingat Allah SWT. Salah satu cara mengingat Allah SWT. adalah dengan cara terus-menerus menyebut nama Allah SWT. melalui kalimat dzikir. Dengan melakukan puji-pujian atau doa kepada Allah SWT., kita dapat merasakan manfaat yang luar biasa dari dzikir dalam kehidupan kita.

Apakah kalian sudah tahu apa itu Dzikir atau Zikir? Mungkin masih banyak dari kalian yang belum mengetahui dan mengamalkan dzikir sesudah sholat. Nah… Oleh karena itu, pada artikel ini akan dijelaskan mengenai dzikir dari pengertian dzikir, jenis-jenis, bacaan dzikir sesudah sholat, hingga keutamaannya.

Pengertian Dzikir

Zikir atau Dzikir merupakan suatu kegiatan ibadah dalam agama Islam yang dilakukan oleh umat Muslim untuk mengingat atau menyebut nama Allah SWT. Diantaranya yaitu dengan menyebut dan memuji nama Allah SWT.

Secara bahasa, zikir (الذكر, al-żikr‎) mempunyai arti “berdoa”, “mengingat”, atau “menyebut”. Dalam bahasa agama Islam dzikir sering diartikan dengan mengingat atau menyebut Allah SWT. dengan lisan melalui kalimat-kalimat thayyibah. Sedangkan secara umum, dzikir merupakan puji-pujian kepada Allah SWT. yang diucapkan berulang-ulang.

Salah satu kewajiban yang terdapat dalam Al-Qur’an yaitu dzikir. Bacaan dzikir yang terutama yaitu kalimat “Laa Ilaaha Illallaah” dan doa yang paling utama adalah “Alhamdulillah”. Dzaakir (ذاكر) merupakan sebutan untuk seseorang yang melakukan dzikir.

Jenis Dzikir

Secara umum terdapat dua jenis dzikir, yaitu dzikir dengan lisan dan dzikir dengan hati. Tiap-tiap dari kedua jenis dzikir tersebut terbagi menjadi dua pengertian, yaitu dzikir dalam arti kekal ingatan kepada Allah SWT. dan dzikir dari arti ingat dari yang tadinya lupa kepada Allah SWT.

Dzikir kepada Allah SWT dengan hati yaitu menghadirkan atau menimbulkan keagungan dan kebesaran Allah SWT di dalam diri dan jiwa hingga melekat pada hati dan pikiran kita. Dzikir dengan lisan berarti mengucapkan atau menyebutkan nama Allah SWT., berulang-ulang kali dalam menyebut dan mengingat. Agar terbiasa dan senantiasa melakukan dzikir di tiap waktu, sebaiknya membiasakan diri dan melakukan dzikir berulang kali seperti dimulai dari setelah melakukan ibadah salat.

Bacaan Dzikir Sesudah Sholat

Salah satu bacaan dzikir sesudah sholat fardhu yang dapat diamalkan yaitu sebagai berikut:

  1. Membaca Istighfar

(3x) أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Astaghfirullah (3x).

Saya memohon ampun kepada Allah.” (3x).

Kemudian membaca:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ.

Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom.

Ya Allah, Engkau-lah pemberi keselamatan, dan hanya dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Rabb pemilik Keagungan dan Kemuliaan.” (HR. Muslim no. 591).

2. Membaca Kalimat Tauhid

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.

Tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksaan)-Mu. Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.” (HR. Bukhari no.844, Muslim no.593).

3.

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyah. Lahun ni’mah wa lahul fadhl wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.

Tidak ada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tidak ada Rabb yang berhak disembah selain Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujian yang baik. Tidak ada Rabb yang hak disembah selain Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir tidak menyukainya.” (HR. Muslim, no. 594).

4. Membaca Wirid

(33x) سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x).

Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Maha Besar.” (33x)

Untuk melengkapi menjadi seratus ditambah dengan membaca:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR. Muslim no. 597).

5. Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas setiap selesai shalat (fardhu)

6. Membaca ayat Kursi

7.

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia-lah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dan Dia Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10 x setiap sesudah shalat Maghrib dan Subuh) (HR. At-Tirmidzi No. 3474)

8.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala.

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.” (Dibaca setelah shalat Shubuh) (HR. Ibnu Majah no. 762, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Cara agar dapat memudahkan bertasbih yaitu dengan menggunakan jari atau ruas-ruas tangan kanan sebagai berikut:

cara zikir menggunakan jari

Keutamaan Dzikir

Terus-menerus berdzikir kepada Allah SWT. memiliki beberapa keutamaan atau manfaat untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat adalah sebagai berikut:

  1. Dengan terus berdzikir maka dosa-dosa akan digugurkan dan pahala menjadi berlipat ganda.
  2. Orang yang berdzikir hatinya selalu hidup dan mendapatkan rahmat, serta ridho Allah SWT. dalam hidupnya.
  3. Ketenangan hati dan hilangnya rasa takut, serta perasaan waswas.
  4. Dzikir dapat membantu menguatkan ingatan.
  5. Dzikir dapat mengusir setan dan dijauhkan dari gangguan setan maupun iblis.

Baca juga:

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas mengenai pengertian dzikir, jenis dzikir, bacaan dzikir sesudah sholat, dan keutamaan dzikir.