Golongan yang Berhak Menerima Zakat

2 min read

Golongan Menerima Zakat

Golongan yang Berhak Menerima Zakat – Membayar zakat tidak hanya asal membayar zakat. Kita harus tahu berapa zakat yang harus kita bayarkan dan kepada siapa zakat kita akan diberikan.

Menyerahkan zakat kepada lembaga yang credible atau disalurkan kepada masjid merupakan pilihan yang tepat. Karena jika kita membayarkan zakat langsung kepada orang lain belum tentu kita mengetahui apakah orang tersebut termasuk dalam golongan dari orang yang berhak memperoleh zakat.

Berikut ini akan dijabarkan mengenai siapa saja yang berhak mendapatkan zakat, bacaan niat ketika berzakat fitrah, dan doa untuk membayar zakat serta menerima zakat. Maka simak terus web ini ya.

Beras

Zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan oleh seseorang yang telah memenuhi syarat – syarat yang telah ditetapkan oleh syariat Islam dan diberikan kepada golongan – golongan yang berhak mendapatkan zakat. Mustahik yaitu orang yang berhak untuk menerima zakat fitrah.

Hal ini terdapat pada Al Quran surat At Taubah ayat 60, Allah SWT. berfirman bahwa:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: 
“Sesungguhnya zakat – zakat itu, hanyalah untuk orang – orang fakir, orang – orang miskin, pengurus – pengurus (amil) zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang – orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah ayat 60)

Berdasarkan surat At Taubah ayat 60 tersebut, terdapat delapan golongan yang berhak menerima zakat yaitu:

  1. orang fakir
  2. orang miskin
  3. amil zakat
  4. mu’allaf
  5. hamba sahaya
  6. gharimin
  7. fisabilillah
  8. ibnu sabil

Golongan Penerima Zakat

1. Orang Fakir

Fakir yaitu orang yang tidak mampu mencukupi kebutuhan pokok untuk hidupnya dan tidak memiliki harta apapun.

2. Orang Miskin

Miskin yaitu orang yang tidak cukup dalam mencukupi kebutuhan pokok untuk hidupnya meskipun memiliki harta.

3. Amil Zakat

Amil zakat yaitu pengurus atau orang – orang yang mengumpulkan zakat dan membagikan zakat yang terkumpul kepada yang berhak menerima zakat.

4. Mu’allaf

Muallaf yaitu seseorang yang baru masuk Islam.

5. Hamba sahaya

Hamba sahaya yaitu budak yang ingin memerdekakan diri mereka.

6. Gharimin

Gharimin yaitu orang yang terlilit hutang di mana hutang tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan pokok hidupnya karena tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

7. Fii sabilillah

Fii sabilillah yaitu orang yang berjuang di jalan Allah SWT.

8. Ibnu Sabil

Ibnu sabil yaitu orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan perbekalan. Perjalanan yang dilakukan bukan untuk maksiat.

Golongan – golongan tersebut di atas berhak menerima zakat. Zakat yang kita bayarkan dapat disalurkan kepada lembaga amil zakat atau pun disalurkan sendiri.

Kamu harus ingat. Terdapat dua golongan yang tidak diperbolehkan menerima zakat, yaitu

  1. anak cucu atau keluarga dari Nabi Muhammad SAW.
  2. keluarga orang yang berzakat, seperti kakek, bapak, istri, anak, cucu, dan lain sebagainya.

Niat Zakat Fitrah

Adapun niat zakat fitrah sesuai dengan pembayar zakat yaitu sebagai berikut:

Niat zakat fitrah untuk diri sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘annafsii fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Allah Ta‘ala.”

Niat zakat fitrah untuk istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an zaujatii fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardhu karena Allah Ta‘ala.”

Niat zakat fitrah untuk anak laki – laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an waladii … fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki – lakiku … (sebutkan nama), fardhu karena Allah Ta‘ala.”

Niat zakat fitrah untuk anak perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an bintii … fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku … (sebutkan nama), fardhu karena Allah Ta‘ala.”

Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘annii wa ‘an jamii’i maa yalzamunii nafaqaatuhum syar’an fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardhu karena Allah Ta‘ala.”

Niat zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an (……) fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama beserta nama orang tua), fardhu karena Allah Ta‘ala.”

Doa Mengeluarkan Zakat Fitrah

Setelah membaca niat zakat, bacalah doa untuk mengeluarkan zakat. Orang yang memberikan zakat membaca doa berikut ini:

أللّهُمَّ اجْعَلْهَا مَغْنَمًا وَلا تَجْعَلْهَا مَغْرَمًا

Allahummaj ‘alhaa maghnaman wa laa taj’alhaa maghraman.

Artinya:
“Ya Allah jadikanlah ia sebagai simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikanlah ia pemberian yang merugikan.”

Doa untuk Menerima Zakat Fitrah

Amil zakat yang menerima zakat disunnahkan untuk mendoakan pemberi zakat dengan doa – doa yang baik. Berikut ini doa yang dibaca oleh panitia zakat ketika menerima zakat fitrah:

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ لَكَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Aajarak allaahu fiima a’thaita, wa baaraka laka fiimaa abqaita, wa ja’alahu laka thahuuraa.

Artinya:
“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

Baca Juga:

Demikianlah materi tentang golongan – golongan yang berhak menerima zakat, bacaan niat bagi yang berzakat, dan doa untuk membayar zakat, serta menerima zakat yang telah dijelaskan secara lengkap dan jelas. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kamu dan lebih peduli lagi terhadap sesama yang benar – benar membutuhkan. Terima kasih.