Bagaimana Hukum Meninggalkan Sholat Jumat bagi Laki-Laki dan Dalilnya

3 min read

Hukum Meninggalkan Sholat Jumat

Bagaimana Hukum Meninggalkan Sholat Jumat bagi Laki – Laki dan Dalilnya – Ibadah sholat Jumat merupakan ibadah yang wajib dikerjakan bagi laki – laki Muslim. Melaksanakan perintah Allah SWT. dan menjauhi larangan Nya merupakan salah satu tugas kita sebagai umat Nya.

Lantas bagaimana jika seorang laki – laki yang telah memenuhi syarat wajib dalam melaksanakan ibadah sholat Jumat tidak mengerjakan ibadah sholat Jumat? Apakah sama saja jika tidak melaksanakan ibadah sholat Jumat tetapi sholat dzuhur?

Karena kenyataannya kita masih menemukan laki – laki yang tidak memenuhi kewajibannya di hari Jumat dengan melaksanakan ibadah sholat Jumat.

Jadi, artikel kali ini akan membahas tentang hukuman apa yang telah Allah SWT. siapkan bagi seseorang laki – laki yang meninggalkan ibadah sholat Jumat beserta dalilnya ya. Simak terus ya.

Pelaksanaan sholat jumat

Seperti yang kita tahu pengertian dari iabadah Sholat Jumat yaitu sholat yang dikerjakan sebanyak dua rakaat pada hari Jumat yang di dahului dengan khutbah.

Hukum melaksanakan ibadah sholat jumat yaitu fardhu ‘ain bagi laki – laki Muslim yang telah memenuhi syarat wajib dari sholat Jumat.

Oleh karena itu, apabila seseorang meninggalkan sholat Jumat bukan karena uzur atau berhalangan Allah SWT. akan memberikan ganjaran kepada orang tersebut.

Adapun beberapa hukum atau ancaman meninggalkan ibadah sholat Jumat bagi laki – laki Muslim yang akan Allah SWT. berikan kepada hamba Nya jika meninggalkan ibadah sholat Jumat, yaitu sebagai berikut:

a. Meninggalkan sholat Jumat, maka termasuk dalam golongan orang – orang yang lalai.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu pernah mendengar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنْ الْغَافِلِينَ

Artinya: “Hendaklah orang – orang berhenti dari meninggalkan sholat Jumat, atau kalau tidak, maka Allah akan menutupi hati – hati mereka, setelah itu menjadikan mereka termasuk ke dalam orang orang yang lalai.” (HR. Muslim)

b. Meninggalkan sholat Jumat tanpa ada halangan atau uzur, maka termasuk dalam golongan orang munafik.

Usamah Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَكَ ثَلاثَ جُمُعَاتٍ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ كُتِبَ مِنَ الْمُنَافِقِينَ

Artinya: “Barang siapa yang meninggalkan sholat Jumat sebanyak tiga kali tanpa ada uzur, maka dicatat sebagai golongan orang – orang yang munafik.” (HR. Ath Thabrani)

Sama halnya dengan melaksanakan sholat wajib, sholat Jumat juga dapat tidak dilakukan jika memiliki suatu halangan atau uzur, contohnya sakit. Tetapi jika seseorang yang tidak memiliki uzur, maka akan termasuk dalam golongan orang – orang yang munafik.

c. Meninggalkan sholat Jumat dikarenakan tidak dalam kondisi darurat, maka akan ditutup hatinya.

Ketika seseorang meninggalkan sholat jumat sebanyak tiga kali, maka Allah SWT. akan menutup hatinya dan menguncinya. Hal ini dapat menyebabkan seseorang berkurang keimanannya.

Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ’anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلَاثًا مِنْ غَيْرِ ضَرُورَةٍ طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang meninggalkan sholat jumat sebanyak tiga kali padahal bukan kondisi darurat, maka Allah akan mengunci hatinya.” (HR. Ibnu Majah)

d. Meninggalkan sholat Jumat dikarenakan lalai atau meremehkan, maka hatinya akan terkunci.

Allah SWT. akan menutup hati seseorang yang meninggalkan ibadah sholat Jumat sebanyak tiga kali dengan sengaja.

Dalam hadits disebutkan bahwa Abul Ja’d Adh Dhamri Radhiyallahu ’anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang meninggalkan sholat jumat sebanyak tiga kali karena meremehkannya, maka Allah akan mengunci hatinya.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, dan Ahmad)

Meninggalkan ibadah sholat bagi seorang laki – laki Muslim yang tidak ada halangan atau uzur termasuk dalam melakukan dosa besar. Oleh karena itu, kerjakanlah ibadah sholat Jumat sebagaimana mestinya.

Kecuali bagi mereka yang berhalangan atau uzur dan tidak dapat melaksanakan ibadah sholat Jumat. Mereka dapat menggantinya dengan tetap melaksanakan ibadah sholat dzuhur.

Apa saja yang termasuk dalam uzur yang dimaksud?

Berikut ini beberapa halangan atau uzur yang dapat membuat tiap laki – laki Muslim tidak diwajibkan untuk melaksanakan sholat Jumat:

a. Cuaca yang menghambat, seperti hujan lebat, angin kencang, cuaca yang sangat dingin, salju, atau pun hujan es.
b. Sakit yang menyebabkan seseorang kesulitan mengikuti ibadah sholat berjamaah di masjid, tidak untuk seseorang yang mengalami sakit ringan seperti flu, batuk, dan lainnya.
c. Merasa khawatir dengan adanya bahaya
d. Tertahan di suatu tempat

Jika seseorang berada di salah satu dari situasi dan kondisi yang disebutkan tersebut, maka diperbolehkan bagi dia untuk tidak melaksanakan ibadah sholat Jumat.

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Abu daud, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَمِعَ الْمُنَادِي فَلَمْ يَمْنَعْهُ مِنَ اتِّبَاعِهِ عُذْرٌ قَالُوا : وَمَا الْعُذْرُ؟ قَال: خَوْفٌ أَوْ مَرَضٌ

Artinya: “Orang yang mendengar panggilan, tidak ada yang bisa mencegahnya kecuali uzur (halangan). Seseorang bertanya,”Uzur itu apa saja?”. Beliau menjawab,”Rasa takut atau sakit.”” (HR. Abu Daud)

Perlu diingat. Tidak melaksanakan ibadah sholat Jumat bukan berarti tidak melaksanakan sholat dzuhur. Tetap harus melaksanakan sholat dzuhur ya.

Hal ini dikarenakan, ibadah sholat dzuhur merupakan salah satu ibadah sholat wajib yang Allah SWT. perintahkan bagi semua umat Muslim.

Meninggalkan ibadah sholat Jumat dengan sengaja, lalai, meremehkan, atau tidak sedang dalam keadaan uzur, menjadikan hati kita tertutup dan termasuk menjadi salah satu dari golongan orang – orang yang munafik.

Semoga kita dijauhi dari sifat – sifat tersebut dan tetap terus memperbaiki ibadah kita dengan istiqomah ya.

Di masa pandemi wabah virus corona, pemerintah memang telah mengijinkan warga negaranya yang beragama Islam untuk melaksanakan ibadah di masjid Tetapi, kita tetap harus memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan ya. Dengan begitu kita akan menjaga satu sama lain dan menjadikan ibadah sholat menjadi lebih khusyuk dan tenang.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai hukum meninggalkan ibadah sholat Jumat bagi laki – laki Muslim beserta dalilnya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda sekalian dan lebih sadar akan kewajiban yang harus dilakukan, terutama kewajiban kita terhadap Allah SWT. Terima kasih.