Hukum Melaksanakan Sholat Berjamaah Baik di Masjid atau pun di Rumah

3 min read

Hukum Sholat Berjamaah

Hukum Melaksanakan Sholat Berjamaah Baik di Masjid atau pun di Rumah Ibadah yang wajib dikerjakan oleh tiap umat Islam salah satunya yaitu sholat. Sholat dapat dilakukan secara munfarid atau sendiri dan berjamaah.

Ibadah sholat dapat dikerjakan di masjid, langgar, musholah, atau pun rumah. Yang perlu diperhatikan ketika akan sholat yaitu tubuh atau pakaian yang suci dari hadats besar atau pun kecil dan tempat sholat yang bersih dan suci.

Pahala yang didapatkan ketika melaksanakan sholat pun berbeda – beda. Walaupun melaksanakan sholat merupakan kewajiban dan kita telah mendapatkan pahala. Tetapi, saat kita melaksanakan sholat secara berjamaah pahala yang didapatkan jauh lebih besar lagi.

Lalu bagaimana dengan hukum dari pelaksanaan sholat secara berjamaah? Kali ini akan diulas artikel mengenai hukum dari sholat berjamaah. Simak terus artikel ini ya.

Sholat Berjamaah
Sholat Berjamaah

Sholat Berjamaah

Sholat berjamaah merupakan sholat yang dilakukan secara bersama – sama terdapat seorang yang menjadi iman dan orang yang lainnya menjadi makmum. Sholat berjamaah dilakukan dengan minimal dua orang. Imam merupakan seseorang yang memimpin sholat, sedangkan makmum merupakan orang yang mengikuti imam. Imam hanya seorang, tidak ada dalam sholat memiliki imam lebih dari satu, tetapi jika makmum bisa lebih dari satu orang.

Pada suatu hadits disebutkan bahwa,

ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ فَأَقِيمُوا فِيهِمْ وَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي فَإِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ

Artinya: “Kembalilah kepada ahli kalian, lalu tegakkanlah sholat pada mereka, serta ajari, dan perintahkan mereka (untuk sholat). Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat. Jika telah datang waktu sholat, hendaklah salah satu dari kalian beradzan dan yang paling tua menjadi imam.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Bahkan di masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menghadapi perang. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan sholat secara berjamaah dengan sahabat – sahabatnya dan pasukan – pasukan tentara secara bergantian di tiap rakaatnya. Hal ini tertuang dalam sebuah ayat Al Quran pada surat An Nisa ayat 102. Allah Subhanahu wa ta’ala berfiman,

وَ اِذَا کُنۡتَ فِیۡہِمۡ فَاَقَمۡتَ لَہُمُ الصَّلٰوۃَ فَلۡتَقُمۡ طَآئِفَۃٌ مِّنۡہُمۡ مَّعَکَ وَ لۡیَاۡخُذُوۡۤا اَسۡلِحَتَہُمۡ ۟ فَاِذَا سَجَدُوۡا فَلۡیَکُوۡنُوۡا مِنۡ وَّرَآئِکُمۡ ۪ وَ لۡتَاۡتِ طَآئِفَۃٌ اُخۡرٰی لَمۡ یُصَلُّوۡا فَلۡیُصَلُّوۡا مَعَکَ وَ لۡیَاۡخُذُوۡا حِذۡرَہُمۡ وَ اَسۡلِحَتَہُمۡ ۚ وَدَّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا لَوۡ تَغۡفُلُوۡنَ عَنۡ اَسۡلِحَتِکُمۡ وَ اَمۡتِعَتِکُمۡ فَیَمِیۡلُوۡنَ عَلَیۡکُمۡ مَّیۡلَۃً وَّاحِدَۃً ؕ وَ لَا جُنَاحَ عَلَیۡکُمۡ اِنۡ کَانَ بِکُمۡ اَذًی مِّنۡ مَّطَرٍ اَوۡ کُنۡتُمۡ مَّرۡضٰۤی اَنۡ تَضَعُوۡۤا اَسۡلِحَتَکُمۡ ۚ وَ خُذُوۡا حِذۡرَکُمۡ ؕ اِنَّ اللّٰہَ اَعَدَّ لِلۡکٰفِرِیۡنَ عَذَابًا مُّہِیۡنًا

Artinya: “Dan apabila kamu (Muhammad) berada di tengah – tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan sholat bersama – sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) beserta kamu dan menyandang senjata mereka, kemudian apabila mereka (yang sholat beserta kamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum sholat, lalu mereka sholat denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Orang – orang kafir ingin agar kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata – senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan bersiap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang – orang kafir itu.” (QS. An Nisa ayat 102)

Berdasarkan ayat Al Quran tersebut terlihat bahwa dalam keadaan genting pun tetap melaksanakan sholat secara berjamaah. Kenapa seperti itu? Hal ini dikarenakan besarnya pahala atau pun keuntungan yang akan didapatkan jika kita melaksanakan sholat berjamaah dibandingkan dengan sholat sendiri.

Pelaksanaan sholat secara berjamaah pun tidak harus dilaksanakan di masjid, tetapi dapat dilakukan di tempat mana saja asalkan bersih dan suci dari hadats kecil atau pun besar.

Meskipun demikian terdapat sholat yang tidak harus dikerjakan secara berjamaah, misalnya sholat sunnah. Tidak semua sholat sunnah pun dikerjakan dengan sendiri. Sholat sunnah yang biasanya dikerjakan secara jamaah yaitu seperti sholat tarawih, sholat idul fitri atau pun sholat idul adha, sholat dua gerhana atau kusufain baik itu gerhana matahari (kusuf) atau pun gerhana bulan (khusuf), dan sholat istisqa’ atau sholat meminta hujan.

Hukum Sholat Berjamaah

Bagi umat Islam melaksanakan sholat berjamaah merupakan perintah yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dan dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada sholat wajib lima waktu, bagi seorang laki – laki melaksanakan sholat fardhu lebih diutamakan dibandingkan seorang perempuan.

Sholat berjamaah dapat dikerjakan di mana pun, tidak harus di masjid atau pun musholah.

Pelaksanaan sholat dapat dikerjakan secara berjamaah atau pun sendiri. Apakah wajib melaksanakan sholat secara berjamaah? Tidak semua sholat dapat dikerjakan secara berjamaah, terutama sholat sunnah.

Hukum dari melaksanakan sholat berjamaah yaitu sebagai berikut:

a. Fardhu ‘ain atau wajib

Hukum melaksanaan sholat secara berjamaah yaitu fardhu ‘ain apabila melaksanakan sholat jumat bagi laki – laki. Bagi laki – laki diwajibkan untuk melaksanakan sholat di masjid secara berjamaah. Apabila meninggalkan sholat jumat dengan sengaja maka akan mendapatkan balasan dari tindakannya tersebut, salah satunya yaitu dianggap seperti orang kafir.

b. Sunnah muakkad

Sunnah yang paling diutamakan untuk dikerjakan dan sebaiknya tidak ditinggalkan merupakan pengertian dari sunnah muakkad.

Pelaksanaan sholat secara berjamaah jauh lebih baik daripada melaksanakan sholat secara sendiri atau munfarid. Mengapa demikian? Hal ini berdasarkan pada sebuah hadits yang mengatakan bahwa pahala dari melaksanakan sholat secara berjamaah akan mendapatkan pahala sebanyak 27 kali lipat dibandingkan secara sendiri.

Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Artinya: “Sholat berjamaah itu lebih utama daripada sholat sendirian dengan kelipatan 27 derajat.” (HR. Al Bukhari)

Bagi umat Islam khususnya laki – laki melaksanakan sholat berjamaah lebih ditekankan, terutama untuk sholat subuh, maghrib, dan isya. Ketiga sholat fardhu tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar yang sayang bila ditinggalkan.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai hukum melaksanakan sholat secara berjamaah yang telah dijelaskan. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda sekalian. Terima kasih.