Kata Mutiara Islami Penuh Motivasi dan Makna

2 min read

Kata Mutiara Islami

Kata Mutiara Islami Penuh Motivasi dan Makna – Setiap orang memiliki tingkatan masalahnya sendiri. Meskipun berbeda masalahnya tapi tingkatan tekanan dalam diri tiap orang bisa sama besarnya. Butuh asupan support yang dapat memotivasi agar bisa terus semangat dan tidak down.

Seringkali kita mendengar para motivator yang dapat membantu kita semakin kuat dan semangat dalam menjalani hidup ini. Tidak hanya itu, para ulama dan penceramah juga selalu mengingatkan agar dapat melalui hari dengan mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala.

Kata-kata mutiara yang memotivasi dalam Islam sungguh banyak. Dalam Al Quran banyak firman Allah Subhanahu wa ta’ala yang dapat menjadikan kita semakin semangat dalam menjalani beban hidup. Apa saja kata mutiara Islami yang ada dalam Al Quran dan hadits? Berikut ini akan membahas mengenai kata mutiara Islami yang ada di Al Quran dan hadits. Simak terus ya.

Alam

Kata-kata mutiara yang dapat meningkatkan semangat dalam menjalani hidup yang penuh dengan tekanan dapat membantu seseorang bertahan. Tingkat tekanan hidup yang tinggi dapat membuat seseorang semakin melemah, baik fisik atau pun mentalnya.

Ketika seseorang dekat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, maka seberat apapun cobaan dan beban hidup yang datang dan menimpa maka insya Allah akan dapat dilalui.

Kata-kata yang dapat memotivasi seseorang juga bisa menjadi salah satu sarana pendukung yang dapat membantu kesehatan fisik dan mentalnya.

Di dalam Al Quran begitu banyak firman-firman Allah Subhanahu wa ta’ala yang dapat memotivasi dan membuat kita semakin semangat dan tidak putus asa dalam menjalani kehidupan yang semakin berat ini. Selain itu, kata-kata mutiara juga terdapat pada hadits.

Adapun berikut ini kata mutiara Islami di antaranya yaitu:

Allah tidak akan mengubah keadaan seseorang hingga orang tersebut yang merubah keadaan pada dirinya sendiri.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللهِ ۗ إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

Artinya: “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka akan merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan jika Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar Rad ayat 11)

Setiap kesulitan pasti ada kemudahan.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al Insyirah ayat 5)

Bencilah sesuatu sewajarnya dan suka sewajarnya. Karena kita tidak tahu apa yang kita benci saat ini, bisa jadi sesuatu yang kita senangi setelahnya.

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia sangat buruk bagimu, Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah ayat 216)

Allah tidak akan memberi kesulitan melebihi batas kemampuan seseorang.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

Artinya: Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al Baqarah ayat 286)

Seseorang yang baik akan bersama yang baik, begitu pula sebaliknya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Artinya: Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS. An Nur ayat 26)

Janganlah marah, maka surga untukmu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ

Artinya: Janganlah Engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. At Thabrani)

Jangan bersedih. Karena pertolongan datang bersama orang yang yang sabar.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَحْزَنْ وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ

Artinya: Jangan bersedih dan sesungguhnya pertolongan akan datang bersama kesabaran.” (HR. Ahmad)

Janganlah bersedih, karena Allah bersama kita.

إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: “Apabila kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedangkan dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita“. Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah Ayat 40)

Baca Juga:

Demikianlah kumpulan kata-kata mutiara Islami yang telah disebutkan yang ada di Al Quran dan hadits. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membuat Anda sekalian lebih bersemangat lagi dalam menjalani hidup. Terima kasih.

Waktu Mustajab dalam Berdoa

_pur
3 min read

Adab Mandi Wajib

Mandi wajib diartikan dengan cara menyiramkan air ke seluruh bagian tubuh dengan tata cara tertentu untuk menghilangkan hadas besar.
_pur
3 min read

Bacaan Ayat Kursi

Doa ibu
2 min read