Keutamaan Ibadah Haji (Lengkap beserta Penjelasannya)

4 min read

Keutamaan Ibadah Haji

Keutamaan Ibadah Haji – Islam yakni telah mengajarkan semua orang percaya untuk beribadah sepanjang hidup mereka. Islam telah mengatur ibadah yang harus dilaksanakan dalam rukun Islam.

Haji adalah rukun Islam kelima. Haji adalah wajib bagi Muslim yang mampu. Ini bisa berarti memiliki keterampilan mental, fisik, dan finansial.

Memang, berdasarkan sejarahnya, ziarah merupakan salah satu bentuk ibadah tertua. Karena sudah ada haji sejak Ibrahim dan putranya Ismail. Dari berbagai sumber, ibadah haji hanya bisa dilakukan mulai awal bulan Syawal hingga bulan Zulhijah, sebagaimana dijelaskan firman Tuhan dalam surat Alquran Al-Baqarah. Ayat 197.

Haji

Haji merupakan rukun kelima (rukun agama) Islam setelah keimanan, shalat, zakat dan puasa. Ziarah adalah salah satu ritual tahunan yang dilakukan (fisik, materiil, dan ilmiah) oleh umat Islam yang mampu di seluruh dunia dengan mengunjungi dan melakukan aktivitas di berbagai lokasi. di Arab Saudi pada saat yang dikenal sebagai musim haji (ulan dzulhijah). Berbeda dengan ibadah umrah yang biasanya dilakukan kapan saja.

Kegiatan pokok haji dimulai dalam tanggal 8 Dzul-Hijjah ketika umat Islam berdiam di Mina, dalam tanggal 9 Dzul-Hijjah di daerah Arafah wukuf (bisu), dan terakhir dalam tanggal 10 Dzul-Hijjah Jumrah (melempar batu melambangkan setan), kebanyakan orang Indonesia menyebutnya Idul Adha sebagai haji karena bertepatan dengan perayaan haji tersebut.

Kita semua memahami bahwa haji adalah bentuk ibadah yang tinggi. Doa semacam itu adalah bagian dari rukun Islam bagi siapa saja yang bisa mengikutinya. Keutamaan haji sering disebutkan dalam Alquran dan Sunnah. Termasuk:

Pertama

Haji adalah amalan afdhol. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

HR.-Bukhari-no-1519

Artinya:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

Kedua

Jika haji tidak bercampur dengan dosa (rasa malu dan zina) maka pahalanya adalah surga. Dari Abu Hurairah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Syarh-Shahih-Muslim

Artinya:
“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” (Syarh Shahih Muslim, 9/119)

Ketiga

Haji termasuk jihad fii sabilillah (jihad di jalan Allah). Dari ‘A’ishah – ummul Mukminin – radhiyallahu’ anha dia berkata:

HR.-Bukhari-no-1520

Artinya:
“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1520)

Keempat

Haji akan menghapus kesalahan dan dosa. Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa ia telah mendengarkan Nabi Muhammad SAW berkata:

HR.-Bukhari-no.-1521

Artinya:
“Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari no. 1521).

Kelima

Haji akan menghapus kemiskinan dan dosa. Nabi Muhammad SAW bersabda tentang Abdullah bin Mas’ud:

HR.-An-Nasai-no.-2631

Artinya:
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

Keenam

Orang yang berziarah sebagai tamu Tuhan. Dari Ibn Umar, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

HR.-Ibnu-Majah-no-2893

Artinya:
“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Itu adalah hadiah yang luar biasa dari haji. Semoga kita termasuk orang yang mudah dipimpin Tuhan untuk tinggal di rumah. Semoga kita mempersiapkan ibadah dengan kedewasaan, fisik yang kuat, dan rizki yang sah.

Keutamaan Ibadah Haji

Ibadah-Haji

Prioritas haji dinyatakan Allah dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 196 yang berbunyi:

Wa atimmul-hajja wal-‘umrata lillaah, fa in uhsirtum fa mastaisara minal-hady, wa laa tahliqu ru’usakum hattaa yablugal-hadyu mahillah, fa mang kaana mingkum mariidan au bihii azam mir ra’sih fa fidyatum min siyaamin au sadaqatin au nusuk, fa izaa amintum, fa man tamatta’a bil-‘umrati ilal-hajji fa mastaisara minal-hady, fa mal lam yajid fa siyaamu salaasati ayyaamin fil-hajji wa sab’atin izaa raja’tum, tilka ‘asyaratung kaamilah, zaalika limal lam yakun ahluhu haadiril-masjidil-haraam, wattaqullaaha wa’lamuu annallaaha syadiidul-‘iqaab

Artinya:
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.”

Dari ayat-ayat tersebut, beberapa keutamaan haji yang dilakukan oleh umat Islam dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Menjadi Tamu Allah

Orang yang berziarah dan diperlakukan sebagai tamu Tuhan. Dari Hadis Nabi bersabda:

“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri.” (HR. Ibnu Majah no 2893)

2. Mendapat Pahala Seperti Jihad

Muslim yang menjalankan haji kemudian menerima pahala yang sama dengan jihad karena haji adalah jihad terbaik menurut Allah. Aisyah bersabda sesuai riwayat hadits, Nabi bersabda:

“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. ‘Apakah berarti kami harus berjihad?’ Tidak. ‘Jihad yang paling utama adalah haji mabrur’, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1520)

3. Mendapat Balasan Surga

Dari sejarah sumber daya manusia. Bukhari dan HR. Muslim Abu Hurairah menjelaskan hal berikut:

“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

An Nawawi rahimahullah menambahkan untuk lebih jelasnya, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” (Syarh Shahih Muslim, 9/119)

4. Allah Berjanji Akan Menghapuskan Dosanya

Siapapun yang dengan sengaja dan bertekad untuk menunaikan ibadah haji dengan ikhlas, berharap menyenangkan hatinya, maka Tuhan akan menghapus dosa masa lalu. Dari Abu Hurairah, berdasarkan riwayat hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari no. 1521).

5. Menghilangkan Kemiskinan

Menurut cerita hadits, Nabi bersabda tentang Abdullah Bin Mas’ud:

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387)

Dijelaskan dari hadits bahwa salah satu keutamaan menjalankan ibadah haji dapat mengentaskan kemiskinan atau kemiskinan sehingga umat Islam yang mengamalkan rukun Islam kelima yang dijanjikan Allah dapat memperoleh makanan dan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam Surat Al Hajj ayat 28 Allah berfirman:

Liyasy-had manaafi’a lahum wa yazkurusmallaahi fii ayyaamim ma’lumaatin ‘alaa maa razaqahum mim bahiimatil-an’aam, fa kulu min-haa wa at’imul-baa’isal-faqir

Artinya:
“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah diberikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Keutamaan Ibadah Haji. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.