Keutamaan Shalat Tarawih

3 min read

Keutamaan Shalat Tarawih

Keutamaan Shalat Tarawih – Shalat tarawih hanya dilaksanakan saat bulan Ramadhan. Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Muslim.

Itu sebabnya, shalat tarawih merupakan ibadah yang harus dilakukan selain bertadarus. Karena shalat tarawih memiliki banyak keutamaan dan tiap-tiap orang berlomba-lomba untuk melipatgandakan pahalanya di bulan yang penuh berkah ini.

Shalat tarawih merupakan termasuk Qiyamul Lail atau shalat malam karena dikerjakan saat malam hari sesudah shalat isya. Shalat tarawih sebaiknya dilakukan berjamaah, karena akan memperoleh pahala yang lebih besar. Berikut akan dijelaskan mengenai keutamaan-keutamaan dari shalat tarawih. Ayo, kita simak.

Keutamaan yang Utama

Shalat-Tarawih-1

Shalat tarawih mempunyai keutamaan-keutamaan sebagai berikut:

1. Diampuni Dosa-Dosanya

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW. bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan mencari pahala, maka diampuni baginya dosa-dosa yang telah lampau.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

2. Memperoleh Pahala Shalat Semalam Penuh

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW. berikut ini:

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ بَقِيَّةُ لَيْلَتِهِ

Artinya: “Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat semalam penuh.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Keutamaan Secara Umum

Berikut merupakan keutamaan secara umum jika dikerjakan secara berjamaah ataupun sendiri:

1. Terdapat Malam Lailatul Qadar

Selain karena dilaksanakan di bulan Ramadhan, shalat tarawih dan witir ini dikerjakan pada malam hari. Di tengah-tengah bulan Ramadhan terdapat hari yang dinanti dan dikenal dengan peristiwa lailatul qadar atau malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan. Maksudnya, pelaksanaan shalat tarawih dan witir, juga ibadah-ibadah lain di malam Ramadhan, merupakan kesempatan untuk mendapatkan berlipat ganda pahala, keutamaan, dan keberkahan.

2. Sholat Sunnah Paling Utama

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ قِيَامُ اللَّيْلِ

“Shalat yang paling afdhol setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. An Nasa’i)

3. Memperoleh Pahala Shalat Berjamaah

Hal ini serupa dengan wajib shalat berjamaah sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini :

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

“Sholat berjamaah lebih utama dibandingkan sholat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari)

4. Kemuliaan dan Kewibawaan

وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْـمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ

“Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya.” (HR. Hakim; hasan)

5. Sebagai Sarana Pembelajaran

Shalat tarawih berjamaah merupakan sarana pembelajaran terutama bagi para pemuda. Biasanya, imam atau khatib akan memberikan ceramah ada yang setelah shalat isya, dan ada pula setelah shalat tarawih, tergantung kebijakan masjid. Imam atau khatib menyampaikan ceramah yang berisikan tentang siraman rohani maupun ilmu agama lainnya yang bermanfaat.

6. Kebiasaan Orang Shalih

Sholat malam merupakan kebiasaan orang-orang shalih terdahulu. Maka siapa yang mengerjakannya, ia pun dicatat sebagai orang-orang shalih sebagaimana mereka.

“Biasakanlah dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)

Keutamaan Berdasarkan Rasulullah SAW.

Sedangkan berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Ali Bin Abi Thalib, shalat tarawih memiliki tiga puluh manfaat yang berbeda setiap malamnya hal ini sesuai dengan sabda Rasullullah SAW.:

  1. Pada malam pertama: Orang mukmin akan keluar dari dosanya seperti hari saat dia dilahirkan oleh ibunya.
  2. Pada malam ke-2: Diampuni dosanya dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
  3. Pada malam ke-3: Seorang malaikat akan berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lalu.”
  4. Pada malam ke-4: Akan memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al Furqan (Al Qur’an).
  5. Pada malam ke-5: Allah SWT. memberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah, dan Masjidil Aqsha.
  6. Pada malam ke-6: Allah SWT. memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
  7. Pada malam ke-7: Seolah-olah ia bertemu Nabi Musa as. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
  8. Pada malam ke-8: Allah SWT. memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahim as.
  9. Pada malam ke-9: Seolah-olah ia beribadah kepada Allah SWT. sebagaimana ibadatnya Nabi Muhammad SAW.
  10. Pada Malam ke-10: Allah SWT. menganugerahkan kebaikan dunia dan akhirat.
  11. Pada malam ke-11: Ia akan keluar dari dunia seperti pada saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
  12. Pada malam ke-12: Ia akan datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
  13. Pada malam ke-13: Ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
  14. Pada malam ke-14: Para malaikat akan datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia benar-benar telah melaksanakan shalat tarawih, maka Allah tidak akan menghisabnya pada hari kiamat.
  15. Pada malam ke-15: Ia didoakan oleh para malaikat dan para pemikul Arsy dan Kursi.
  16. Pada malam ke-16: Allah SWT. menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan untuk masuk ke surga.
  17. Pada malam ke-17: Ia akan diberi pahala seperti pahala para nabi.
  18. Pada malam ke-18: Malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah ridha kepadamu dan kepada ibu dan bapakmu.”
  19. Pada malam ke-19: Allah SWT. mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
  20. Pada malam ke-20: Allah SWT. memberi pahala seperti para syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
  21. Pada malam ke-21: Allah SWT. membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya di surga.
  22. Pada malam ke-22: Ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala macam kesedihan dan kesusahan.
  23. Pada malam ke-23: Allah SWT. membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
  24. Pada malam ke-24: Ia akan memperoleh dua puluh empat doa yang dikabulkan.
  25. Pada malam ke-25: Allah SWT. menghapuskan darinya azab kubur.
  26. Pada malam ke-26: Allah SWT. menerima pahalanya selama empat puluh tahun.
  27. Pada malam ke-27: Ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
  28. Pada malam ke-28: Allah SWT. mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
  29. Pada malam ke-29: Allah SWT. memberinya pahala seribu kali ibada haji yang diterima.
  30. Dan pada malam ke-30: Allah SWT. berfirman : “Hai hamba-Ku, makanlah dari buah-buahan surga, mandilah dari air sungai Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau adalah hamba-Ku.”

Baca Juga:

Demikianlah keutamaan-keutamaan yang bisa kita peroleh dari melaksanakan shalat tarawih. Semoga saat tiba bulan ramadhan kita selalu bisa mengerjakan ibadah ini tanpa halangan apapun dan memperoleh keutamaan shalat tarawih tersebut.