Keutamaan dari Melaksanakan Sholat Fardhu Sesuai Al Quran dan Hadist

2 min read

Keutamaan Sholat Fardhu

Keutamaan dari Melaksanakan Sholat Fardhu Sesuai Al Quran dan Hadist – Bagi umat Islam sholat merupakan tiang agama. Tanpa tiang rumah tidak dapat berdiri dengan kokoh. Itu sebabnya tiang merupakan bagian penting dari sebuah rumah. Oleh karena itu, Islam tidak dapat berdiri tegak dengan sholat.

Sholat begitu penting bagi umat Islam. Dengan melaksanakan sholat maka iman seseorang akan tumbuh. Semakin kita dekat dengan Allah Subhanahu wa ta’ala, maka semakin tumbuh iman kita. Melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang. Sholat merupakan ibadah yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Selain karena itu, sholat juga memiliki banyak keutamaan. Masya Allah begitu Pemurah-Nya. Tahukah kamu apa saja keutamaan yang akan diperoleh dengan mengerjakan sholat fardhu? Banyak sekali keutamaan yang bisa kita peroleh. Apa saja keutamaan itu? Berikut ini akan dibahas. Ulasan kali ini akan membahas mengenai keutamaan dari melaksanakan sholat fardhu dilengkapi dengan dalil. Simak terus ya.

sholat7

Saat peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan perjalanan bersama malaikat Jibril dan bertemu dengan Allah Subhanahu wa ta’ala. Saat itu, Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengerjakan sholat fardhu dan mengajarkannya kepada seluruh umat-Nya.

Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan untuk bersujud kepada Allah Subhanahu wa ta’ala di tiap harinya. Saat itu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta keringanan agar umat-Nya dapat melaksanakan sholat fardhu sebanyak lima kali dalam sehari semalam untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Dan Allah Subhanahu wa ta’ala menyetujui hal itu.

Sejak saat itu, dalam sehari semalam kita wajib untuk beribadah yaitu sholat fardhu yang harus dikerjakan kecuali dikarenakan uzur. Sungguh, sholat merupakan ibadah yang membuat hamba-Nya menjadi seseorang yang beruntung di dunia dan di akhirat. Selain itu, sholat juga merupakan amalan yang pertama kali dihisab oleh Allah Subhanahu wa ta’ala di hari akhir nanti.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ، فَإنْ صَلُحَتْ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ، وَإنْ فَسَدَتْ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا

Artinya: “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Maka, jika sholatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika sholatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari sholat fardhunya, maka Allah Ta’ala berfirman, “Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki sholat sunnah? Maka sempurnakanlah apa yang kurang dari sholat fardhunya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. At Tirmidzi)

Sholat fardhu yang kita kerjakan banyak sekali disebutkan di dalam Al Quran. Allah Subhanahu wa ta’ala selalu mengingatkan hamba-Nya untuk melaksanakan sholat fardhu. Jika hamba-Nya meninggalkan sholat, maka akan mendapatkan balasan yang amat pedih. Begitu pula sebaliknya. Sholat memiliki keutamaan yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Adapun berikut ini keutamaan dari melaksanakan sholat fardhu yaitu sebagai berikut:

a. Mencegah perbuatan yang keji dan mungkar

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan – perbuatan) yang keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah – ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut ayat 45)

b. Pelebur dosa

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا إِلَّا كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ

Artinya: “Tidaklah datang kepada seorang Muslim waktu sholat wajib, kemudian dia berwudhu, khusyuk, dan rukuk dengan sebaik – baiknya, melainkan sholat tersebut akan menjadi pelebur bagi dosa – dosa yang terjadi sebelumnya, selama ia tidak melakukan dosa besar. Dan itu berlaku sepanjang masa.” (HR. Muslim)

Pada hadits lain juga disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ، وَالجُمُعَةُ إِلَى الجُمُعَةِ، كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ، مَا لَمْ تُغشَ الكَبَائِرُ

Artinya: “Sholat lima waktu, Jumat yang satu sampai Jumat yang lain, adalah sebagai penghapus dosa antara semuanya, antara waktu yang satu dengan waktu yang berikutnya, selama tidak dikerjakan dosa – dosa yang besar.” (HR. Muslim)

c. Diberikan rezeki

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Artinya: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang – orang yang bertakwa.” (QS. Thaha ayat 132)

d. Disiapkan hidangan di surga

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ، أَعَدَّ اللهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلاً كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ

Artinya: “Barangsiapa yang pergi ke masjid pada pagi hari atau sore hari, Allah akan menyediakan baginya hidangan di surga, setiap kali datang pada pagi atau sore hari.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

e. Dihapusnya kesalahan – kesalahan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

Artinya: “Siapa saja yang bersuci di rumahnya, lalu berjalan ke salah satu masjid untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban – kewajiban yang diperintahkan Allah, maka langkah – langkahnya salah satunya akan menghapus satu kesalahan dan yang lainnya meninggikan derajatnya.” (HR.Muslim)

f. Meninggikan derajat orang yang sholat

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

Artinya: “Perbanyaklah sujud kepada Allah, karena sesungguhnya tidaklah engkau bersujud satu kali, melainkan Allah akan mengangkat derajatmu dan menghapus kesalahanmu.” (HR. Muslim)

Baca Juga:

Demikianlah keutamaan dari melaksanakan sholat fardhu yang dilengkapi dengan dalil. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda sekalian dan menjadikan kita termasuk hamba – hamba yang taat dan beriman kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Terima kasih.

Waktu Mustajab dalam Berdoa

_pur
3 min read

Adab Mandi Wajib

Mandi wajib diartikan dengan cara menyiramkan air ke seluruh bagian tubuh dengan tata cara tertentu untuk menghilangkan hadas besar.
_pur
3 min read

Pelaksanaan Shalat Jumat

_pur
3 min read