Keutamaan Membayar Zakat

2 min read

Keutamaan Membayar Zakat

Keutamaan Membayar Zakat – Zakat merupakan kewajiban tiap – tiap umat Muslim yang harus dilaksanakan. Dengan melaksanakan zakat harta kita tidak akan berkurang, justru Allah SWT. akan melapangkan rejeki kita.

Selain menyucikan diri dan harta kita, Allah SWT. telah menyiapkan keutamaan yang akan kita peroleh.

Apa saja keutamaan yang akan kita dapatkan itu? Berikut ini merupakan keutamaan – keutamaan dari membayar zakat yang akan dijabarkan secara lengkap dan jelas.

Keutamaan Membayar Zakat

Allah SWT. memerintahkan kepada hamba – hamba -Nya untuk melaksanakan perintahnya dengan maksud yang baik. Sama seperti membayar zakat. Membayar zakat pun memiliki keutamaan yang luar biasa. Berdasarkan ayat Al Quran pada surat Al Bayyinah ayat 5, Allah SWT. berfirman:

ا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Artinya:
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada -Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah ayat 5)

Berikut ini beberapa keutamaan dari membayar zakat:

1. Menyucikan dan Membersihkan Diri

Tujuan utama dari membayar zakat yaitu menyucikan harta dan membersihkan diri kita. Hal ini tercantum dalam Al Quran surat At Taubah ayat 103, Allah SWT. berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At Taubah ayat 103)

2. Masuk Surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَافَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Artinya:
“Sesungguhnya di surga terdapat kamar yang luarnya dapat terlihat dari dalamnya dan dalamnya dapat terlihat dari luarnya.” Kemudian ada seorang Badui berdiri lantas bertanya, “Kepada siapa (kamar tersebut) wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Bagi orang yang berkata baik, memberi makan (di antaranya lewat zakat, pen), rajin berpuasa, sholat karena Allah di malam hari di saat manusia sedang terlelap tidur.” (HR. Tirmidzi)

Adapun firman Allah SWT. dalam surat Al Maidah ayat 12 sebagai berikut:

وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لأكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلأدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

Artinya:
“Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Dan Allah berfirman, “Aku bersamamu.” Sesungguhnya jika kamu melaksanakan sholat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul – rasul -Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, pasti akan Aku hapus kesalahan – kesalahanmu, dan pasti akan Aku masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tetapi, barang siapa kafir di antaramu setelah itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al Maidah ayat 12)

3. Penghapus Dosa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

Artinya:
”Dan sedekah itu akan menghapuskan dosa (kesalahan) sebagaimana air dapat memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

4. Meredam Murka Allah SWT.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ

Artinya:
“Sedekah itu dapat memamkan murka Allah dan mencegah dari keadaan mati yang jelek.” (HR. Tirmidzi)

5. Pahala yang Berlipat Ganda

Dengan membayar zakat kita akan memperoleh pahala yang berlipat ganda. Hal ini sesuai dengan ayat dalam surat Al Baqarah ayat 276:

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

Artinya:
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al Baqarah ayat 276)

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:

قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – : مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ – وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ – وَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّى أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ

Artinya:
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa bersedekah senilai dengan sebiji Kurma dari penghasilan yang baik (halal) dan Allah hanya menerima sedekah yang baik (halal), maka sesungguhnya Allah akan menerima sedekahnya dengan tangan kanan -Nya, kemudian Dia menumbuh – kembangkannya bagi pemiliknya sebagaimana salah seorang dari kamu menumbuh – kembangkan anak kudanya sehingga menjadi seperti (sepenuh) gunung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Turunnya Banyak Kebaikan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا

Artinya:
“Dan tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat dari harta – harta benda mereka, melainkan mereka akan dicegah dari mendapatkan hujan dari langit. Jika sekiranya bukan karena binatang – binatang ternak, niscaya mereka tidak akan diberi hujan (yakni mereka ditimpa kekeringan).” (HR. Ibnu Majah)

Diberi Rahmat oleh Allah SWT.

Salah satu sifat dari orang – orang yang beriman yang berhak diberikan oleh Allah SWT rahmat atau kasih sayang yaitu membayar zakat. Allah SWT. berfirman dalam Al Quran surat At Taubah ayat 71 bahwa:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya:
“Dan orang – orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul -Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah ayat 71)

Baca Juga:

Demikianlah keutamaan dari membayar zakat. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.