Kewajiban dan Hal yang tidak dan Boleh Dilakukan terhadap Jenazah

2 min read

Kewajiban terhadap Jenazah

Kewajiban dan Hal yang tidak dan Boleh Boleh Dilakukan terhadap Jenazah – Begitu banyak hal yang harus kita perhatikan terhadap jenazah. Kita tidak bisa begitu saja dalam mengurus jenazah. Ada kewajiban dan hal – hal yang harus diperhatikan dalam mengurus jenazah.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai kewajiban dan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap jenazah.

Kematian

Kematian seseorang tidak ada yang dapat mengetahuinya. Hanya Allah saja yang mengetahui tentang kematian seseorang. Allah SWT. berfirman:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “Sesungguhnya hanya di sisi Allah sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dilakukannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman ayat 34)

Hal yang Boleh dan tidak Boleh Dilakukan pada Jenazah

Berikut ini hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap jenazah:

A. Jangan Meratapi Jenazah

Ketika kerabat atau keluarga kita meninggal dunia maka kita tidak boleh meratap atau menangis yang berlebih – lebihan. Hal itu dapat memberatkan si mayit. Apalagi jika air mata kita jatuh di tubuh si mayit.

لاَ تَبْكُوْا عَلَى أَخِي بَعْدَ الْيَوْمِ

Artinya: “Janganlah kalian menangisi saudaraku ini setelah hari ini.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

Pada hadits lain, Abu Malik Al Asy’ari bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أُمُوْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لاَ يَتْرُكُوْنَهُنَّ: اَلْفَخْرُ فِي اْلأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِي اْلأَنْسَابِ وَاْلإِسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُوْمِ وَالنِّيَاحَةُ

Artinya: “Empat hal dari kebiasaan Jahiliyah yang masih dilakukan umatku dan tidak juga ditinggalkannya, yaitu berbangga – bangga dengan keturunan, mengingkari keturunan, meminta hujan dengan ramalan bintang, dan meratapi mayit.”

B. Sabar dan Ikhlas Menerima Takdir dari Allah SWT.

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونأُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونََ

Artinya: “Dan sungguh akan Kami menguji kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah – buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang – orang yang sabar, (yaitu) orang – orang yang apabila ketika ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (sesungguhnya kami milik Allah dan Kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang mendapatkan ampunan dan rahmat dari Rabb-nya, dan mereka itulah termasuk orang – orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah ayat 155-157)

C. Tidak Boleh Merobek – Robek Baju

‘Abdullah berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْحُدُوْدَ وَشَقَّ الْجُيُوْبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

Artinya: “Bukanlah termasuk golongan kami orang yang memukul – mukul pipi (ketika ditimpa musibah), yang merobek – robek baju, dan menyeru dengan seruan Jahiliyah.” (HR. Al Bukhari, An Nasa’i, At Tirmidzi, dan Muslim)

Kewajiban terhadap Jenazah

Adapun kewajiban yang harus dilakukan terhadap jenazah:

A. Memejamkan Mata Jenazah yang terbuka

Ummu Salamah Hindun binti Abi Umayyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat mendatangi Abu Salamah yang telah meninggal, ketika itu kedua matanya terbuka. Maka Nabi shalallahu alaihi wa salam pun memejamkan kedua mata Abu Salamah dan bersabda: “Sesungguhnya bila roh telah dicabut, maka pandangan matanya mengikutinya”.” (HR. Muslim)

B. Mendoakan Jenazah

Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Bacakanlah surat Ya Sin atas orang yang meninggal di antara kalian.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa terhadap salah satu sahabat, Abu Salamah, yang meninggal dunia dengan doa sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ِلأَبِي سَلَمَةَ, وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّيْنَ, وَاخْلُفْ فِيْ عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِيْنَ, وَاغْفِرْلَناَ وَلَهُ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ, وَافْسَحْ لَهُ فِيْ قَبْرِهِ, وَنَوِّرْ لَهُ فِيْهِ

Artinya: “Ya Allah, ampunkanlah dosa dan kesalahan Abu Salamah, tinggikanlah derajatnya di kalangan orang – orang yang diberi petunjuk, dan jagalah keturunan sesudahnya (anak dan cucunya) agar termasuk dalam orang – orang yang selamat. Ampunilah kami dan ia, lapangkanlah kuburnya serta berilah cahaya di dalamnya”.” (HR. Abu Daud dan Muslim)

C. Menutup Seluruh Tubuh Jenazah dengan Kain

Tutup semua tubuh anggota tubuh dari jenazah tersebut dengan kain. Apabila meninggal ketika sedang menggunakan pakaian ihram maka kepala dan wajahnya tidak ditutup dengan kain.

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa:

“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, seluruh jasadnya ditutupi dengan kain lurik (sejenis kain buatan Yaman).” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

D. Mengikat Dagu Jenazah

Tata cara mengikat dagu jenazah yaitu kain yang lebar dan panjang yang dapat mencakup seluruh dagu dengan mengikatkan pada bagian atas kepalanya agar mulutnya tertutup.

E. Mempersiapkan Makam Sesegera Mungkin

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam bersabda:

أَسْرِعُوْا بِالْجَنَازَةِ, فَإِنْ تَكُنْ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُوْنَهَا عَلَيْهِ, وَإِنْ تكُنْ غَيْرَذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكمْ

Artinya: “Segerakanlah pemakaman jenazah. Jika ia termasuk orang – orang yang berbuat kebaikan di antara kalian, maka akan jadi kebaikan baginya apabila kalian percepat. Jika ia orang yang tidak demikian, maka keburukan lebih cepat hilang dari pundak – pundak kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

F. Melunasi Hutang Piutang si Mayit

Hutang merupakan hal yang wajib dibayarkan karena sampai mati pun hutang akan dibawa. Saat di yaumul hisab, hutang kita dapat memberatkan timbangan keburukan kita dan di sana kita akan ditagih terhadap hutang kita. Itu sebabnya menyelesaikan hutang piutang si mayit merupakan kewajiban.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ

Artinya: “Jiwa seorang mukmin bergantung dengan utangnya sehingga ditunaikan.”

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai kewajiban terhadap jenazah dan hal – hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap jenazah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita dalam mengurus jenazah ketika ada kerabat atau keluarga kita yang meninggal jenazah. Terima kasih.