Beriman Kepada Kitab Allah

2 min read

Beriman Kepada Kitab Allah

Beriman Kepada Kitab Allah – Setiap agama memiliki kitab yang dianut masing-masing agama. Dalam agama Islam juga terdapat kitab yang diyakini dan diimani. Selain Al Qur’an terdapat beberapa kitab yang perlu diimani sesuai Rukun Iman. Kali ini akan dibahas mengenai kitab-kitab yang Allah SWT. turunkan atau wahyukan kepada nabi-nabi Allah SWT. Apa saja kita yang Allah SWT. turunkan? Ayo kita simak pembahasan pada artikel ini…

Kitabullah atau Kitab Allah merupakan kumpulan atau catatan-catatan firman yang diwahyukan oleh Allah SWT. kepada para nabi dan rasul Allah SWT. Sebagai umat Muslim mempercayai kitab-kitab selain Al Qur’an merupakan salah satu dari Rukun Iman yang wajib diyakini. Allah SWT. telah menurunkan kitab-kitab yang berjumlah sebanyak 114 kitab suci.

Allah SWT. berfirman:

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَاَنْزَلَ التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَۙ

Artinya: “Dia menurunkan Kitab (Al Qur’an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil.” (QS. Ali Imran (3) : 3)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisa (4) : 136)

اِنَّآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ كَمَآ اَوْحَيْنَآ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ ۚوَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا

Artinya: “Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan kitab Zabur kepada Daud.” (QS. An Nisa (4) : 163).

kitab

Kitab Allah terdapat dua jenis pada zaman dahulu, yaitu bisa berupa shuhuf dan mushaf. Kedua kata tersebut berasal dari kata yang sama yaitu “sahafa” yang artinya “menulis”.

Shuhuf yaitu sepenggal kalimat yang ditulis dalam media seperti kulit, kertas, dan media lainnya. Dan mushaf merupakan kumpulan dari shuhuf yang dijadikan menjadi satu.

Shuhuf dikumpulkan pada masa Abu Bakar, sedangkan mushaf dikumpulkan pada masa Utsman bin Affan.

Allah SWT. menurunkan shuhuf kepada para nabi seperti Nabi Musa as. dan Nabi Ibrahim as., sebagaimana firman Allah SWT. dalam Al Qur’an surat Al A’la ayat 18 sampai 19 berikut ini:

(19)إِنَّ هَذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَى (18) صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى

Artinya: “Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu. (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.” (QS. Al A’la (87) : 18 – 19)

Selain itu Allah SWT. berfirman:

(37)أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِى صُحُفِ مُوسَىٰ (36) وَإِبْرَٰهِيمَ ٱلَّذِى وَفَّىٰٓ

Artinya: “Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa? dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?” (QS. An Najm (53) : 36 – 37)

Kitab Zabur

Wahyu yang Allah SWT. turunkan kepada Nabi Daud as. yaitu berupa kitab Zabur. Kitab Zabur ini diperuntukkan untuk kaum Bani Israil. Bahasa yang digunakan ketika menurunkan kitab ini yaitu dalam bahasa Qibti. Ada juga sebagian ulama yang menyamakan kata “Zabur” dengan kata “Mazmur”. Arti dari kata tersebut maksudnya adalah kumpulan nyanyian dan doa. Artinya, Kitab Zabur berisi kumpulan nyanyian, pujian, dan doa kepada Allah SWT. atas segala nikmat yang telah Allah SWT. karuniakan.

وَرَبُّكَ أَعۡلَمُ بِمَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ وَلَقَدۡ فَضَّلۡنَا بَعۡضَ ٱلنَّبِيِّ‍ۧنَ عَلَىٰ بَعۡضٖۖ وَءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ زَبُورٗا

Artinya: “Dan Tuhan kamu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (QS. Al Isra (17) : 55)

Kitab Taurat

Nabi Musa as. mendapatkan wahyu dari Allah SWT. yang berisikan petunjuk bagi dirinya dan kaum Bani Israil yaitu berupa Kitab Taurat. Kitab Taurat ini menggunakan bahasa Ibrani.

وَءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ وَجَعَلۡنَٰهُ هُدٗى لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُواْ مِن دُونِي وَكِيلٗا

Artinya: “Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan Kalam): “Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku.” (QS Al Isra (17) : 2)

Kitab Injil

Berdasarkan bahasa Yunani, kata Injil memiliki arti “kabar baik atau kabar gembira”. Kitab Injil ini diturunkan kepada Nabi Isa as. untuk kaum Bani Israil dengan tujuan untuk membenarkan ajaran-ajaran dari kitab sebelum kitab Taurat yang telah banyak diselewengkan. Dijelaskan dalam Al Qur’an surat Al Maidah ayat 46 sebagai berikut:

وَقَفَّيۡنَا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم بِعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَ مُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ مِنَ ٱلتَّوۡرَىٰةِۖ وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡإِنجِيلَ فِيهِ هُدٗى وَنُورٞ وَمُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ مِنَ ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَهُدٗى وَمَوۡعِظَةٗ لِّلۡمُتَّقِينَ

Artinya: “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Maidah (5) : 46)

Kitab Al Qur’an

Al Qur’an merupakan kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. sebagai pedoman atau petunjuk untuk Nabi Muhammad SAW. dan para pengikutnya, beserta umat-umat yang hidup sampai akhir zaman kelak.

Al Qur’an merupakan kitab suci yang terakhir yang menyempurnakan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya (Zabur, Taurat, dan Injil). Oleh karena itu, Al Qur’an berisikan lebih banyak petunjuk dari Allah SWT. agar seluruh umat manusia dapat hidup bahagia, sejahtera, dan aman, baik hidup di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana firman Allah SWT.:

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

Artinya: “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al Furqan (25) : 1)

Allah berfirman dalam Al Qur’an surat Al Hijr ayat 9 berikut ini:

إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al Hijr (15) : 9)

Baca Juga:

Demikianlah kitab-kitab yang telah Allah turunkan kepada para Nabi. Semoga dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat.