Hal yang Membatalkan Puasa

2 min read

Hal yang Membatalkan Puasa

Hal yang Membatalkan Puasa – Puasa merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan dan juga ibadah yang sering dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. Puasa terdapat dua jenis yaitu puasa wajib yang dikerjakan di bulan Ramadhan dan puasa sunnah.

Melaksanakan puasa dari terbit fajar hingga matahari terbenam dengan menahan diri dari segala yang membatalkan puasa. Tahukah kamu apa saja yang dapat membatalkan puasa selain makan dan minum?

Berikut ini akan dijabarkan mengenai apa saja hal – hal yang dapat membatalkan puasa kamu dan yang makruh dilakukan saat berpuasa.

Dilarang Makan dan Minum

Puasa merupakan ibadah yang Allah SWT. perintahkan. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim sebagai berikut:

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ

Artinya:
“Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibnu Umar Ibnu Khatab ra., berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Islam didirikan di atas lima hal, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan -Nya, didirikannya sholat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya haji di Baitullah (Ka’bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Tercantum seperti dalam ayat Al Quran surat Al Baqarah ayat 183, Allah SWT. berfirman bahwa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:
“Hai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah ayat 183)

Hal yang Membatalkan Puasa

Puasa yang kita kerjakan akan tetap sah jika kita berpuasa sesuai dengan syariat Islam, mematuhi rukun puasa, syarat wajib dan sunnah puasa, serta hal – hal yang membatalkan puasa. Segala hal yang melalui mulut akan membatalkan puasa.

Adapun hal – hal yang dapat membatalkan puasa kita yaitu sebagai berikut:

1. Makan dan Minum dengan Sengaja

Puasa yang sedang kita kerjakan dapat batal jika kita makan dan minum dengan segaja. Jika kita sedang berada di bulan Ramadhan, maka wajib hukumnya untuk mengqadha puasa itu.

Berbeda hal dengan posisi kita lupa ketika makan atau minum, maka kita tidak perlu mengganti puasa kita di lain waktu. Tetapi, kita harus segera berhenti makan atau minum, dan membuang sisa makanan yang masih berada di mulut kita.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ, فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ, فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ

Artinya:
“Barang siapa yang lupa bahwasanya dia sedang berpuasa, lalu dia makan atau minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah telah memberi makan dan minum kepadanya.” (HR. Muslim, Al Bukhari, Ibnu Majah, dan At Tirmidzi)

2. Haid dan Nifas

Wajib bagi yang sedang mengalami haid dan nifas untuk mengganti puasa di waktu yang lain. Puasa akan menjadi batal meskipun satu menit lagi akan tiba waktu berbuka jika seorang wanita mengalami menstruasi atau haid.

Berdasarkan hadits berikut ini:

و حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ مُعَاذَةَ قَالَتْ سَأَلْتُ عَائِشَةَ فَقُلْتُ مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِي الصَّوْمَ وَلَا تَقْضِي الصَّلَاةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قُلْتُ لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ وَلَكِنِّي أَسْأَلُ قَالَتْ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ

Artinya:
“Dan telah menceritakan kepada kami, Abd bin Humaid telah mengabarkan kepada kami, Abdur Razzaq telah mengabarkan kepada kami, Ma’mar dari Ashim dari Mu’adzah, dia berkata, “Saya bertanya kepada (Aisyah) seraya berkata, “Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha puasa dan tidak mengqadha sholat?” maka Aisyah menjawab, “Apakah kamu dari golongan Haruriyah?” aku menjawab, “Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.” dia menjawab, “Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha sholat”.” (HR. Muslim)

3. Muntah dengan Sengaja

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ ذَرَعَهُ القَيءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَمَنِِ اسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِِ

Artinya:
“Barang siapa yang muntah tanpa sengaja, maka dia tidak wajib mengqadha puasa, sedangkan barang siapa yang sengaja muntah, maka wajib baginya mengqadha.” (HR. At Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah)

4. Bersetubuh atau Jima’

Melakukan hubungan suami istri atau disebut dengan jima’ dengan sengaja dapat membatalkan puasa dan wajib mengganti puasanya di waktu yang lain.

Allah SWT. berfirman di dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 187 yaitu:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya:
“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri -istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (QS. Al Baqarah ayat 187)

Hal Makruh Saat Berpuasa

Makruh dalam berpuasa maksudnya yaitu perbuatan yang jika dikerjakan tidak membatalkan puasa dan tidak berdosa.

Beberapa hal yang makruh dikerjakan saat berpuasa yaitu sebagai berikut:

  • Menyikat gigi setelah tergelincirnya matahari
  • Berkumur – kumur yang berlebihan
  • Mencicipi masakan meskipun tidak ditelan
  • Tidur terlalu lama
  • Berbekam

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai hal – hal yang membatalkan puasa dan makruh dalam berpuasa. Semoga dengan ini kamu dapat lebih memahami puasa dan menjalankan puasa sesuai dengan syari’at Islam dan lebih siap dalam menjalankan puasa. Terima kasih.