Niat Puasa Ruwah

3 min read

Niat Puasa Ruwah

Niat Puasa Ruwah – Bulan Sya’ban termasuk Bulan Ruwah – Bagi orang Jawa, ruwahan merupakan hal yang tidak asing lagi. Memang bagi sebagian orang ruwah masih terasa sangat asing. Ketika berkunjung ke Jawa, kita akan disajikan berbagai macam ritual tradisi yang beraneka ragam dalam menyambut bulan Ruwah ini.

Ruwahan dilakukan pada bulan Ruwah, lebih tepatnya yaitu pada bulan Sya’ban jika dalam kalender Hijriyah. Pada bulan ini kita sudah mengetahui bahwa bulan ini memiliki banyak keistimewaan yang mendatangkan banyak pahala. Bulan ini juga bisa disebut sebagai bulan untuk berlatih puasa sebelum memasuki bulan Ramadhan. Saat bulan ini, sebagai umat Muslim bisa melaksanakan puasa sunnah.

Kemudian memperbanyak ibadah yang mendatangkan banyak pahala. Meski tradisi yang dilakukan beraneka ragam, tetap harus memperhatikan apakah hal tersebut masih dalam syariat Islam dan tidak menimbulkan hal syirik dan sebagainya. Pada bulan ini bisa diisi dengan puasa sunnah. Berikut ini akan dibahas artikel berdoa mengenai niat puasa ruwah. Simak terus hingga selesai ya.

Pengertian Ruwah

Orang Jawa biasanya melakukan tradisi yang sudah sejak lama dijalankan. Tradisi yang diturunkan secara turun temurun salah satunya yaitu tradisi ruwahan. Tradisi ruwahan yang dijalankan ini dilakukan untuk mendoakan orang-orang yang telah meninggal.

Bulan Ruwah merupakan bulan Sya’ban. Orang Jawa biasa menyebut bulan Sya’ban dengan sebutan bulan Ruwah. Ruwah berarti “Meruhi Arwah” artinya yaitu “keberadaan para roh”. Tradisi yang biasa dilakukan pada bulan Sya’ban ini merupakan tradisi ruwahan. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para roh leluhur dan keluarga yang telah meninggal dunia.

Maksud dari tradisi ruwahan di zaman wali songo yaitu untuk mendoakan sanak keluarga yang telah meninggal dunia. Karena bagi seseorang yang telah meninggal dunia, doa dari anak dan keluarga akan membantu orang tersebut.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Arti: “Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Selain itu, ketika seseorang mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan orang lain maka doa tersebut akan diijabah oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dan akan kembali kepada orang yang mendoakan orang tersebut.

Ummu Darda’ berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

Artinya: “Doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendoakan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan doanya. Saat dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: “Amin. Engkau akan mendapatkan hal yang sama dengan saudaramu tadi.” (HR. Muslim)

Tradisi Ruwahan

Nenek moyang kita meninggalkan suatu tradisi yang tetap berjalan hingga sekarang yaitu tradisi ruwahan. Tradisi ruwahan meliputi beberapa ritual berikut ini yaitu:

  • keliling desa,
  • bersih desa hingga bersih kubur,
  • kenduri,
  • ziarah kubur, dan
  • padusan atau mandi.
Tumpeng Ruwahan

Tradisi ruwahan ini dilakukan pada zaman dahulu sebagai bentuk atau cara untuk memperkenalkan ajaran agama Islam kepada para penduduk masyarakat Jawa oleh para wali songo. Meski begitu, tradisi ini dilakukan tanpa adanya campur tangan setan atau roh. Karena tradisi ini merupakan pendekatan para wali songo dalam mengajarkan ajaran agama Islam dan hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala saja yang disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Bentuk dari tradisi ini memang tidak ada dalam ajaran Islam, tetapi tradisi yang dijalankan dari dahulu hingga saat ini masih dilestarikan. Hal ini dilakukan sebagai kebudayaan yang ada di tanah Jawa. Tradisi dengan tidak ada maksud untuk menduakan Allah Subhanahu wa ta’ala. Meski begitu, ibadah yang dikerjakan pada bulan Ruwah ini dapat kita lakukan sesuai dengan ajaran Islam, salah satunya yaitu puasa Sya’ban. Karena pada bulan ini penuh dengan kemuliaan sebelum memasuki bulan Ramadhan yang penuh dengan pahala yang dilipatgandakan.

Melaksanakan tradisi ruwahan tentunya memiliki maksud dan tujuan dalam bentuk berbagai macam hal, di antaranya dalam bentuk ukhuwah, sedekah, ziarah kubur, doa anak saleh, dan masih banyak yang lainnya. Hal ini dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Karena dalam Islam pun tali silaturahmi merupakan hal yang utama dan diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebelum memasuki bulan Ramadhan biasanya banyak orang yang akan nyekar ke makam keluarga atau leluhurnya. Tidak jarang juga masih kita temui orang-orang yang melakukan ritual-ritual seperti kirim sajen dan sebagainya untuk diberikan kepada para leluhur dan keluarga yang telah meninggal dunia. Hal ini merupakan hal yang tidak baik untuk dicontoh, karena telah keluar dari syariat Islam.

Niat Puasa Ruwah

Ibadah yang dilakukan pada bulan ruwah yaitu puasa sunnah. Pada bulan ini dapat melakukan puasa ruwah, yaitu puasa Sya’ban. Niat yang diucapkan ketika melaksanakan puasa ruwah yaitu niat puasa Sya’ban. Karena bulan ruwah merupakan bulan Sya’ban. Ibadah yang dilakukan pada bulan ini pun harus sesuai dengan syariat Islam. Meski tradisi sudah ada sejak dahulu, tetap harus memperhatikan syariat Islam yang berpegang teguh pada Al Quran dan hadist.

Adat dan tradisi seperti ini boleh dilakukan hanya sebatas mempertahankan kebudayaan asli orang Indonesia. Tetapi harus memperhatikan juga apakah tradisi tersebut mengarah ke hal musyrik atau tidak. Apakah hal tersebut menyimpang atau tidak dengan ajaran yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Apa yang dilakukan saat melakukan tradisi tentunya berbeda dengan zaman dahulu karena bagaimanapun juga pola pikir dan perkembangan zaman sangat mempengaruhi suatu kebudayaan.

Baca Juga:

Demikianlah artikel mengenai niat puasa ruwah yang telah dijelaskan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita semua. Amiin ya Rabb. Terima kasih.

Doa Sehat Jasmani Rohani

_pur
3 min read

Doa Agar Keluarga Harmonis

_pur
3 min read