Niat Puasa Tasu’a : Bacaan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap Keutamaan

2 min read

Niat Puasa Tasu’a

Niat Puasa Tasu’a : Bacaan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap Keutamaan – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah. Jika dalam kalender Masehi, tahun baru terdapat pada bulan Januari. Sedangkan dalam Islam, dalam kalender Hijriah, bulan Muharram merupakan tahun baru bagi umat Islam.

Tahun baru Islam bukan dipenuhi dengan kembang api atau kegiatan yang kurang bermanfaat lainnya. Tetapi pada bulan Muharram ini Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan bagi tiap – tiap umat Nya untuk melaksanakan ibadah, baik itu ibadah sunnah atau pun ibadah wajib.

Ibadah sunnah bisa dilakukan dengan berpuasa. Salah satunya yaitu puasa Tasu’a. Tahukah kamu apa itu puasa Tasu’a? Puasa Tasu’a memang puasa yang jarang kita dengar ya. Tapi tahukah kamu apa saja puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Muharram ini selain puasa asyura?

Calm down guys, ulasan kali ini akan membahas mengenai apa itu puasa Tasu’a hingga niat berpuasa Tasu’a. Simak terus ya artikel kali ini.

Bulan Muharram

Bulan Muharram merupakan bulan pertama di tahun Hijriah. Pada bulan Muharram inilah pertama kalinya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hijrah dari kota Mekkah ke kota Madinah. Pada bulan Muharram kita biasa mendengar bahwa terdapat puasa sunnah yang biasa dilakukan oleh umat Islam di bulan ini yaitu puasa Asyura. Selain puasa Asyura terdapat puasa sunnah lainnya yang dapat dikerjakan yaitu puasa Tasu’a.

Perintah melaksanakan puasa sunnah pada bulan Muharram pun tertuang dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Muslim, dan At Thabrani.

Abdullah bin Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk melaksanakan puasa sunnah di bulan Muharram yaitu pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ”فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ” قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ، حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk mengerjakan puasa Asyura, para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang – orang Yahudi dan Nasrani.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika sekiranya begitu pada tahun yang akan datang, Insya Allah, kita juga akan melaksanakan puasa pada tanggal sembilan Muharram.” Tahun mendatang belum tiba, ternyata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat. (HR. Aa Baihaqqi, Muslim, dan At Tabrani)

Puasa Tasu’a

Puasa Tasu’a merupakan salah satu puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Muharram yaitu jatuh pada tanggal 9 Muharram. Puasa Tasu’a dikerjakan sehari sebelum puasa Asyura.

Tasu’a berasal dari bahasa Arab yaitu “tis’a” yang artinya sembilan. Sehingga puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram disebut dengan puasa Tasu’a.

Niat Puasa Tasu’a

Ketika akan berpuasa Tasu’a, niat yang dibaca saat malamnya yaitu sebagai berikut:

Niat Puasa Tasu'a

Bacaan Arab Niat Puasa Tasu’a

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Bacaan Latin Niat Puasa Tasu’a

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnati Taasuu‘aa lillaahi ta‘aalaa.

Terjemahan Arti Bacaan Niat Puasa Tasu’a

“Aku berniat puasa sunah Tasu’a esok hari karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan Puasa Tasu’a

Pelaksanaan puasa Tasu’a dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengikuti apa yang telah dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat menambah amalan baik kita.

Selain itu apabila kita melaksanakan puasa sunnah tasu’a, maka akan memperoleh pahala berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ini berdasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim.

Abdullah bin Amru bin Ash Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنَ الشَّهْرِ، صَوْمُ الشَّهْرِ كُلِّه

Artinya: “(Pahala) puasa sunnah tiga hari setiap bulan adalah bagaikan (pahala) puasa satu tahun penuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Selain itu juga, dengan melaksanakan puasa Tasu’a juga menambah amal baik kita.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan mengenai bacaan niat puasa Tasu’a yang telah dijelaskan baik itu perihal puasa Tasu’a itu apa hingga keuntungan mengerjakan puasa sunnah Tasu’a. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda sekalian dan kita bisa sama – sama mengamalkannya. Terima kasih.