Niat Puasa Wajib

2 min read

Niat Puasa Wajib

Niat Puasa Wajib – Berpuasa di bulan Ramadhan merupakan sebuah kewajiban bagi tiap -tiap umat Islam. Mengerjakan puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu dari rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh tiap umat Muslim.

Tahukah kamu bagaimana dengan bacaan niat puasa wajib? Sudah benarkah bacaan dan tata cara membaca niat berpuasa wajib?
Berikut ini akan dibahas mengenai waktu membaca niat puasa dan niat dari berpuasa wajib di bulan Ramadhan.

Puasa Wajib

Puasa merupakan ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari makan dan minum, serta segala sesuatu yang dapat membatalkan dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari hanya karena Allah SWT.

Puasa wajib yaitu puasa yang hukumnya wajib dan dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Puasa wajib dikerjakan selama sebulan penuh.

Puasa yang wajib dilaksanakan merupakan rukun Islam yang ke tiga. Rasulullah SAW. bersabda:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسَةٍ عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ فَقَالَ رَجُلٌ الْحَجُّ وَصِيَامُ رَمَضَانَ قَالَ لَا صِيَامُ رَمَضَانَ وَالْحَجُّ هَكَذَا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya:
“Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam itu dibangun atas lima dasar, yaitu mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, puasa Ramadhan, menunaikan zakat, dan naik haji.” Seorang laki – laki mengatakan: “Haji dan puasa Ramadhan,” maka Ibnu Umar berkata: “Tidak, puasa Ramadhan dan haji, demikian ini aku telah mendengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim)

Bacaan Niat Puasa

Niat merupakan bagian awal dari amalan. Dalam melaksanakan ibadah puasa, niat merupakan salah satu dari rukun puasa yang harus kita penuhi agar puasa kita sah.

Berikut ini merupakan niat puasa wajib yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan yaitu sebagai berikut:

Niat Puasa Wajib

Bacaan Arab Niat Puasa Ramadhan

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Bacaan Latin Niat Puasa Ramadhan

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa i fardhi syahri ramadhaani haadzihis sanati lillaahi ta’aalaa.

Terjemahan Arti Niat Puasa Ramadhan

“Saya niat mengerjakan ibadah puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

Waktu Membaca Niat Berpuasa Wajib

Ketika hendak melakukan puasa, niat dibaca pada saat malam hari sebelum puasa dimulai. Berdasarkan hadits riwayat Abu Daud, At Tirmidzi, dan Al Nasa’i, Nabi Muhammad SAW. bersabda bahwa:

مَنْ لَمْ يَجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ اْلفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya:
“Barang siapa yang tidak membulatkan niat mengerjakan puasa sebelum waktu fajar, maka ia tidak berpuasa.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, dan Al Nasa’i)

Ketika kita membaca niat berpuasa, membaca niat dalam hati juga dianggap sah.

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَمَحَلُّهَا القَلْبُ وَلاَ تَكْفِي بِاللِّسَانِ قَطْعًا وَلاَ يُشْتَرَطُ التَّلَفُّظُ بِهَا قَطْعًا

Artinya:
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Namun niat letaknya di hati. Niat tidak cukup di lisan. Bahkan tidak disyaratkan melafazhkan niat.”

Adapun hadits lain yang menjelaskan tentang waktu dalam membaca niat, Nabi SAW. bersabda bahwa:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : دَخَلَ عَلَّيَّ رَسُولُ اللهِ صَلِّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ شَيْءٍ ؟ فَقُلْنَا لَا فَقَالَ: فَاِنِّي اِذًنْ صَائِمٌ. ثُمَّ اَتَانَا يَوْمًا اَخَرَ، فَقُلْنَا: يَارَسُوْلَ اللهِ اُهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ فَقَالَ: اَرِيْنِيْهِ فَلَقَدْ اَصْبَحْتُ صَائِمًا فَاَكَلَ

Artinya:
“Dari Aisyah ra., ia menuturkan, suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepadaku dan bertanya, “Apakah kamu punya sesuatu untuk dimakan?”. Aku menjawab, “Tidak ada”. Maka Beliau bersabda, “Hari ini aku puasa”. Kemudian pada hari yang lain Beliau datang lagi kepadaku, lalu aku katakan kepadanya, “Wahai Rasulullah, kami diberi hadiah makanan (haisun)”. Maka dijawab Rasulullah, “Tunjukkan makanan itu padaku, sesungguhnya sejak pagi aku sudah berpuasa” lalu Beliau memakannya.” (HR. Muslim, Abu Daud, At Tirmidzi, Al Nasa’i, dan Ahmad)

Saat bulan Ramadhan agar tidak lupa dalam membaca niat berpuasa, biasakanlah membaca niat berpuasa setelah sholat tarawih. Untuk beberapa masjid, terdapat imam atau seseorang yang memandu doa setelah pelaksanaan sholat tarawih akan memandu untuk membaca niat untuk berpuasa keesokan harinya.

Niat yang kita baca untuk berpuasa di bulan Ramadhan tidak cukup jika hanya dibaca satu kali untuk satu bulan. Karena niat dibaca dari malam sebelumnya hingga sebelum waktu sholat Subuh saat akan berpuasa di hari itu.

Adapun hadits yang berkaitan dengan niat berpuasa yang dibaca tidak hanya sekali untuk sebulan penuh yaitu sebagai berikut:

“Puasa tidak sah tanpa niat. Keharusan niat didasarkan pada hadits. Tempat niat itu di hati. Karenanya, niat tidak disyaratkan secara lisan. Ketentuan ini disepakati bulat ulama tanpa perbedaan pendapat. Niat puasa wajib dibaca setiap malam. Karena, puasa dari hari ke hari sepanjang Ramadhan merupakan ibadah terpisah.”

“Coba perhatikan, bukankan puasa Ramadhan sebulan tidak menjadi rusak hanya karena batal sehari? Kalau ada seseorang memasang niat puasa sebulan penuh di awal Ramadhan, maka puasanya hanya sah di hari pertama. Demikian pendapat ini madzhab (Madzhab Syafi’i).”

Keutamaan dari berpuasa wajib di bulan Ramadhan sangatlah luar biasa. Salah satu keutamaan berpuasa di bulan Ramadhan yaitu sesuai dengan hadits riwayat Ahmad, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian untuk melakukan ibadah puasa, dibukakan pintu – pintu surga, dan ditutuplah pintu – pintu neraka, serta setan – setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar – benar terhalang atau terjauhkan (dari kebaikan).” (HR. Ahmad)

Sebelum berpuasa kita juga harus mengetahui syarat – syarat wajib berpuasa dan rukun dari berpuasa agar puasa yang kita kerjakan tidak sia – sia belaka.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai niat berpuasa wajib di bulan Ramadhan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat memperbaiki ibadah kamu. Terima kasih.