Pelaksanaan Shalat Jumat

3 min read

Pelaksanaan Shalat Jumat

Pelaksanaan Shalat Jumat – Shalat Jumat merupakan kegiatan ibadah shalat wajib yang dilaksanakan secara berjamaah bagi kaum laki-laki muslim yang beriman yang dilaksanakan setiap hari Jumat untuk menggantikan shalat dzuhur. Tata cara shalat Jumat pun sedikit berbeda dengan shalat fardhu atau shalat wajib lima waktu. Meskipun begitu, shalat Jumat memiliki pahala yang berlipat ganda seperti shalat fardhu atau shalat wajib.

Untuk lebih memahami dan mendapatkan pahala yang lebih besar ketika hari Jumat datang, mari kita bahas tentang shalat Jumat, syarat shalat Jumat, ancaman bagi tiap-tiap orang yang meninggalkan shalat Jumat, sunnah-sunnah yang dianjurkan sebelum menunaikan shalat Jumat, tata cara shalat Jumat, dan niat shalat Jumat.

Shalat Jumat

Shalat Jumat merupakan shalat dua rakaat yang dilakukan pada hari Jumat di saat waktu shalat dzuhur setelah dua khutbah didalamnya. Dalam Islam shalat Jumat hukumnya fardhu ‘ain. Maksud dari fardhu ‘ain di sini yaitu wajib bagi tiap-tiap laki-laki Muslim. Setiap laki-laki yang beragama Islam harus mengerjakan shalat tersebut tanpa terkecuali.

Perintah melaksanakan shalat Jumat tercantum dalam Al Qur’an Surat Al Jumu’ah ayat 9, seperti berikut ini:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, dan itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Jumu’ah 62:9).

Saat shalat Jumat kita sebaiknya mendekatkan diri kepada Allah SWT. dan tidak pula lupa untuk terus berdzikir agar senantiasa mengingat kepada Allah SWT.

contoh-pelaksanaan-salat-jumat

Syarat Shalat Jumat

Syarat menunaikan shalat Jumat yaitu sebagai berikut:

  1. Seorang muslim yang sudah dewasa (baligh).
  2. Berakal atau tidak dalam keadaan sakit jiwa/gila/mabuk.
  3. Sehat jasmani dan rohani, sedangkan orang yang sedang dalam kondisi sakit tidak diwajibkan melaksanakan shalat Jumat.
  4. Laki-laki (bagi wanita tidak diwajibkan).
  5. Orang yang merdeka dan bukan seorang hamba sahaya atau budak.
  6. Orang yang bertempat tinggal atau bermukim bukan musafir. Musafir adalah orang yang sedang melaksanakan perjalanan jauh atau bepergian.
  7. Orang yang tidak ada uzur atau halangan apapun.

Syarat Sah Shalat Jumat

Terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan shalat Jumat. Syarat-syarat sahnya shalat Jumat yaitu:

  1. Dikerjakan dalam waktu dzuhur
  2. Shalat dilaksanakan disatu desa atau pun kota tertentu dalam lingkup perkampungan
  3. Shalat Jumat dilaksanakan secara berjamaah, dengan jumlah orang yang berjamaah sekurang-kurangnya 40 orang laki-laki
  4. Sebelum melaksanakan shalat Jumat, diawali dengan dua khutbah dan juga membaca rukun khutbah

Rukun Khutbah

Adapun rukun khutbah tersebut ada lima sebagai berikut:

  1. Mengucapkan Alhamdulillah, dengan bentuk ucapan apa pun yang mengandung pujian pada Allah, dalam dua khutbah
  2. Membaca shalawat atas Nabi SAW. dalam dua khutbah
  3. Berwasiat dengan takwa kepada Allah SWT. dalam dua khutbah
  4. Membaca salah satu ayat dari Al Qur’an dalam salah satu khutbah
  5. Memohonkan ampunan bagi sekalian mukminin pada khutbah yang kedua

Ancaman Bagi yang Meninggalkan Shalat Jumat

Bagi lelaki yang tidak melaksanakan atau meninggalkan shalat Jumat selama tiga kali berturut-turut baik sengaja atau pun tidak akan mendapatkan ancaman dari Allah SWT berupa:

  1. Hatinya akan tertutup yang mengakibatkan terhalangnya pintu masuk rahmat dan hidayah.
  2. Orang tersebut akan menjadi orang munafik yang tidak mengakui Islam sebagai agamanya.
  3. Orang tersebut akan menjadi orang yang benar-benar lalai atau Ghafilin.

Oleh sebab itu, sebaiknya bagi tiap-tiap laki-laki Muslim yang terkadang suka melalaikan shalat Jumat agar menjauhi kebiasaan buruknya. Agar hidup menjadi lebih tenteram dan bahagia di dunia maupun di akhirat.

Sunnah-Sunnah Shalat Jumat

Bagi tiap orang yang menunaikan shalat Jumat disunnahkan melakukan perbuatan-perbuatan sebagai berikut:

  1. Mandi junub atau mandi bersih
  2. Bersiwak atau membersihkan gigi
  3. Memotong kuku
  4. Memotong rambut dan kumis
  5. Memakai wangi-wangian atau parfum
  6. Memakai pakaian yang paling bagus yang dimiliki dan bersih
  7. Berangkat ke masjid lebih awal
  8. Sesampainya di masjid langsung menunaikan shalat sunnah tahiyatul masjid
  9. Perbanyaklah dzikir kepada Allah SWT.
  10. Memperbanyak shalawat
  11. Memperbanyak membaca Al Qur’an dan membaca Surat Al Kahfi pada malam Jumat (Kamis malam) dan siangnya.
  12. Jika khatib sudah berdiri, maka dengarkanlah dengan hati yang khusu’ dan tenang, serta ingatlah hal-hal yang dipaparkan dalam khutbah
  13. Menunaikan shalat sunnah setelah shalat Jumat
  14. Memperbanyak amal baik seperti infak dan sedekah.

Dengan melaksanakan sunnah-sunnah yang dianjurkan tersebut, kita akan mendapatkan pahala yang lebih besar dan kemuliaan di hari Jumat.

Tata Cara Shalat Jumat

Shalat Jumat memiliki tata cara shalat yang berbeda dengan shalat wajib. Adapun tata cara pelaksanaan shalat Jumat, yaitu sebagai berikut:

  1. Mengumandangkan adzan zuhur sebagai adzan pertama
  2. Khatib naik ke atas mimbar untuk memberikan salam dan duduk.
  3. Muadzin mengumandangkan adzan kedua.
  4. Khotbah pertama yaitu Khatib berdiri untuk melaksanakan khotbah yang dimulai dengan hamdalah dan pujian kepada Allah SWT serta membaca salawat kepada Rasulullah SAW. Setelah itu, memberikan nasihat taqwa kepada para jamaah.
  5. Khatib duduk sebentar di antara dua khotbah
  6. Khotbah kedua: Khatib memulai khotbahnya yang kedua dengan hamdalah dan pujian kepada-Nya. Kemudian, melanjutkan khotbahnya dengan pelaksanaan yang sama dengan khotbah pertama dan mengakhirinya dengan doa.
  7. Muadzin melaksanakan iqamat untuk melaksanakan shalat.

Berikut ini merupakan urutan dalam pelaksanaan shalat jumat saat rakaat pertama dan kedua.

Rakaat pertama:

  1. Niat
  2. Takbiratul ikhram yang diikuti dengan doa iftitah
  3. Membaca surat Al Fatihah
  4. Membaca surat-surat pendek yang ada di Al Qur’an, disunnahkan membaca surat Al A’la
  5. Rukuk dengan tuma’ninah
  6. I’tidal dengan tuma’ninah
  7. Sujud dengan tuma’ninah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  10. Berdiri lagi untuk melaksanakan rakaat kedua

Rakaat Kedua:

  1. Membaca surat Al Fatihah
  2. Membaca surat-surat pendek dari Al Qur’an, disunnahkan membaca surat Al Ghatsiyah
  3. Rukuk dengan tuma’ninah
  4. I’tidal dengan tuma’ninah
  5. Sujud dengan tuma’ninah
  6. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  7. Sujud terakhir dengan tuma’ninah
  8. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  9. Mengucapkan salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri

Bacaan Niat Shalat Jumat

Ada dua jenis niat shalat Jumat, yakni sebagai imam dan sebagai makmum. Niat shalat Jumat sebagai imam sebagai berikut:

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli fardlol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa an imaaman lillaahi ta’aala.

Artinya:
“Aku niat melakukan shalat Jumat dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, menjadi imam, karena Allah ta’ala.”

Sedangkan bacaan niat shalat Jumat sebagai makmum yaitu:

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushollii fardlol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa an ma muuman lillaahi ta’aala.

Artinya:
“Aku niat melakukan shalat Jumat dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, menjadi makmum, karena Allah ta’ala.”

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai Pelaksanaan Shalat Jumat, semoga dapat dipahami dan dapat memperkuat iman dan takwa kita.

Tata Cara Sholat Tahajud

_pur
2 min read

Waktu Sholat dalam Islam

_pur
2 min read

Bacaan Sholat Lima Waktu

_pur
3 min read