Pengertian Aurat dalam Islam

3 min read

Pengertian Aurat

Pengertian Aurat dalam Islam – Setiap manusia dilahirkan dengan berbeda – beda bentuk dan rupa. Tidak ada yang sama di antara satu sama lain. Meskipun manusia diciptakan berbeda – beda tetapi tiap manusia memiliki batasan yang sama.

Dalam Islam terdapat batasan – batasan yang haru diikuti dalam bagian – bagian tubuhnya. Islam memberikan batasan bukan untuk mengekang tetapi untuk melindungi tiap hamba Nya. Ada maksud dan tujuan yang diberikan.

Bagi laki – laki dan perempuan tentu memiliki batasan yang berbeda. Di bagian tubuh antara laki – laki dan perempuan jelas berbeda. Batasan – batasan pada tubuh manusia itulah yang disebut dengan aurat.

Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan mengenai pengertian aurat berdasarkan ajaran agama Islam. Simak terus ya.

Aurat berasal dari bahasa Arab yaitu ‘Awrat yang artinya bagian dari tubuh manusia yang wajib ditutupi dari pandangan orang lain.

Aurat juga bisa diartikan ke dalam bahasa Arab yaitu An Naqsu yang artinya yaitu kurang atau aib.

Sedangkan berdasarkan istilah, aurat merupakan bagian yang tidak boleh ditampakkan atau diperlihatkan kepada orang lain.

Pengertian aurat sendiri yaitu batasan anggota badan laki – laki atau perempuan yang tidak boleh dilihat atau ditampakkan kepada orang lain.

Jika aurat kita terlihat oleh orang lain maka hukumnya dosa karena telah melanggar syariat Islam.

Melanggar syariat dalam Islam itu artinya kita tidak mematuhi perintah Allah SWT. Melaksanakan perintah Allah SWT. merupakan salah satu tugas kita sebagai manusia ciptaan Nya.

Allah SWT. memberikan kita perintah dan larangan sesuai dengan kebaikan kita. Sebagai manusia yang lemah, iman kita gampang goyah. Itu sebabnya menjaga agar aurat kita tidak nampak dari pandangan orang lain merupakan salah satu cara diri kita dalam melindungi diri kita dari gangguan orang lain. Sebab kita tidak tahu apa isi hati dan pikiran seseorang.

Bagi laki laki atau pun perempuan memiliki batasan – batasan aurat yang berbeda tentunya. Oleh karena itu, seorang perempuan tidak bisa menyamakan pakaian yang digunakan dengan pakaian seorang laki – laki. Jika seorang laki – laki dapat menggunakan kaus lengan pendek dan celana yang tidak panjang, seorang perempuan tidak dapat menggunakan jenis pakaian yang seperti itu.

Menutup aurat merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh umat manusia yang telah baligh atau dewasa.

Meskipun kita telah menggunakan pakaian yang dapat menutup aurat kita, kia tetap harus memperhatikan jenis pakaian yang kita gunakan. Apakah pakaian yang kita gunakan tipis atau tidak, tebal atau tidak. Hal itu dikarenakan pakaian yang kita gunakan harus sesuai dengan syariat agama Islam.

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Artinya: “Hai anak cucu Adam, sesungguhnya Kami telah menyediakan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan untukmu. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda – tanda kekuasaan Allah, mudah – mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al A’raf ayat 26)

Menutup aurat merupakan salah satu ciri dari orang – orang yang bertakwa. Seperti pada salah satu ayat Al Quran pada surat Al Ahzab ayat 32, Allah SWT. berfirman:

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Artinya: “Wahai istri – istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti perempuan – perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah – lembutkan suara) dalam berbicara sehingga muncul nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab ayat 32)

Jika kita memperlihatkan aurat kita terhadap orang lain sama halnya dengan kita memancing orang lain membayangkan hal – hal yang bisa saja merujuk ke hal yang tidak baik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa bagi laki – laki diharamkan untuk melihat aurat laki – laki lainnya. Begitu pula dengan seorang perempuan. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ، وَلاَ يُفْضِي الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِي الثَّوْبِ الْوَا حِدِ، وَلاَ تُفْضِي الْمَرْأَةُ إِلَى الْمَرْأَةَ فِي الثَّوْبِ الْوَحِدِ

Artinya: “Janganlah seorang laki – laki melihat aurat laki – laki (lainnya), dan janganlah pula seorang perempuan melihat aurat perempuan (lainnya). Seorang laki – laki tidak boleh bersama dengan laki – laki lain dalam satu kain, dan tidak boleh pula seorang perempuan bersama dengan perempuan lainnya dalam satu kain.” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, Allah SWT. telah melarang bagi orang lain melihat aurat atau batasan dari tubuh orang lain. Begitu pun sebaliknya. Kita tidak boleh melihat aurat laki – laki atau pun aurat perempuan kecuali mahramnya.

Bagi seseorang menjaga untuk menutup auratnya masing – masing merupakan sebuah keharusan yang sangat penting. Bahkan dalam ajaran agama Islam menjaga agar aurat tubuhnya tidak dapat dilihat oleh orang lain itu sangat penting. Jika ada seseorang yang berusaha untuk melihat aurat tubuh dalam keluarga kita maka diperbolehkan untuk melemparkan batu kerikil kepada orang tersebut.

Dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ اطَّلَعَ فِي بَيْتِكَ أَحَدٌ وَلَمْ تَأْذَنْ لَهُ خَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحٍ

Artinya: “Jika ada orang yang berusaha melihat (aurat keluargamu) di rumahmu dan kamu tidak mengizinkannya lantas kamu melemparnya dengan kerikil sehingga membutakan matanya maka tidak ada dosa bagimu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Bahkan Allah SWT. dan Nabi Muhammad SAW. telah memperingatkan perihal aurat. Lantas kenapa kita masih saja tidak patuh terhadap perintah-Nya. Padahal sudah jelas semua itu demi kebaikan kita dalam salah satu upaya dari menjaga diri kita dari hal – hal yang tidak kita inginkan.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian aurat menurut ajaran agama Islam. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memberikan wawasan yang lebih kepada kita, serta dapat membuat diri kita sendiri lebih taat dalam menjaga aurat kita. Amiin. Terima kasih.