Pengertian Mendidik Anak dalam Islam

2 min read

Pengertian Mendidik Anak

Pengertian Mendidik Anak dalam Islam – Tiap manusia yang ada di muka bumi ini dilahirkan dengan berpasang-pasangan. Bagi mereka yang telah menemukan jodohnya akan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, yaitu menikah.

Menikah dan memiliki ikatan yang lebih kuat merupakan hal yang tidak main-main. Apalagi jika dikaruniai makhluk ajaib yang dapat melunakkan hati dan menyentuh hati kita yang dinanti oleh tiap pasangan suami istri yaitu anak.

Anak merupakan karunia yang tidak ternilai dan harta yang tak ada bandingnya. Menjaga dan merawat seorang anak bukan perkara mudah. Lalu sebagai orang tua sudahkah kamu memahami apa itu mendidik anak?

Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian mendidik anak dalam ajaran agama Islam secara jelas dan lengkap.

Anak
anak

Zaman semakin berkembang. Semua sudah semakin canggih. Peradaban pun sudah jauh berbeda. Bahkan sifat manusia nya pun sudah jauh berbeda. Rasa iba dan belas kasih semakin menipis.

Sebagai orang tua tidakkah menginginkan seorang anak yang cerdas dan baik dalam hal apa pun. Tentunya setiap manusia yang diciptakan oleh Allah SWT. tidak memiliki kesempurnaan dan sikap serta sifat yang sama.

Pengertian

Mendidik berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yaitu memberi ajaran atau tuntunan mengenai akhlak atau perilaku dan kecerdasan pikiran.

Mendidik anak merupakan suatu perbuatan untuk memberikan pengajaran atau contoh terhadap sikap, pribadi, dan ketangkasan. Mendidik anak juga suatu cara agar anak dapat diajarkan kepada hal yang baik dengan cara mengajarkan secara berkesinambungan tanpa memaksa.

Dalam mendidik seorang anak tidak perlu kita bertindak kasar atau main tangan. Kita hanya perlu tegas. Ada batasan batasan yang harus kita perbuat karena seorang anak akan merekam apa yang dia lihat dan dengar.

Mendidik anak dengan cara yang tepat merupakan hal yang baik dan akan menjadikan anak juga berperilaku dengan baik. Meskipun begitu tumbuh kembang anak juga akan terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, peran orang tua dalam mendidik anak sangat diperlukan agar anak tidak terpengaruh hal negatif dari lingkungan sekitar.

Mendidik anak merupakan proses pembelajaran bagi seorang anak. Mendidik anak memiliki beberapa tahapan, di antaranya yaitu:

  • Mempersiapkan seorang anak untuk memegang peranan dalam masa depannya
  • Menyalurkan pengetahuannya kelak
  • Menyalurkan nilai – nilai dalam hidup bermasyarakat

Dengan demikian, mendidik anak merupakan proses jangka panjang yang selalu berjalan. Dengan tujuan menjadikan seorang anak dengan pribadi yang baik, agama yang kuat, dan sebagai penolong bagi orang lain.

Mendidik anak tidak sesederhana yang dilihat. Mendidik seorang anak suatu tanggung jawab yang besar karena akan menentukan bagaimana nantinya seorang anak akan tumbuh dan berkembang. Tentunya akan menjadikan bagaimana anak itu nantinya akan tumbuh hingga anak tersebut dapat membentuk dirinya saat dewasa kelak.

Menjadi orang tua merupakan hal yang sangat berat, harus siap dengan segala resiko dan tanggung jawab yang besar. Harus selalu siap belajar untuk mendidik anak secara Islam. Menjadi orang tua yang hebat dan dekat dengan anak.

Karena setiap anak memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda. Itu sebabnya mendidik anak merupakan fase belajar yang lama dan luas. Mendidik anak dari kecil merupakan hal yang paling penting. Sedari kecil kita harus menanamkan ilmu agama dan sosial kepada anak kita. Menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, berjiwa sosial, dan memegang teguh agamanya.

Siapa yang tidak ingin memiliki seorang anak yang pintar, akhlak yang baik, dan agama yang kuat? Semua orang menginginkannya. Memperoleh seorang anak merupakan amanat yang luar biasa yang Allah SWT. berikan kepada hambanya. Allah SWT. berfirman pada salah satu surat yaitu surat Al Anfal ayat 27 hingga 29:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٧) وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ (٢٨) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ (٢٩

Artinya:
“Wahai orang – orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat – amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak – anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar. Wahai orang – orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Kami akan memberikan kepada kamu Furqaan (kemampuan untuk membedakan antara yang hak dan bathil) dan Kami akan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa – dosa) kamu. dan Allah memiliki karunia yang besar.” (QS. Al Anfal ayat 27-29)

Oleh karena itu, Islam sangat tegas dalam hal mendidik seorang anak, karena semua demi kebaikan anak itu sendiri agar mengenal agamanya, tuhannya, nabinya, dan semua yang berkaitan dengan agama. Agar anak yang kita jaga dan besarkan dapat menjadi anak yang sholeh aau pun sholehah.

Saat kita meninggal nantinya pun, anak akan menadi jalan kita untuk masuk surga. Mereka yang terus mendoakan orang tuanya hingga kapan pun dan yang dapat meringankan jalan orang tuanya di akhirat kelak.

Islam selalu mengajarkan kepada tiap hambanya untuk mendidik anak sedari kecil. Memperkenalkan sedikit demi sedikit kepada anak tentang Islam.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian mendidik anak dengan ajaran agama Islam yang diterangkan secara jelas dan lengkap. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kamu dalam mendidik anak dan dunia parenting. Terima kasih.