Pengertian Rezeki (Hadist, Firman, Ayat-Ayat)

4 min read

Pengertian Rezeki

Pengertian Rezeki – Kata dalam rezeki artinya hidup, semua yang berguna, segala sesuatu yang berguna bagi makhluk itu. Pemeliharaan dari Allah swt artinya pemeliharaan atau segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan makhluk itu yakni semua berasal dari Allah swt.

Dalam rezeki yakni memiliki arti rahmat, nikmat atau pemberian dari Allah kepada makhluk. Tahukah Anda bahwa mata pencaharian manusia dan semua makhluk hidup dijamin oleh Tuhan?

Perhatikan firman Allah dalam Surah Ar-Rum berikut: 40:

surah-ar-Rum

Artinya:
“Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan”. (QS. Ar-Rum : 40)

Dalam ayat di atas, Allah SWT menyatakan bahwa Dia membangkitkan manusia, menyediakan makanan, membunuh dan bangkit dari kematian. Kemudian Tuhan berkata kepada mereka, “Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu?”

Alquran termasuk dalam mencari makanan. Begitu kamu tahu bahwa semua makhluk di bumi disediakan oleh Tuhan, bukan berarti manusia tidak melakukan apa-apa dan kemudian makanan itu milik mereka sendiri, namun dengan kecerdikan kita harus berpikir bahwa tentu tidak mudah menemukan makanan itu di Proses pemberdayaan melalui usaha atau mendapatkan pekerjaan.

Islam tidak mendorong pengikutnya untuk berperan bagi para penganggur, bahkan untuk alasan fokus menyembah Allah. Atau, dengan mengemis, melanggar belas kasihan orang lain.

Jadi mencoba mencari energi adalah suatu keharusan. Orang yang bekerja dengan cara yang baik, halal, motivasi, dan tujuan, akan dipelihara secara materi dan diberi hadiah untuk segala upaya yang mencakup ibadah.

Firman Allah Swt:

Firman-Allah

Artinya:
”Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah :10 ).

Mengenai ayat ini dalam tafsir Ar-Razi tertulis bahwa arti ”maka bertebaranlah kamu di muka bumi” mengacu pada dua hal, yang pertama, perintah untuk menjalankan kewajiban hidup setelah shalat Jumat, dan yang kedua, bahwa Dilarang diam, istirahat dan tidur di masjid setelah menunaikan salat Jumat.

Tidak bisa membaca Alquran dengan baik? Apakah Anda ingin pekerjaan baru? Klik di sini sekarang! Dalam Firman Tuhan pasti akan menginspirasi Anda untuk menjadi ”produktif, energig dan efisien ” dengan waktu Anda dan sama sekali tidak boleh untuk balas dendam.

Allah swt berfirman:

QS.-Al-Mulk

Artinya:
”Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya, dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya”. (QS. Al-Mulk:15)

Mengenai ayat ini, Ibnu Kathir berkata, ” Menyebarlah kemanapun kalian inginkan di penjuru-penjuru-Nya, dan berkelilinglah di sudut-sudut, tepian dan wilayah-wilayah-Nya untuk menjalankan usaha dan perniagaan”.

Salah satu pintu dari hal-hal Tuhan yang bisa dimasuki manusia adalah bidang perdagangan. Praktik menghasilkan uang melalui perdagangan telah dipraktikkan oleh kaum Quraisy sejak zaman Nabi.

Dalam perjalanan dagangnya ke luar wilayah Mekkah, yaitu pada musim dingin, dia melakukan perjalanan ke Yaman untuk membeli parfum dan rempah-rempah. Di musim panas dia melakukan perjalanan ke Suriah untuk mencari produk pertanian. Hal ini dinyatakan oleh Allah dalam perkataannya di Q.S. Quraish: 2

Q.S.-Quraisy

Artinya:
“(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.”

Rezeki yang Halal dan Berkah

Setiap orang berhak untuk hidup damai, damai, damai dan bahagia. Menurut Alquran, menjalani hidup yang bermartabat adalah hak terpenting dan kewajiban terpenting dalam Islam. Ajaran Alquran dan Hadits mendorong masyarakat untuk mencari makanan yang thayyib dan halal.

Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, ”Wahai manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, pakailah cara baik dalam mencari (rezeki)”

HR.-Bukhari

Artinya”
“Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Pasti akan datang pada manusia suatu zaman dimana orang tidak perduli lagi dengan apa dia mengambil harta, apakah dari yang halal ataukah dari yang haram.” (HR. Bukhari dan Abu Ya’la).

Pengertian Rezeki

Rezeki adalah segala sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi semua makhluk serta dapat digunakan oleh manusia untuk adanya sebuah sumber kehidupan.

Pemeliharaan juga berarti pemberian, hadiah atau hadiah dari Allah SWT kepada suatu makhluk. Dengan kata lain, pangan adalah segala sesuatu yang dapat memberikan kontribusi bagi kelangsungan hidup manusia dan kehidupan yang lebih baik. Allah SWT berkata:

“Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki lalu mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah diantara yang kamu sekutukan dengan Allah itu dapat berbuat demikian? Maha Suci Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutuan.” (QS. Ar-Rum : 40)

Pengertian Rezeki Menurut Islam

Banyak orang mengira bahwa satu-satunya bentuk makanan adalah barang-barang itu. Hal ini tentu saja berbeda dengan pandangan Islam.

Mata pencaharian menurut Islam tidak hanya berupa harta benda, tetapi hanya atas dasar hasil (pekerjaan) manusia. Pemeliharaan dalam Islam mencakup segala sesuatu yang ada dalam kehidupan manusia. Mengenai waktu, kecacatan, kesehatan, kecerdasan dan kepala teparo dan sebagainya.

Karenanya, Allah SWT mengingatkan manusia untuk mengetahui bahwa mata pencaharian Allah SWT sungguh tak terhitung banyaknya. Karena Allah SWT telah menyediakan bagi umat manusia apa yang dibutuhkan manusia dalam segala keadaan dan keadaan. Allah SWT berkata:

Ayat Tentang Rezeki

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluan) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkarinya (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim : 34)

Allah SWT menyediakan makanan untuk semua makhluk, tetapi tidak semua akan mendapat gizi yang mulia dari Allah SWT. Jadi siapa sebenarnya?

“Maka orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.” (QS. 22 : 50)

Secara garis besar, makanan tersebut hanya bersumber dari Allah SWT, yang berguna dan halal serta dapat berupa uang, sandang, dan pangan bagi pasangan yang rukun. Pemeliharaannya juga bisa berupa keturunan yang shaleh dan saleh, serta berupa kegembiraan yang sehat, mendengar, melihat, dan lain-lainnya.

Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa pangan adalah hal yang halal. Jadi ketika orang mencuri, pencuri mulai kembali. Ini bukan bagian dari hidup.

Dalam Surat Ar-Rum ayat 40 Allah berfirman SWT:

“Allaahulladzii khalaqakum summa razaqakum summa yumiitukum summa yuhyiikum, hal min syurakaa’ikum may yaf’alu min dzaalikum min syaii’, sub-haanahuu wa ta’aalaa ‘ammaa yusyrikuun”

Artinya:
“Allah lah yang menciptakan kamu, kemudian memberikanmu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.”

Meskipun kita tahu bahwa Allah SWT adalah Yang Maha Kuasa yang memberi makan dan bahwa makanan tidak boleh salah, bukan berarti kita harus pasrah dan balas dendam. Kita harus mencari makanan. Allah SWT berkata:

“Fa idzaa qudhiyatis-salaatu fantasyiruu fil-ardhi wabtaghuu min fadlillaahi wadzkurullaaha katsiiral la’allakum tuflihuun
Mgid”

Artinya:
“Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumuah ayat 10)

Pemanfaatan Rezeki

Kehidupan yang diperoleh harus digunakan untuk hal-hal yang baik. Disebutkan dalam ayat tersebut,

QS.-Al-Baqarah-3

Artinya:
“Dan menafkahkan (mengeluarkan) sebagian rezeki yang dinafkahkan untuk mereka.” (QS. Al-Baqarah: 3)

Jika makanan adalah aset, wajib membayar zakat untuk aset tersebut atau menggunakan uang untuk zakat, yang sunnah. Ada juga perbekalan selain harta karun yang juga harus digunakan untuk hal-hal baik, seperti makanan berupa akal, pendengaran dan penglihatan.

Adapun dalam penggunaan makanan dengan dua acara:

  • Rezeki atau nikmat digunakan untuk menaati Tuhan.
  • Rezeki ini bermanfaat bagi umat Islam lainnya.

Ibnu Hazm berkata,

Hadist-Ibnu-Hazm

“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah.” (Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2: 82)

Nabi Muhammad SAW berkata tentang Ibn Umar:

HR.-Thabrani

Artinya:
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Rezeki. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.