Pengertian Takziah

3 min read

Pengertian Takziah

Pengertian Takziah – Musibah datang tanpa kita ketahui terutama soal kematian. Kita tidak tahu kapan, bagaimana caranya, dan di mana kita akan meninggal. Sebagai umat Islam kita harus mempersiapkan diri kita dengan amal perbuatan baik yang terbaik yang bisa kita usahakan selama kita hidup. Meski dunia telah berubah menjadi seperti sekarang, kita tidak boleh mengikuti ke arah yang negatif. Teruslah hidup sesuai dengan tuntunan agama, Al Quran, dan hadits.

Ketika seseorang meninggal dunia, terutama bagi keluarga atau tetangga kita, kita wajib melaksanakan kewajiban kita sebagai seorang Muslim. Islam mengajarkan kepada tiap hamba-Nya untuk melaksanakan kewajiban terhadap orang yang meninggal dunia.

Selain mengucapkan ucapan berbelasungkawa terdapat juga kewajiban lainnya yang harus dilakukan, seperti takziah. Sebenarnya boleh tidak kita melakukan takziah berhari-hari? Ya hal ini memang sering terjadi pada masyarakat kita. Lantas apa sebenarnya arti dari takziah itu sendiri? Oleh karena itu, berdoa kali ini akan membahas mengenai pengertian takziah. Simak hingga selesai ya.

Musibah

Dalam Islam mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rajiun merupakan salah satu ucapan ketika mendengar suatu musibah termasuk berita kematian. Hal ini telah disebutkan dalam ayat Al Quran yaitu pada surat Al Baqarah ayat 156. Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang ketika ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.” (QS. Al Baqarah ayat 156)

Meninggal dunia merupakan salah satu musibah yang membuat seseorang sangat terpukul. Karena kehilangan bukanlah hal yang mudah. Perlu kekuatan dan kesabaran yang luar biasa besar. Selain itu juga, orang-orang di sekitarnya juga membantu untuk menguatkan orang yang ditinggalkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan ketika kita mendengar berita kematian seseorang adalah takziah. Karena salah satu kewajiban bagi tiap orang Muslim terhadap musim lainnya yang meninggal dunia yaitu takziah. Biasanya orang menyebut takziah dengan melayat.

Ketika kita mendengar berita kematian yang disiarkan baik itu di masjid atau pun dari sumber lainnya, sebaiknya kita bertakziah. Membantu dan menghibur keluarga yang ditinggalkan serta mendoakan si mayat. Berkunjung ke rumah si mayat untuk membantu melaksanakan kewajiban kita terhadap Muslim lainnya.

Takziah dilakukan sebelum jenazah dikuburkan untuk membantu mengurus jenazah dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan. Itu artinya, takziah tidak dilakukan hingga berhari-hari lamanya. Sebaiknya lakukan hal-hal yang dapat menghibur keluarga dari si mayat agar lebih sabar dan kuat dalam menghadapi musibah yang menimpa.

Pengertian Takziah

Takziah (التعزية) secara bahasa artinya menguatkan atau menghibur. Sedangkan secara istilah, takziah merupakan suatu usaha atau saran untuk seseorang sabar dalam menghadapi musibah yang menimpanya dan mendoakan jenazah.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), takziah berarti ucapan atau kunjungan untuk menyampaikan turut berduka cita atau berbelasungkawa.

Sehingga takziah merupakan suatu kunjungan kita terhadap keluarga si mayat untuk menguatkan, menghibur, mendoakan keluarga dan si mayat, serta mengurus si mayat hingga ke pembaringan terakhirnya.

Hukum Takziah

Melaksanakan kewajiban terhadap orang yang meninggal merupakan salah satu hal yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berbela sungkawa terhadap keluarga yang ditinggalkan adalah satu cara kita dalam berbuat baik terhadap sesama. Selain itu, pahala orang bertakziah juga sama seperti orang yang mendapatkan musibah.

Pahala orang yang bertakziah sangatlah besar meski hukum dari bertakziah adalah sunnah.

Hal ini seperti disebutkan ada hadits berikut:

مَنْ عَزَّى مُصَاباً فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

Artinya: “Siapa saja yang bertakziah kepada orang yang terkena musibah, maka dia akan mendapat pahala seperti orang yang mendapat musibah tersebut.” (HR. At Tirmidzi dan Al Baihaqi)

Adab Takziah

Ketika kita bertakziah, kita juga harus mengikuti adab yang telah diajarkan dalam agama Islam berikut ini adab bertakziah,

  1. Ikhlas ketika bertakziah
  2. Gunakan pakaian yang menutup aurat dan sopan
  3. Berperilaku yang sopan
  4. Jangan menangis dengan suara keras hingga meratapi si mayat
  5. Berikan bantuan
  6. Berikan nasihat agar lebih kuat, sabar, dan tawakal kepada Allah Subhanahu wa ta’ala
  7. Doakan dan sholatkan si mayat
  8. Ikut mengantarkan si mayat ke tempat pemakaman

Dalil yang berkaitan dengan Takziah

Usamah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Saya kirim putri Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam untuk menemui dan menyampaikan bahwa putra saya telah meninggal dunia serta mengharapkan Beliau agar datang.” Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam mengirimkan seseorang untuk menyampaikan salam dan mengucapkan:

أَنَّ لِلهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَمُرْهَا فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

Anna lillaahi maa akhadza, wa lahuu maa a’thaa, wa kullu syai’in ‘indahuu biajalin musammaa faltashbir.

Artinya: “Sesungguhnya milik Allah apa yang diambil-Nya dan akan kembali kepada-Nya pula apa yang diberikan-Nya, dan segala sesuatu yang ada pada-Nya mempunyai jangka waktu tertentu. Dari itu hendaklah engkau bersabar dan menabahkan hati.” (HR. Bukhari)

Ucapan Bertakziah

Ketika seorang Muslim bertakziah kepada Muslim lainnya, sebaiknya ia mengucapkan:

Ucapan Takziah

Bacaan Arab

عْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاكَ وَرَحِمَ مَيِّتَكَ

Bacaan Latin

‘Adzamallahu ajraka wa ahsana ‘azaaka wa rahima mayyataka.
Artinya: “Semoga Allah memberikan kamu pahala yang besar dan menghibur hatimu sebaik-baiknya, serta memberi rahmat bagi si mayat.”

Kemudian keluarga dan yang mendampingi jenazah mengucapkan “Amiin”.

Menguatkan dan menghibur keluarga si mayat merupakan salah satu tujuan dari takziah. Karena kita tidak tahu seberapa besar dia bisa menerima musibah ini. Kita harus membantu, menguatkan, mengingatkan akan dosa, dan terus mendoakan si mayat. Hal ini dapat membantu agar keluarga terus bertawakal kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Karena kehilangan merupakan pukulan yang besar yang dapat membuat seseorang bahkan terganggu psikisnya. Oleh karena itu, bantuan dari keluarga dan orang sekitar sungguhlah besar.

Bagaimana sudah jelaskah? Takziah merupakan suatu perbuatan yang baik yang dapat mendatangkan pahala yang besar. Selain itu, hal ini juga merupakan suatu kepedulian terhadap sesama dan dapat menumbuhkan rasa sosial yang besar.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian takziah yang telah dijelaskan secara jelas. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan untuk Anda sekalian. Terima kasih.