Pengertian Zakat

2 min read

Pengertian Zakat

Pengertian Zakat – Saat di bulan Ramadhan, tiap – tiap umat Muslim diperintahkan untuk melaksanakan puasa sebulan penuh. Selain melaksanakan puasa wajib, tiap – tiap umat Muslim diwajibkan pula untuk membayar zakat.

Tahukah kamu apa itu zakat?

Selama setahun penuh kita bekerja dan melakukan aktivitas lainnya. Sehingga di satu bulan itu kita diperintahkan untuk berzakat agar dapat menyucikan diri, membersihkan harta, dan berbagi dengan orang – orang yang sangat membutuhkan.

Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap dan jelas mengenai pengertian zakat dan perintah melaksanakan zakat. Simak terus artikel ini ya.

Zakat

Pengertian Zakat

Membayar zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yaitu rukun Islam yang ke empat. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسَةٍ عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ فَقَالَ رَجُلٌ الْحَجُّ وَصِيَامُ رَمَضَانَ قَالَ لَا صِيَامُ رَمَضَانَ وَالْحَجُّ هَكَذَا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya:
“Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam itu dibangun atas lima dasar, yaitu mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, puasa Ramadhan, menunaikan zakat, dan naik haji.” Seorang laki – laki mengatakan: “Haji dan puasa Ramadhan,” maka Ibnu Umar berkata: “Tidak, puasa Ramadhan dan haji, demikian ini aku telah mendengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim)

Bahkan Allah SWT. memerintahkan zakat bersamaan dengan perintah melaksanakan sholat, seperti pada surat Al Baqarah ayat 110 berikut ini:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ

Artinya:
“Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat.” (QS. Al Baqarah ayat 110)

Zakat berasal dari kata bahasa Arab yaitu زكاة atau Zakah yang artinya suci, bersih, tumbuh, dan berkat. Sedangkan menurut istilah, zakat berarti sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang – orang yang beragama Islam untuk diberikan kepada orang – orang yang berhak menerima zakat.

Melaksanakan zakat hukumnya yaitu wajib. Zakat dilakukan di bulan Ramadhan. Tetapi, setelah matahari terbenam di akhir bulan Ramadhan maka tidak diwajibkan membayar zakat.

Hal itu yang membedakan zakat dengan sedekah. Sedekah merupakan hal yang sunnah yang dilakukan oleh seseorang untuk berbagi kepada orang – orang yang membutuhkan yang dapat dilakukan kapan saja.

Oleh karena itu, membayar zakat sangatlah penting bagi tiap – tiap umat Islam.

Membayar zakat merupakan cara yang Allah SWT. perintahkan untuk membersihkan diri kita dari kejelekan, kesalahan, dan dosa – dosa, serta menyucikan harta kita. Hal ini telah Allah SWT. sebutkan di dalam Al Quran surat At Taubah ayat 103, yaitu:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At Taubah ayat 103)

Oleh karena itu, zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan oleh seseorang yang telah memenuhi syarat – syarat yang telah ditetapkan oleh syariat Islam dan diberikan kepada golongan – golongan yang berhak mendapatkan zakat.

Hal ini terdapat pada Al Quran surat At Taubah ayat 60, Allah SWT. berfirman bahwa:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya:
“Sesungguhnya zakat – zakat itu, hanyalah untuk orang – orang fakir, orang – orang miskin, pengurus – pengurus (amil) zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang – orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah ayat 60)

Mustahik merupakan orang yang menerima zakat. Sedangkan muzaki yaitu orang yang membayar zakat.

Perintah Melaksanakan Zakat

Perintah melaksanakan zakat terdapat dalam salah satu ayat Al Qur’an dan Allah SWT. telah berulang kali menyebutkan untuk membayar zakat. Allah SWT. berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 43 yaitu:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya:
“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang – orang yang rukuk.” (QS. Al Baqarah ayat 43)

Melaksanakan zakat merupakan bentuk rasa bersyukur kita terhadap Allah SWT. atas nikmat rejeki yang telah diberikan Allah SWT. Hal ini terkandung dalam Al Quran surat Al An’am ayat ke 141 bahwa:

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya:
“Dan Dia -lah yang menjadikan kebun – kebun yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanam – tanaman yang bermacam – macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam – macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkannya zakat kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih – lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang berlebih – lebihan.” (QS. Al An’am ayat 141)

Pada ayat lain pun Allah SWT. memerintahkan untuk membayar zakat, sebagai berikut:

وَجَعَلَنِي مُبَارَكاً أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّاً

Artinya:
“Dan Dia menjadikan aku (Isa) seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.” (QS. Maryam ayat 31)

Tunaikanlah kewajiban yang telah Allah SWT. perintahkan. Allah SWT. tidak akan membuat kamu kekurangan dengan apa yang telah kamu keluarkan atas kewajiban kamu. Berzakatlah dengan ikhlas. Karena sesungguhnya berbagi kepada orang lain sungguh besar pahala dan akan mendapatkan nikmat yang luar biasa manis.

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian zakat yang telah dijelaskan secara jelas dan lengkap. Semoga kamu semakin mengerti dengan kewajiban kamu terhadap zakat dan lebih peduli lagi terhadap orang – orang yang lebih membutuhkan bantuan kamu. Semoga harta kalian semakin berkah. Amiin. Terima kasih.