Perang Islam (Pertama Sampai Terakhir, Terlengkap)

4 min read

Perang Islam

Perang Islam – Islam mengajarkan kedamaian dan kelembutan, tetapi tidak dapat mencegah perang dengan kaum musyrik. Ada banyak perang selama masa Nabi Muhammad SAW.

Khianat Yahudi, Pertempuran Bani Qainuqa, dan pengusiran ide Madinah dari Kekaisaran Persia dalam pertempuran Khandaq Thalhah, para ksatria pertempuran Uhud.

Setelah tumbuh dan menyebar ke seluruh dunia selama ratusan tahun, umat Islam pasti memiliki sejarah yang sangat panjang. Salah satunya adalah sejarah perang, termasuk perang Islam terbesar dalam sejarah. Perang Islam dalam mempertahankan agama dan pembangunan wilayah ini sudah berlangsung sejak zaman Nabi.

Perang Islam Terbesar Dalam Sejarah di Masa Rasulullah

Adapun berbagai jenis perang islam dalam sejarah masa Rasulullah SAW, berikut diantaranya ialah:

1. Menag Bantah Pelajaran Pendidikan Agama Dihapuskan

Ustadz Ahmad Sarwat menjelaskan dalam bukunya “Islam Religion of Peace” tentang terjadinya perang di zaman Nabi. Meski banyak peristiwa perang, Ustaz Ahmad menekankan dalam bukunya bahwa Islam adalah agama yang damai. Dalam kitab Sirah Nabawiyah isinya banyak disebarluaskan dengan banyak cerita perang.

2. Perang Badar (2 Hijriyah)

Pertempuran Badar adalah salah satu pertempuran terbesar dalam Islam yang terjadi di perbatasan antara kota Mekah dan Madinah. Perang ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan 2 H dan bertepatan dengan tanggal 13 Maret 624 M. Pasukan kecil 313 Muslim melawan pasukan Quraisy dari Mekah berjumlah 1.000.

Setelah sekitar dua jam pertempuran, pasukan Muslim menghancurkan tentara Quraish. Kemudian mereka mundur bersama Lamu. Perang Badar sendiri sebagai mistik dan magis karena hanya 300 tentara Muslim yang mampu mengalahkan 1000 Quraisy yang jelas memiliki hubungan yang lebih besar. Kisah Pertempuran Badar juga disebutkan dalam Alquran.

Perang ini masih bukanlah perang terburuk dalam sejarah Islam. Akan tetapi, kemenangan Perang Badar menciptakan semangat yang tinggi bagi umat Islam dan karenanya membuat mereka sangat berarti.

Dengan kemenangan di Pertempuran Badar, hai Muslimah, saya yakin, dengan restu Tuhan, kota Mekah sebenarnya bisa dikalahkan sebagai yang terkuat saat itu.

3. Perang Uhud (3 Hijriyah)

Setelah Pertempuran Badar, ketika orang-orang kafir Mekah marah kepada umat Islam. Akhirnya dia kembali mempersiapkan pasukan yang besar untuk melawan tentara muslim. Bahkan, dia mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk perang ini. Dan akhirnya terjadilah pertempuran di Gunung Uhud yang sekarang dikenal dengan Pertempuran Uhud.

Meskipun terjadi Pertempuran Badar, kaum Muslim melihat kemenangan, sayangnya mereka melihat sebaliknya pada Pertempuran Uhud. Secara historis, dia hampir bisa memenangkan perang saat itu. Sayangnya karena keserakahan dan kesombongan umat Islam saat itu, ia dipecat oleh Allah dengan kekalahan yang sangat menyedihkan.

Musthafa As-Siba’i menyebutkan dalam bukunya Sirah Nabawiyah Durus Wa ‘Ibar bahwa Pertempuran Uhud terjadi pada hari Sabtu tanggal 15 Syawal 3 Hijriyah. Kekuatan tentara Muslim pada awalnya 1.000 orang, tetapi hanya berkurang menjadi sekitar 700 orang. Sedangkan politeist tim Mekkah berjumlah 3.000 orang dengan perbekalan dan kendaraan lengkap.

Al-Mubarakfuri menyebutkan dalam bukunya Ar-Rahiq Al-Makhtum bahwa tidak kurang dari 70 ayat Alquran yang diturunkan selama pertempuran Uhud. Ayat-ayat Alquran berasal dari terjadinya perang, episode demi episode. Sebagian besar ayat dalam Surah Ali Imran, terutama dari ayat 121 sampai ayat 179.

4. Perang Mut’ah

Perang yang satu ini bisa digambarkan sebagai pertempuran yang mengerikan melawan ratusan ribu tentara Romawi. Namun, dengan menggunakan taktik Khalid hin walid, panglima perang Islam terbaik belakangan ini, tidak banyak tentara Muslim yang terbunuh dalam perang itu. Dan perlu untuk diperhatikan bahwa ada 5 poin kunci yang perlu digarisbawahi dalam pertempuran ini sebagai berikut.

Latar Belakang Peperangan

Perang-Islamm

Faktanya, tidak ada niat untuk berperang yang terwujud pada masa Nabi. Ini bermula ketika dia mengirim utusan ke wilayah Bashra, tepatnya ke Bizantium.

Namun, utusan itu ditangkap dan dibawa ke kaisar. Kemudian utusan itu memenggal kepalanya. Namun, hal ini tidak menyebabkan perang karena sang rasul masih bersabar.

Akan tetapi, lain kali Rasulullah mengirim utusan ke Syam lagi di tahun yang sama. Namun, ternyata 15 rasul Nabi tewas. Meskipun tidak pernah terjadi karena membunuh pembawa pesan perdamaian sama dengan berperang. Akhirnya Rasulullah mempersiapkan 3.000 tentara untuk perang di Syria.

a. Jalannya Peperangan

Sebelum nabi meninggalkan ketentaraan, dia harus tahu apakah serangan di Bushra juga berarti serangan ke Roma. Sebagai perbandingan, jelas bahwa angkanya sendiri jauh di belakang. Namun dengan tekad dan tekad yang kuat, angkatan bersenjata Muslim pun mundur dari Madinah. Dan tentunya saat musuh mendengar kabar tersebut, mereka sudah siap.

Dalam persiapan permainan ini, musuh harus membawa pasukannya dalam jumlah yang banyak. Bahkan tidak ribuan, bahkan ratusan ribu. Total musuh Islam saat itu lebih dari 200.000 orang. Dalam perang Mut’ah ini, tentara Muslim meninggalkan Madinah tanpa mengetahui apa yang diharapkan di sana.

b. Kepahlawanan dan Syahidnya Para Sahabat

Perang terbesar dalam sejarah dipimpin oleh Zaid Bid Haritsah. Zaid berada di medan perang dengan sangat antusias dan terus bermain. Sayangnya, ia jatuh di tengah peperangan dan kepemimpinannya langsung digantikan oleh Ja’far Bin Abi Thalib. Namun, hal ini juga sangat disayangkan karena Ja’far kemudian meninggal dunia.

Teman lain yang meninggal di sini adalah Abdullah bin Rawahah. Beberapa saat setelah keguguran, Rosululloh mendapat kabar. Kemudian Rasulullah sangat sedih atas keguguran tersebut. Padahal, Rasulullah SAW segera menyampaikan kabar duka ini kepada bocah itu dan istrinya Ja’far dengan datang langsung ke rumahnya.

c. Strategi Perang Khalid bin Walid

Ketika panglima tentara muslim bertempur dalam perang mut’ah ini, pasukan muslim pasti kehilangan komando. Akhirnya pemilihan komandan baru dilakukan, yang jatuh ke tangan Khalid Bin Walid. Kepala pelayan, yang menyadari bahwa ia tidak dapat membanjiri 200.000 tentara yang hanya terdiri dari 3.000 orang, mengembangkan strategi perang untuk melumpuhkan mentalitas.

Dengan strategi ini, dia memberikan pelatihan setiap hari untuk membuat lawan percaya bahwa bantuan sedang dikirim. Dia juga memerintahkan tim untuk memainkan pelepah dari setiap pohon sampai tim musuh yakin bantuan akan datang. Alhasil, ternyata tentara Romawi dibuat bingung dengan strategi ini.

d. Hasil Peperangan

Setelah menyaksikan strategi Khalid bin Walid, tentara Romawi akhirnya kembali menari. Tentara Muslim kembali ke Madinah. Dan dengan kerumunan Islam sampai di sana, hanya ada selusin orang. Dan untuk kemenangannya, menurut Ibn Isyhap dan Ibn Hisham adalah seimbang. Namun menurut Ibn Kathir, umat Islam menjadi tuan.

e. Perang Khandaq (5 Hijriyah)

Ini dinamakan Perang Khandaq, yang berarti menggali parit dengan menggunakan parit sepanjang 5 km karena strategi bertahan hidup di kota Madinah. Perang ini disebut juga Perang Ahzab karena musuhnya merupakan gabungan dari kekuatan musuh Islam.

Musuh termasuk orang-orang kafir di Mekah, beberapa kelompok Yahudi, dan orang-orang munafik di Madinah. Pertempuran Ahzab juga merupakan nama salah satu huruf dalam Alquran yaitu huruf ke-33.

Al-Waqidi menyebutkan dalam bukunya Al-Maghazi bahwa pertempuran ini terjadi pada hari Selasa, 8 Dzulhijjah 5 Hijriyah. Sementara itu, Ali Muhammad Asy-Shalabi mengutarakan pendapat Ibnu Saad dalam bukunya Ghazawat Ar-Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: Durus wa Ibar wa Fawaid bahwa pasukan Ahzab telah dikalahkan dalam Dzulhijjah 5 H pada hari Rabu.

Berbeda dengan Al-Waqidi dan Ash-Shalabi, Musthafa As-Siba’i menyebutkan dalam bukunya Sirah Nabawiyah Durus wa ‘Ibar bahwa Pertempuran Khandaq terjadi pada bulan Syawal 5 Hijriyah.

f. Perang Bani Quraidhah (5 Hijriyah)

Pertempuran Bani Quraidhah terjadi di akhir Pertempuran Khandaq. Ini adalah pengepungan benteng Bani Quraidhah dan kematian semua penduduknya karena mengkhianati mereka. Ketika Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) kembali dari pertempuran Khandaq dan ingin angkat senjata, tiba-tiba datang malaikat Jibril, yang membawa perintah Allah untuk melanjutkan perang atas benteng Yahudi Bani Quraidhah.

g. Perang Tabuk

Setelah pasukan mundur pada Pertempuran Mut’ah, ternyata cerita ini tidak hilang begitu saja. Setelah itu, muncul kabar bahwa tentara Romawi sedang mempersiapkan pasukan yang besar untuk menyerang kaum Muslimin. Namun karena terjadi kemarau panjang pada masa ini, Nabi akhirnya memutuskan untuk mempersiapkan perlindungan umat Islam dengan pergi ke Tabuk.

Alhasil, perang tersebut akhirnya diambil alih oleh ekspedisi Tabuk. Rasulullah juga mengunjungi banyak suku di sana. Dan ekspedisi ini berlangsung hingga 30 hari. Sesampai di Tabuk, para prajurit yang hendak menyerang ketakutan itu akhirnya gagal karena ada 30.000 orang yang bisa menjemputnya dan bertarung dengan pedang.

Demikian informasi tentang 5 perang Islam terbesar dalam sejarah Nabi. Banyak kemenangan telah dimenangkan oleh pasukan Islam melawan musuh-musuh mereka. Semua pertempuran ini dilakukan dengan gagah berani dan menggunakan strategi perang yang luar biasa dari sejarah setiap perang yang mungkin menjadi cerita hingga hari ini.

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Perang Islam. Semoga ulasan yang telah kami sampaikan dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.