Peristiwa setelah Hari Kiamat

2 min read

Peristiwa pada Hari Kiamat

Peristiwa setelah Hari Kiamat – Semua orang pasti akan mengalami yang namanya meninggal. Karena setiap yang bernyawa pasti akan mati.

Lalu sudah siapkah kamu jika meninggal? Bagaimana dengan amal ibadah yang telah kita lakukan? Perbuatan baik dan buruk apa saja yang telah kita perbuat?

Kita harus siap kapan saja jika Allah SWT. akan mengambil nyawa kita. Karena sejatinya kita milik Allah SWT. Lantas bagaimana jika esok hari kiamat tiba?

Jika hari kiamat tiba, terdapat beberapa peristiwa yang akan terjadi.

Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai peristiwa yang berhubungan setelah hari kiamat.

Kiamat

Hari Kiamat

Peristiwa terjadinya hari kiamat tertera pada surat Az Zumar ayat 68, Allah SWT. berfirman:

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ

Artinya: “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah semua (makhluk) yang ada di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka seketika itu juga mereka bangun (dari kuburnya) untuk menunggu (putusannya masing – masing).” (QS. Az Zumar ayat 68)

Peristiwa pada Hari Kiamat

Adapun beberapa peristiwa yang berhubungan setelah hari kiamat, antara lain yaitu:

A. Yaumul Barzah

Yaumul Barzah disebut juga dengan alam kubur. Alam di mana masa antara sesudah seseorang meninggal dunia hingga menunggu datangnya hari kiamat disebut dengan Yaumul Barzah. Ketika di alam kubur manusia akan diberi pertanyaan oleh malaikat Munkar dan Nakir tentang segala perbuatan yang telah dilakukan selama hidupnya.

Peristiwa ini terdapat pada salah satu ayat Al Quran yaitu pada surat Al Kahfi ayat ke- 99. Allah SWT. berfirman:

وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ ۖ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا

Artinya: “Dan pada hari itu Kami biarkan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) berbaur antara satu dengan yang lain, dan jika ditiup lagi sangkakala, maka akan Kami kumpulkan mereka itu semuanya.” (QS. Al Kahfi ayat 99)

B. Yaumul Ba’as

Yaumul Ba’as merupakan hari kebangkitan. Maksudnya yaitu hari dibangkitkannya semua manusia dari alam kuburnya. Allah SWT. menghancurkan seluruh alam semesata beserta isinya dan ini terjadi setelah sangkakala pertama ditiup. Kemudian setelah malaikat Israfil meniupkan sangkakala yang kedua maka semua manusia dibangkitkan dalam keadaan yang berbeda – beda berdasarkan pada amal perbuatan yang dikerjakannya saat masih hidup.

Hal ini tercantum dalam Al Quran yaitu pada surat Az Zalzalah ayat ke enam. Allah SWT. berfirman:

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ

Artinya: “Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan berbeda – beda, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) dari perbuatan mereka.” (QS. Az Zalzalah ayat 6)

C. Yaumul Mahsyar

Yaumul Mahsyar atau dikenal dengan Yaumul Hsyr yaitu hari dikumpulkannya seluruh manusia yang telah dibangkitkan di satu tempat yaitu di padang Mahsyar untuk menunggu giliran dihisab atau dihitung seluruh amal kebaikan dan keburukan yang dilakukan selama hidupnya.

Allah berfirman pada salah satu ayat Al Quran surat Ibrahim ayat 48, bahwa:

يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

Artinya: “(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka (manusia) semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (QS. Ibrahim ayat 48)

D. Yaumul Mizan

Yaumul Mizan atau disebut dengan Yaumul Hisab merupakan hari di mana seluruh amal perbuatan baik dan buruk yang telah dilakukan oleh manusia yang telah dicatat oleh malaikat Rakib dan Atid ditimbang atau dihisab.

Saat yaumul mizan tubuh kita akan bersaksi terhadap semua yang kita lakukan semasa hidup. Kita tidak dapat berkata bohong atau pun mengingkarinya. Peristiwa ini terdapat pada surat Ya Sin ayat 65, Allah SWT. berfirman:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dulu mereka lakukan.” (QS. Ya Sin ayat 65)

E. Yaumul Jaza

Yaumul Jaza atau Yaumul Fasl merupakan hari di mana Allah SWT. memberikan putusan atas balasan bagi hambaNya. Allah SWT. berfirman:

الْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Artinya: “Pada hari ini tiap – tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diperbuatnya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungannya.” (QS. Al Mu’min ayat 17)

Oleh karena itu, Allah SWT. merupakan Yang Maha Adil dalam memberikan balasan terhadap hambaNya.

F. Sirat

Pernahkan kamu mendengar, jika nanti kita meninggal kita harus melewati jembatan yang tipisnya sehelai rambut kita?

Sesudah amal perbuatan baik dan buruknya manusia ditimbang, semua manusia akan melewati jembatan yang disebut dengan sirat.

Jika kita dapat melewati jembatan tersebut kita akan mendapati surga, jika tidak maka nerakalah tempatnya.

G. Surga

Surga merupakan tempat terindah bagi orang – orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Allah SWT. berfirman pada surat Al Hajj ayat 23, bahwa:

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا ۖ وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

Artinya: “Sesungguhnya Allah memasukkan orang – orang yang beriman dan melakukan amal yang baik ke dalam surga – surga yang di bawahnya mengalir sungai – sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang – gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka terbuat dari sutera.” (QS. Al Hajj ayat 23)

H. Neraka

Tempat balasan bagi orang – orang yang mengingkari Allah SWT. yaitu neraka. Allah SWT. berfirman:

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَبَ عَلَى اللَّهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ إِذْ جَاءَهُ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ

Artinya: “Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat – buat kebohongan terhadap Allah dan mendustakan kebenaran saat datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang – orang yang kafir?” (QS. Az Zumar ayat 32)

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai peristiwa yang berhubungan setelah hari kiamat. Semoga kita semakin siap dalam menghadapi hari kiamat dan selalu berbuat baik dan dekat dengan Allah SWT. Terima kasih.

Ajaran Sunan Giri

_pur
3 min read

Ajaran Sunan Gunung Jati

_pur
3 min read