Puasa Asyura

2 min read

Puasa Asyura

Puasa Asyura – Pernahkah kamu mendengar bulan Suro’? Pasti bulan Suro’ sudah tidak asing lagi bukan? Bulan Suro’ merupakan bulan Muharram. Salah satu bulan yang mulia berdasarkan kalender Hijriyah yaitu bulan Muharram. Pada bulan itu terdapat hari yang sangat mulia, yaitu hari Asyura.

Hari di mana Nabi Muhammad SAW. begitu bersemangat dan menaruh perhatian yang sangat besar. Di hari tersebut, kita dapat melaksanakan puasa sunnah.

Tahukah kamu puasa apa itu? Ya itu merupakan puasa Asyura. Berikut ini akan dijelaskan mengenai puasa Asyura, bacaan dari niat puasa Asyura dari bacaan Arab, Latin, dan Indonesia, serta keutamaan dari puasa Asyura itu sendiri.

Pengertian Puasa Asyura

Pada bulan Muharram tepat di tanggal sepuluh disebut juga dengan hari Asyura. Hari Asyura merupakan hari yang mulia.

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat mulia. Allah SWT. berfirman pada salah satu ayat di dalam Al Quran surat At Taubah ayat ke 36 yaitu:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang – orang yang bertakwa.” (QS. At Taubah ayat 36)

Bulan haram maksudnya yaitu bulan yang mulia. Empat bulan yang mulia yaitu:

  1. Bulan Rajab,
  2. Bulan Dzulqa’dah,
  3. Bulan Dzulhijjah, dan
  4. Bulan Muharram.

Berikut ini hadits yang menjelaskan bulan mulia tersebut:

وَمَعْنَى الْحُرُمِ: أَنَّ الْمَعْصِيَةَ فِيهَا أَشَدُّ عِقَابًا، وَالطَّاعَةَ فِيهَا أَكْثَرُ ثَوَابًا،

Artinya:
“Yang dimaksudkan dengan bulan – bulan yang dimuliakan di sini, sesungguhnya maksiat dalam bulan ini siksanya lebih berat, dan menjalankan ketaatan di dalam bulan ini pahalanya dilipat gandakan.”

Puasa sunnah yang dikerjakan tiap tanggal 10 pada bulan Muharram merupakan pengertian dari puasa Asyura.

Perintah untuk berpuasa sunnah asyura yaitu terdapat dalam salah satu hadits oleh riwayat Bukhari, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ قُرَيْشًا كَانَتْ تَصُوْمُ عَاشُورَاءَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ ثُمَّ أَمَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصِيَامِهِ حَتَى فُرِضَ رَمَضَانَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ شَاءَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ شَاءَ فَلْيُفْطِرْهُ.”

Artinya:
“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa saat zaman jahiliyah dahulu orang – orang Quraisy melaksanakan puasa Asyura. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memerintahkan umatnya untuk melaksanakan puasa tersebut. Sampai turun kewajiban puasa Ramadhan. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bagi yang ingin, silakan puasa, bagi yang tidak puasa juga tidak mengapa.” (HR. Al Bukhari)

Dan pada hadits lain, Abu Hurairah berkata bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Artinya:
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam.” (HR. Muslim)

Nabi Muhammad SAW. sangat bersemangat ketika berpuasa Asyura di hari tersebut. Ibnu Abbas berkata:

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ: يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

Artinya:
“Aku tidak pernah melihat Nabi benar – benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, hari Asyura dan puasa bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Niat Puasa Asyura

Adapun niat dari puasa asyura yaitu sebagai berikut:

Niat Puasa Asyura

Bacaan Arab Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Bacaan Latin Niat Puasa Asyura

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa i sunnatil ‘aasyura lillaahi ta‘aalaa.

Terjemahan Arti Niat Puasa Asyura

“Saya berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah ta’ala.”

Keutamaan Puasa Asyura

Berpuasa Asyura memiliki keutamaan – keutamaan yang luar biasa yang bisa didapatkan oleh orang – orang yang berpuasa Asyura. Berikut ini beberapa keutamaan puasa Asyura:

1. Menghapus Dosa Satu Tahun yang Lalu

Manfaat dari berpuasa Asyura salah satunya yaitu menghapus dosa satu tahun yang lalu bagi yang berpuasa Asyura. Seperti pada hadits berikut ini:

Abu Qotadah Al Anshoriy berkata,

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Artinya:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura, dan beliau menjawab, “Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”” (HR. Muslim)

2. Akan Masuk Surga

dengan melaksanakan ibadah puasa Asyura, maka Allah akan memasukkan kita ke dalam surga melalui salah satu pintu yaitu pintu Ar Royyan. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Artinya:
“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar Royyaan. Pada hari kiamat orang – orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka, “Di mana orang – orang yang berpuasa?” Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Puasa Asyura. Semoga dapat berguna dan bermanfat bagi Anda semuanya.