Puasa Ramadhan

2 min read

Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan – Satu bulan lagi kita akan memasuki bulan yang mulia, bulan yang ditunggu – tunggu oleh seluruh umat Muslim, yaitu bulan Ramadhan. Pada bulan Ramadhan tiap orang akan melaksanakan kewajibannya yaitu berpuasa.

Tahukah kamu mengenai puasa Ramadhan? Mengapa kita harus melaksanakan puasa Ramadhan?

Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap dan jelas mengenai apa itu puasa Ramadhan, dalil apa saja yang mendukung puasa Ramadhan.

Pengertian Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan puasa yang dilakukan di bulan suci Ramadhan dan hukumnya wajib. Puasa Ramadhan dilaksanakan selama 29 hari atau 30 hari.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ أَخْبِرْنِي مَا فَرَضَ اللهُ عَلَيَّ مِنَ الصِّيَامِ فَقَالَ صلى الله عليه وسلم : شَهْرَ رَمَضَانَ، إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ شَيْئًا

Artinya:
“Sahabat bertanya: “Kabarkan kepada saya apa yang diwajibkan bagi saya untuk puasa?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Puasa bulan Ramadhan, kecuali jika engkau berpuasa sunnah”.” (HR Al Bukhari)

Sama seperti sholat, puasa Ramadhan juga memiliki rukun puasa, syarat wajib puasa, dan yang membatalkan puasa. Kamu harus mengetahui hal – hal tersebut, juga harus mengetahui niat puasa Ramadhan.

Allah SWT. berfirman:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ

Artinya:
“Telah diwajibkan kepada kalian as shiyaam (puasa).”

Perintah Puasa Ramadhan

Allah SWT. memerintahkan kita umat Islam untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Hal itu tercantum dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 183 sampai 185. Adapun isi dari surat Al Baqarah ayat 183 sampai 185 yaitu sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ. أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ. شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ.

Artinya:
“Wahai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kamu untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka, barang siapa di antara kamu sakit atau berada dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (dia wajib mengganti) sebanyak hari (yang ia tidak berpuasa itu) pada hari – hari yang lain. Dan wajib bagi orang – orang yang berat menjalankannya, (jika mereka tidak berpuasa), membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa yang mengerjakan kebajikan dengan kerelaan hati, maka itulah yang lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui. Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia, dan penjelasan – ­penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Oleh karena itu, barang siapa di antara kamu ada (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, hendaklah ia ber­puasa pada bulan itu, dan barang siapa yang sakit atau berada dalam perjalanan (lalu ia tidak berpuasa), maka (ia wajib menggantinya) sebanyak hari yang ia tinggalkan itu pada hari – hari yang lain. Allah meng­hendaki kemudahan bagi kamu, dan tidak meng­hendaki kesukaran bagi kamu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangan (bulan) itu dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk -Nya yang diberi­kan kepada kamu supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah ayat 183-185)

Berdasarkan surat Al Baqarah tersebut, kita diwajibkan untuk melaksanakan puasa dan mengganti puasa yang kita tinggalkan di lain hari atau disebut dengan qadha. Bagi yang sakit atau berhalangan untuk berpuasa seperti haid atau pun bepergian atau safar dapat mengganti puasanya dengan puasa di bulan lainnya.

Tetapi Allah SWT. juga tidak memberatkan bagi orang – orang tidak mampu untuk berpuasa dikarenakan sudah tua atau lansia dengan mengganti puasa tersebut dengan fidyah. Fidyah yaitu memberi makan orang miskin.

masjid

Membayar fidyah bisa dalam bentuk siap saji atau bisa juga dalam bentuk makanan yang belum matang yaitu bahan mentah makanan pokok. Untuk ukuran membayar fidyah per hari nya saat tidak berpuasa yaitu sebesar setengah sho’.

Dari Ka’ab bin Ujroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لِكُلِّ مِسْكِينٍ نِصْفَ صَاعٍ

Artinya:
“Setiap orang miskin (diberi) setengah sho’.” (HR. Al Bukhari)

Ukuran setengah sho’ yaitu setara dengan kurang lebih 1,5 kg (beras).

Tetapi tidak apa jika membayar fidyah lebih dari dari ukuran yang telah ditetapkan.

Melaksanakan puasa Ramadhan merupakan rukun Islam yang ke tiga. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسَةٍ عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ فَقَالَ رَجُلٌ الْحَجُّ وَصِيَامُ رَمَضَانَ قَالَ لَا صِيَامُ رَمَضَانَ وَالْحَجُّ هَكَذَا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: 
“Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam itu dibangun atas lima dasar, yaitu mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, puasa Ramadhan, menunaikan zakat, dan naik haji.” Seorang laki – laki mengatakan: “Haji dan puasa Ramadhan,” maka Ibnu Umar berkata: “Tidak, puasa Ramadhan dan haji, demikian ini aku telah mendengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, melaksanakan puasa merupakan kewajiban kita sebagai umat Muslim. Hal itu menjadi dasar kita wajib melaksanakan puasa.

Selain itu terdapat juga pada hadits yaitu

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Artinya:
“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu – pintu surga, dan ditutuplah pintu – pintu neraka, serta setan – setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar – benar terhalang atau terjauhkan (dari kebaikan).” (HR. Ahmad)

Baca Juga:

Demikianlah ulasan yang telah dijelaskan secara lengkap dan jelas mengenai puasa Ramadhan. Semoga artikel ini menambah wawasan kamu dan membuat kamu semakin siap menghadapi puasa Ramadhan. Terima kasih.

Ajaran Sunan Giri

_pur
3 min read

Ajaran Sunan Gunung Jati

_pur
3 min read