Qalqalah

2 min read

Pengertian Qalqalah

Jika kita membaca kitab suci Al-Quran, tentu tidak bebas dari hukum membaca dan tanda waqaf di setiap ayatnya. Namun, pembacaan Al-Quran harus tepat, baik, dan benar.

Membaca Al-Quran secara baik dan benar akan mempengaruhi maknanya. Pelafalan juga harus sesuai dengan makhroj dan tajwidnya. Seperti yang kita ketahui, ada Hukum Membaca oleh Nun / Tanwin, Hukum Membaca Mim Mati dan Hukum Membaca Qalqalah, seperti yang akan dibahas dalam artikel ini.

Mungkin bagi sebagian orang ada orang yang diajari oleh orang tua mereka sejak usia dini untuk membaca Alquran. Bahkan jika tidak, orang tua biasanya meninggalkan anak-anak mereka di TPA / TPQ. Namun, ada juga orang yang baru mulai belajar membaca Al-Quran pada saat remaja, dewasa dan bahkan orang tua. Sebenarnya, ini bukan masalah, bahkan kita harus menghargai mereka yang lebih tua tetapi masih antusias mempelajari Al-Quran.

Jika kita perhatikan, bahkan mereka yang telah belajar sejak kecil kadang-kadang lupa hukum membaca Alquran. Oleh karena itu, artikel ini ditujukan untuk pembaca yang masih belajar atau hanya membaca Al-Quran. Artikel ini juga merupakan pengingat bagi beberapa pembaca yang mungkin lupa hukum membaca Qalqalah.

Namun demikian, materi ini biasanya diajarkan di tingkat agama di sekolah menengah pertama. Berikut ini adalah penjelasan hukum yang bertuliskan Qalqalah, beserta pengertian, jenis, dan contoh bacaan, cara membaca dan perbedaannya.

Pengertian tanda baca Qalqalah

Untuk memahami, Qalqalah dalam bahasa adalah Qalqalah, yang berarti bahwa suara dipantulkan atau digetarkan. dan menurut istilah qalqalah adalah huruf-huruf tertentu harus dibaca dalam satu kalimat dengan suara melambung (memantul) dari bagian makhrajnya, karena karena hurufnya itu memiliki fathah, kasrah, dan dammah dibaca sukun karena berhenti.

Berikut adalah huruf qalqalah, ada lima macam yaitu :

Agar lebih mudah diingat kita bisa menyingkatnya menjadi “BA JU DI TO KO”

Jenis-Jenis tanda baca Qalqalah

Ada dua jenis Qalqalah, Qalqalah Sugra dan Kubra. Untuk lebih jelasnya, akan diberikan penjelasan dan contoh di bawah ini :

  • Qalqalah Sugra (Qalqalah Kecil) : Qalqalah sugra atau Qalqalah kecil ialah huruf Qalqalah yang terletak di tengah kata yang berharakat Sukun. Cara membacanya dengan memantul yang tidak begitu kuat.
  • Qalqalah Kubro (Qalqalah Besar) : Qalqalah Kubro ialah Huruf Qalqalah yang membacanya dengan Sukun yang berada di akhir kata atau ayat, baik karena dia berharakat Sukun atau Fathah, Kasrah, Dammah, dan Tanwin, tetapi dibaca waqaf. Cara membacanya harus dengan lebih mantap dengan memantulkan suara dengan pantulan yang cukup kuat.

Contoh Bacaan Qalqalah

  • Qalqalah Sugra (Qalqalah Kecil)

Baca dengan getaran, mantap dan seperti dipantulkan

  • Pengertian Qalqalah Kubro (Qalqalah Besar)
pengertia qalqalah

Baca dengan jelas, mantap dan seperti dipantulkan

Cara membaca Qalqalah

Cara mengucapkan qalqalah adalah menekan dengan kuat mahroj pada huruf qalqalah yang mati (asli atau baru) sehingga suara yang keluar dari mulut memantul dengan pantulan yang kuat dan jelas. Namun, Qolqolah Kubro mau bagaimanapun harus lebih jelas daripada qalqalah Kubro.

Bahkan, banyak yang mengatakan bahwa pengucapan qalqalah Kubro harus lebih kuat lagi jika qalqalah kubro dalam waqofkan dalam keadaan mati bertasydid. Untuk qalqalah Sugra pengucapannya pada saat pengucapan dengan huruf qof dan tho Pantulan suaranya atas suara “o”. Karena kedua huruf ini ditandai oleh isti’la, sedangkan huruf lainnya menyertakan bunyi “E” dalam kata “Monyet” dalam bahasa Indonesia. Bahkan suara-suara ini cenderung berubah tergantung pada sebelum dan sesudah Harokatnya.

Perbedaan Qalqalah

Terlepas dari keberadaan sukun asli atau faktor aridli dan diakhir dan ditengah ini adalah aspek lain dari perbedaan qalqalah, seperti yang dijelaskan dalam Buku Panduan Ilmu Tajwid awal pada halaman 106.

  1. Qalqalah, yang terjadi di tengah kalimat disebut dengan qalqalah Sugro, karena proses Qalqalah tidak berjalan dengan sempurna. lisan secara serentak pergi ke Makhroj lain pada saat yang sama untuk mengatakan huruf berikutnya. Sementara Qalqalah yang muncul di akhir kalimat disebut Kubro, karena proses Qalqalahnya berlangsung begitu sempurna. lisan tidak segera beralih ke Makhroj lain, karena bacaan berhenti di huruf Qalqalah tersebut.
  2. Qalqalah yang memiliki sukun asli disebut qalqalah sugra karena terjadi melalui satu proses, yaitu proses qalqalah tanpa iskan (penyukunan huruf Qalqalah). Sedangkan qalqalah yang bersukun aridli disebut qalqalah Kubro karena terjadi melalui dua proses, yaitu qolqolah dan iskan.

Hukum Mad Thobi’i

Doa ibu
2 min read

Mad Wajib

Doa ibu
1 min read

Mad Jaiz Munfashil

Doa ibu
2 min read