Rukun Haji

4 min read

Ibadah haji ialah termasuk Rukun Islam yang terakhir atau yang ke-5. Dalam ibadah ini, sangat membutuhkan waktu yang begitu panjang dan membutuhkan persiapan sampai matang.

Membutuhkan harta, waktu, dan tenaga. Untuk melakukan rukun haji, yakni berada di Mekah yang cuaca nya sangat panas atau yang terletak di gurun. Ibadah haji merupakan kewajiban bagi kaum muslim bagi yang mampu.

Kalian pasti pernah mendengar istilah haji bukan? Ternyata untuk melakukan ibadah haji mempunyai tata cara untuk pelaksanaannya sehingga menjadi tertib.

Apa yang di maksud dengan Haji ?

Ibadah Haji merupakan termasuk dalam lima rukun Islam terakhir. Ibadah ini memakan waktu lama dan membutuhkan persiapan sampai matang.

Membutuhkan waktu, harta, dan energi. Untuk melakukan suatu ziarah atau ibadah haji yaitu di Mekah, di mana cuaca sangat panas atau di padang pasir. Haji adalah kewajiban kepada umat Islam yang bagi mampu.

Haji diwajibkan terhadap umat islam yakni dengan persyaratan sudah baligh, baik secara fisik, keilmuan, dan materi untuk melakukan ibadah tersebut.

Syarat Haji

Syarat-syarat haji merupakan suatu hal-hal yang harus dipenuhi seseorang agar dapat terkena kewajiban haji. Bagi siapa saja yang tidak dapat memenuhi syarat haji, maka tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji, karena untuk melakukan ibadah haji harus mampu.

Adapun syarat-syarat melaksanakan haji, yakni:

1. Beraga Islam

Orang yang melakukan ibadah haji haruslah Muslim. Tentu saja, jika ada seorang yang non-Muslim yang ingin melakukan haji, maka ia harus terlebih dahulu melakukan syahadat dan kemudian memenuhi kewajiban Islam nya seperti sholat, sedekah, puasa, dan ibadah lain-lainnya.

2. Memiliki Akal Sehat

Berakal sehat yang dimaksud ialah mempunyai akal yang sehat atau tidak gila. Akibatnya, orang yang tidak memiliki akal tidak tunduk pada beban kewajiban agama.

3. Baligh

Baligh adalah kedatangan usia seseorang pada tahap kedewasaan, hingga mereka dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat. Berarti bahwa anak kecil yang belum mencapai Baligh tidak diharuskan untuk melakukan haji sampai mereka mencapai usia tua atau usia baligh. Sudah dijelaskan dalam Hadits (HR. Abu Daud, Nomor. 4403)

4. Merdeka

Orang yang sedang bebas atau bukan budak yakni terikat dengan tuannya.

5. Mampu

Mampu memenuhi persyaratan haji ialah:

  • Dapat membayar biaya ibadah haji PP (Pergi Pulang).
  • Dapat menyediakan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan.
  • Dapat melunasi hutang (jika ada).
  • Mampu dengan fisik atau tidak sedang sakit.

Jika hal-hal ini tidak terpenuhi, kewajiban dalam ibadah haji seseorang akan dihilangkan karena dianggap belum mampu.

Rukun Haji

Terdapat beberapa rukun haji yang harus dilaksanakan, diantaranya ialah:

1. Niat

Berniat

Niat atau ihram, di dalam rukun haji itu benar-benar percaya bahwa pada saat itu tubuh ini dibawa bersama dengan rumah Sang Pencipta. Jadi harus menerapkan dengan cara yang akan diinginkan. Seperti dalam doa untuk niat, yakni diucapkan bersama bibir.

Dalam ihram dan niat untuk menjadi satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan, karena menjadi pilar haji adalah menjadi sesuatu yang tidak bisa dilepaskan. Tidak terdapat sebuah toleransi ketika sampai pada ibadah haji tersebut. Demikian juga, dalam pelaksanaan dan pakaian yang digunakan dalam ibadah sudah ditentukan, dan seharusnya tidak ada penemuan atau ide baru.

2. Wukuf di Arafah

Wukuf-di-Arafah

Pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan kehendak dan mengenakan pakaiannya, yaitu penerapan dalam ketenangan dari dir. Para jama’ah yang melakukan Wukuf di Padang Arafah, akan melakukan berbagai hal, salah satunya adalah menyebutkan nama Allah dan memuliakan semua bentuk doa dan pengampunan atas kesalahan yang dibuat dalam bertutur kata dan bertindak.

Wukuf hanya sebagian kecil dari penerapan dalam melakukan ibadah haji, yang merupakan inti dari merendahkan diri di hadapan Allah SWT yang telah melakukan banyak dosa. Sehingga rukun haji menerapkan pola permintaan maaf terhadap Sang Pencipta. Diam tidak berarti diam tanpa melakukan apa-apa saat melakukan Wukuf.

3. Thawaf Ifadhah

Thawaf-Ifadhah

Melaksanakan thawaf yakni mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dan harus ditempuh oleh seorang jama’ah yang akan melakukan haji. Mengelilingi ka’bah ialah salah satu dari rukun haji. Oleh karena itu, harus dilakukan untuk seorang jama’ah, baik jika kondisi nya tidak memungkinkan.

Cuaca dan kondisi di Mekah, membuat jama’ah harus menjaga dirinya masing-masing karena sangat ramai dan cuaca nya sangat panas . Setelah melakukan wukuf di saraf dengan suhu tinggi, yakni melanjutkan dengan Tawaf dengan menggunakan energi ekstra karena harus mengelilingi Ka’bah dengan berdesakan terhadap jama’ah yang lainnya.

4. Sa’i

Melakukan-Sai

Melakukan berlari-larian kecil yakni dari bukit Sofa ke bukit Marwah salah satu rukun haji yang harus dilakukan terhadap seorang jama’ah yang melakukan ibadah haji tersebut. Berlari-lari atau dalam perjalanan ini menceritakan tentang perjuangan seorang ibu untuk menemukan seteguk air minum yang terletak pada padang pasir untuk memberikan ke anaknya.

5. Tahallul

Tahallul

Termasuk rukun haji yang harus dilalui dan pada akhirnya akan berubah serta akan menciptakan jiwa yang berbeda dari yang sesuai dengan melaksanakan haji. Dalam rukun haji, setelah melakukan sa’i yakni tahallil. Tahallul yaitu bersih-bersih dengan diri sendiri.

Tahallul ini ialah mencukur rambut dan janggut, menunjukkan bahwa ibadah haji sebenarnya pembersihan dengan rohani dan fisik. Terjadi karena adanya ibadah ini secara fisik termasuk untuk menyelesaikan ibadah yang berat dan panjang.

6. Tertib dalam Pelaksanaannya

Tertib-dalam-Pelaksanaannya

Keberuntungan sejati adalah dapat menyelesaikan ibadah haji dengan cara optimal dan maksimal. Kita bisa tahu jika perjalanan satu rukun ke rukun berikutnya, yakni sangat membutuhkan kekuatan fisik dan mental. Pasti akan ada banyak jama’ah yang menderita berbagai masalah, dan tentunya, mau tidak mau harus melaksanakannya.

Dalam rukun ini adalah wajib hukumnya, tetapi jika suatu jama’ah tidak dapat berhenti meskipun ada penyakitnya, ia masih harus dapat mencapai tujuannya. Tepat artinya telah melakukan seluruh rangkaian acara dalam pelaksanaan ibadah haji. Merasa kurang ketika tidak mungkin untuk mengikuti dalam pelaksanaannya. Karena terdapat jama’ah yang baru saja datang karena sakit.

7. Berdoa Dengan Sungguh Ketika Melaksanakan Haji

Berdoa

Berdzikir dan berdoa, selalu sehat saat melakukan ibadah haji. Semua hal positif dan hal baik yang dilakukan di Mekah ini pasti akan membawa hasil yang baik bagi para yang melaksanakannya. Bahkan jika akan berdoa sepanjang waktu, balasannya akan luar biasa. Karenanya pelaksanaan haji selalu disertai dengan doa dan zikir.

Jenis – Jenis Haji

Adapun tiga jenis haji yang telah disepakati dengan para ulama, diantaranya ialah:

1. Qiran

Qiran adalah untuk melakukan haji maupun umrah pada saat yang sama dan untuk mengatakan hal berikut ketika membaca Talbiyah “labaika bi haj wa umrah” (saya datang untuk memenuhi permintaan-Mu dan akan melakukan haji serta umrah), membutuhkan pelaku untuk negara bagian Ihram yang telah tinggal sampai mereka menyelesaikan umrah dan haji pada saat yang sama.

Qiran dibagi menjadi dua jenis, yakni:

  • Berihram dengan bermaksud atau niat haji maupun umrah dan Miqat yakni melafalkan “Labbaika umratan wa hajjan”.
  • Berihram dengan niat untuk melakukan umrah pertama kali dan masuk ke niat haji sebelum melaksakan Tawaf.

2. Tamattu

Tamattu ialah umrah yang harus dilakukan dengan bulan-bulan haji, kemudian akan menunaikan di tahun yang sama. Cara untuk melakukannya adalah dengan cara berniat, untuk melakukan umrah dari proses Miqat, dan ketika kita membaca Talbiyah dengan mengatakan “Labbaika bi Umrah” (saya datang untuk memenuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah),

Mengharuskan dalam pelaku sebagai selalu tetap dalam keadaan ihram sampai kedatangannya di Mekah, dan akan melaksanakan Tawaf, Sa’i, mencukur atau memotong rambutnya, memakai Tahallul, mengenakan pakaian ihram, memakai pakaian biasa, dan melakukan sampai kedatangan Tarwiyah apa yang sebelumnya dilarang karena datangnya hari Tarwiyah yakni pada tanggal 8 Dhulhijjah, ketika akan merencanakan ibadah haji maupun umrah dari Mekah.

3. Ifrad

Ifrad merupakan haji dari Miqat, dan ketika akan memngucapkan bacaan Talbiyah, yakni “Labbaik bi hajj” (saya datang untuk memenuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan ibadah haji), dan orang yang akan mengerjakan itu tetap di dalam rangkain ibadah haji.

Ketikatiba di Mekah, segera melakukan Tawaf Qudum dan Sa’i serta mungkin hanya bertahallul pada hari raya yakni 10 Dhulhijjah.

Dalam ibadah haji, harus dapat di laksanakan atau dilakukan, karena wajib hukumnya bagi yang mampu. Ternyata, dalam proses ibadah haji terdapat tata cara untuk melaksanakannya.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, mengenai Rukun Haji. Semoga ulasan ini dapat berguna dan dapat bermanfaat bagi Anda semua.

Rukun Sholat

berdoacoid
5 min read

Rukun Iman

berdoacoid
5 min read

Sujud Sahwi

berdoacoid
3 min read