Rukun Iman

5 min read

rukun iman

Rukun Iman – Harus dimiliki dengan seorang muslim, dalam rukum islam terdapat 5 perkara, maka dalam rukun iman mempunyai 6 perkara. Dalam ajaran islam, diharuskan untuk mengetahui rukun iman beserta pengertian atau maknanya.

Iman dalam islam mempunyai sebuah arti yakni mengamalkan dengan benar, keyakinan ada dalam hati, perkataan dengan lisan, dan memantapkan iman sehingga menjadi seorang muslim yang selalu taat dan bertaqwa terhadap Yang Kuasa.

Lalu, apa itu iman? Pasti kalian bagi seorang muslim pernah mendengar istilah iman, tetapi belum sepenuhnya mengerti maknanya. Yuukk… Simak ulasan ini sebagai berikut.

Apa itu Iman ?

Dalam penjelasan bahasa Arab, iman mempunyai sebuah arti yakni “Percaya”. Konsep iman lainnya merupakan pengakuan yang memiliki sifat yakni tunduk serta menerima. Beberapa ulama menurut Hanafi mengatakan bahwa iman ialah suatu pengakuan dari lisan ke lisan dan pembenaran dalam hati.

Membenarkan di dalam hati berarti bahwa akan adanya sepenuhnya percaya ketika mendengar atau melihat sesuatu yang terkait dengan kebenaran. Tidak ada rasa keraguan atau ketakutan untuk mempercayai-Nya. Apalagi jika sudah benar-benar yakin mengenai keberadaan Allah SWT.

Berbicara secara lisan berarti bahwa begitu dapat percaya pada hati, dapat menyebarkan apa yang telah diyakini. Jadi apa yang telah diyakini juga dapat diterima dengan orang lain atau di sekitar.

Berlatih dalam tindakan merupakan manifestasi fisik dari apa yang kita yakini. Tidak hanya percaya pada hati atau dalam hal berbicara. Tetapi juga dengan mempraktekkan atau mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan apa yang telah dilarang oleh Allah SWT.

Pengertian Rukun Iman

Rukun iman merupakan sebuah fondasi dalam terbentuknya iman terhadap seorang Muslim. Semua Muslim harus dapat mempraktikkan ajaran dalam rukun iman. Jika seseorang akan mengamalkannya, niscaya dia akan mempunyai iman yang begitu kuat.

Mengabaikan atau tidak mempraktikkan dalm pilar iman akan dengan mudah mengguncang hatinya dengan berbagai masalah dan ketakutan atau kegelisahan dalam iman.

Ada 6 rukun iman yang merupakan tiang serta fondasi seorang muslim untuk dipercayai. Terdapat 6 rukun iman untuk dipercaya, dan dalam tatanan yang pasti.

Rukun-Iman

Terdapat beberapa penjelasan dan makna dari rukun iman dalam ajaran islam, diantaranya ialah:

1. Iman Kepada Allah

Seorang Muslim harus percaya atau harus beriman pada Allah, yang berarti harus percaya pada keberadaan Allah, percaya percaya pada ketaatan Allah, pada rububiah Allah, dan percaya pada semua sifat dan nama Allah. Fungsi Iman Kepada Allah SWT memiliki arti bahwa seorang Muslim harus dapat percaya bahwa Allah benar-benar ada.

Iman-Kepada-Allah

Allah sebagai Penguasa Alam Semesta yang telah menciptakan bumi dan langit serta isinya. Orang yang tidak percaya akan keberadaan Tuhan berarti dia bahwa bukan seorang Muslim, dan dia juga disebut seorang ateis jika mereka tidak percaya pada keberadaan Tuhan.

Beberapa orang mencari bagaimana Tuhan sebenarnya dan bagaimana Tuhan itu bisa ada. Tetapi sebenarnya melampaui batas kemampuan terhadap manusia. Allah menunjukkan keberadaannya melalui ciptaan-Nya dan kasih sayang-Nya bagi setiap makhluk hidup yang berada didunia.

  • Percaya pada Rububia Allah berarti percaya atau beriman bahwa tidak ada yang memerintah, menciptakan, atau mengatur terhadap alam semesta kecuali hanya Allah SWT.
  • Seorang Muslim mungkin tidak percaya dengan adanya sebuah kekuatan selain yang dimiliki dengan Allah SWT. Hanya Allah yang memerintah dan menciptakan alam semesta.
  • Muslim percaya bahwa Tuhan hanyalah satu, yakni Allah SWT. Tidak ada Tuhan selain Allah yang dapat memerintah di dunia ini. Berbeda dari beberapa agama atau kepercayaan lain yang meyakini bahwa terdapat banyak dewa atau Tuhan.
  • Percaya pada perbuatan Allah berarti percaya bahwa tidak ada penyembah lain yang berhak disembah seperti Allah SWT. Seorang Muslim dilarang sebagai menyembah apa pun selain Allah SWT. Masih sering dapat melihat orang yang suka menyembah benda atau bahkan kuburan tokoh-tokoh tertentu. Hal ini dilarang keras dalam Islam dan mengarah pada pertanyaan tentang iman.
  • Keyakinan pada sifat-sifat dan nama Allah serta Asmaul Husna, yakni yakin dan percaya adanya Allah yang terkandung dalam Asmaul Husnah atau Nama Allah. Terdapat 99 nama Allah yang perlu harus dipelajari seorang Muslim sebagai memahami adanya sifat-sifat Allah. Sifat-sifat Tuhan meliputi Ar Rahman (Maha Pengasih), As Salaam (Maha Memberi Keamanan), Al Quddus (Maha Suci), Ar Rahim (Maha Penyayang), dan Al Malik (Maha Merajai).

2. Iman kepada Malaikat Allah

Dalam sebuah rukun iman merupakan iman kepada malaikat Allah. Malaikat yang dapat didasarkan dalam bahasa ialah dalam kata Arab yang berasal dari kata “Malak” yakni kekuatan. Dalam ajaran Islam, malaikat telah diciptakan oleh Tuhan dari cahaya.

Iman-Kepada-Malaikat

Kebijaksanaan mempercayai malaikat berarti percaya akan keberadaan malaikat, meskipun kita tidak ada yang bisa melihat-Nya. Malaikat-malaikat ini telah mengatur tugas masing-masing dari Allah SWT. Malaikat-malaikat tersebut diantaranya ialah:

1. Jibril

Jibril adalah pemimpin para malaikat yang memiliki tugas yakni sebagai menyampaikan wahyu. Malaikat Jibril menjadi salah satu dari tiga malaikat yang memiliki nama dan dapat disebutkan di dalam Al-Qur’an.

2. Mikail

Mikail adalah malaikat yang tugasnya berbagi makanan untuk semua makhluk hidup. Malaikat Mikail juga memiliki tugas untuk mengatur arah matahari, hujan, bintang-bintang dan bulan, air, dan kilat. Malaikat Mikail telah diciptakan oleh Allah setelah menciptakan malaikat Israfil.

3. Israfil

Israfil adalah malaikat yang memiliki tugas yakni meniup sangkakala, yang merupakan tanda dari jam terakhir atau tan da-tanda kiamat besar. Malaikat Israfil adalah malaikat yang pertama kali diciptakan dengan Allah dan kemudian akan dibangkitkan lagi ketika pada Hari Pengadilan.

Mempunyai tugas yakni untuk meniup sangkakala, ia selalu memegang sangkakala di bibirnya dan menunggu perintah Allah untuk meniupnya pada Hari Pengadilan atau hari kiamat.

4. Munkar dan Nakir

Malaikat Munkar dan Nakir adalah dua malaikat yang tugasnya ialah untuk menguji iman orang yang meninggal di Barzah. Dalam suatu ajaran Islam, orang yang telah meninggal akan pergi ke alam barzah atau ke alam kubur.

Di makam, para malaikat Munkar dan Nakir akan mengajukan serangkaian pertanyaan, yakni “Siapa Tuhanmu?, Siapa Nabimu?, Apa Agamamu?” makamnya sampai hari penghakiman.

5. Izrail

Malaikat Izrail adalah malaikat yang misinya ialah sebagai mengambil kehidupan. Jika dia memiliki tanggung jawab untuk mengambil nyawanya di dunia, ia akan datang bersama dengan dua malaikat lain, yakni Malaikat Azab dan Malaikat Rahmat. Seorang mukmin yang telah meninggal akan dikunjungi dengan seorang malaikat yang baik, yang tahu bagaimana matahari.

6. Ridwan

Malaikat Ridwan adalah malaikat yang menjaga langit atau pintu surga. Terdapat beberapa hadis yang telah menjelaskan bahwa Malaikat Ridwan, tetapi menurut ulama, ialah hadits yang lemah, sehingga tidak bisa dijadikan sebagai dasar.

7. Malik

Malaikat Malik adalah malaikat yang menjaga gerbang neraka. Dikatakan bahwa malaikat Malik yang mempunyai sejumlah kaki dan tangan yang sama dengan jumlah yang ahli neraka. Malaikat Malik dapat dikatakan mempunyai wajah yang menakutkan, sehingga api di neraka bahkan takut pada Malaikat Malik.

8. Zabaniah

Malaikat Zabaniah adalah nama-nama malaikat yang memiliki tugas menyiksa orang di neraka. Siksaan neraka bagi perempuan atau siksaan neraka bagi pezina. Malaikat Zabaniah dipimpin oleh Malik Malik. Dikatakan bahwa Tuhan tidak mengasihani mereka karena itu adalah tugas mereka untuk menyiksa orang di neraka.

9. Harut dan Marut

Malaikat Harut dan Marut adalah malaikat yang ditugaskan Allah sebagai ke dalam negeri Babilonia. Terdapat beberapa malaikat lain dalam Islam yang memiliki tanggung jawab berbeda. Orang-orang Muslim harus belajar dan percaya kepada para malaikat Tuhan.

3. Iman kepada Kitab – Kitab Allah

Iman-kepada-Kitab-Kitab-Allah

Allah mengirim atau telah menurunkan sebuah kata-kata kepada para nabi, yang kemudian telah dikumpulkan di dalam buku-buku. Umat ​​Islam harus memercayai fungsi Iman Kepada Kitab Allah. Kitab Suci bagi umat Muslim yakni Alquran, tetapi terdapat kitab-kitab lain yang termasuk kitab-kitab Allah. Kitab-kitab Allah meliputi:

1. Taurat

Taurat adalah kitab suci yang diungkapkan dengan Nabi Musa. Isi dalam kitab Taurat ialah adanya firman-firman Tuhan untuk bangsa Israel Taurat dibangun pada sekitar abad ke-12 sebelum MH. Di dalamnya ada kisah nabi Musa sebelumnya dan sekumpulan hukum.

2. Zabur

Zabur adalah sebuah buku suci atau kitab suci yang dibawa oleh Daud. Isi dari Mazmur bukanlah Syariah, tetapi Mazmur atau nyanyian pujian kepada Allah SWT. Nabi Daud sendiri melanjutkan syariah yang disampaikan oleh Musa. Buku Zabur dalam bahasa Qibti diturunkan sekitar abad ke-10 SM.

3. Injil

Injil adalah buku suci yang diwahyukan kepada Nabi Isa. Kata Injil berasal dari bahasa Yunani dan berarti kabar baik. Injil tidak mempunyai diskusi sistematis tentang topik-topik tertentu. Injil ini berisi Firman Tuhan dan kisah Yesus yang ditulis secara turun-temurun setelah Nabi Isa.

4. Al-Quran

Al-Quran adalah kumpulan kata-kata Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Tujuan Al-Qur’an bagi umat manusia adalah untuk memberikan pedoman hidup kepada semua Muslim. Bahasa dalam Alquran adalah bahasa Arab dalam bentuk prosa berirama, seperti epos dan simfoni, puisi, yang terintegrasi dengan indah.

4. Iman kepada para Rasul Allah

Iman-kepada-para-Rasul-Allah

Para rasul adalah utusan Allah yang telah menerima wahyu dan diperintahkan sebagai mengamalkan dan menyampaikan. Semua rasul harus menjadi seorang nabi, sementara seorang nabi tidak harus seorang rasul. Karena Nabi tidak diperintahkan untuk menyampaikan wahyu yang ia terima kepada orang-orang.

5. Iman kepada Hari Akhir

Iman-kepada-Hari-Akhir

Hari Terakhir atau Hari Penghakiman adalah tanda akhir zaman, hari dunia dihancurkan dan orang mati akan dibangkitkan. Seorang Muslim harus percaya bahwa akan adanya hari penghakiman dan bahwa orang-orang akan dibangkitkan kembali.

6. Iman kepada Qada dan Qadar

Muslim harus percaya pada Qada dan Qadar. Qada dan Qadar adalah nasib baik dan buruk yang telah ditentukan oleh Tuhan. Jika percaya pada Qada dan Qadar, yakni harus yakin bahwa ada ketentuan Allah SWT yang dapat berlaku sebagai semua makhluk-Nya.

Iman-kepada-Qada-dan-Qadar

Nasib itu sendiri ialah sebuah takdir yang terjadi dengan alam semesta, yang berarti bahwa segala sesuatu yang terjadi harus ada sendiri. takdir sendiri memiliki dua macam, takdir mubram dan takdir mua’llaq.

  • Takdir Mubram
    Takdir Mubram adalah sebuah takdir yang telah terjadi dan tidak bisa dinegosiasikan. Seperti halnya setiap orang mempunyai sebuah bentuk fisik yang berbeda, ada yang memiliki bentuk mata sipit dan mata besar.
  • Takdir Mua’llaq
    Takdir Mua’llaq adalah sebuah takdir yang terkait dengan upaya atau upaya rakyat. Misalnya saja seorang anak yang ingin menjadi dokter. Dia rajin belajar untuk mencapai tujuan tersebut. Ketika dia dewasa, dia akhirnya bisa menjadi dokter sesuai keinginannya.

Dalam umat muslim, harus mengerti dan paham apa itu rukun iman dan maknanya beserta penjelasan nya. Dalam rukun ini, terdapat 6 untuk dapat dipercaya.

Baca juga :