Rukun Khutbah Jumat Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

2 min read

Rukun Khutbah Jumat

Rukun Khutbah Jumat Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya – Melaksanakan sholat Jumat bagi tiap laki – laki merupakan suatu kewajiban. Karena sholat Jumat merupakan pengganti sholat dzuhur. Dalam sholat Jumat terdapat khutbah Jumat yang wajib diikuti.

Dalam khutbah Jumat juga tidak sembarang saja, terdapat rukun – rukun yang harus dilaksanakan agar khutbah kita sesuai.

Bagi seorang khatib mengetahui apa saja rukun dari khutbah Jumat merupakan suatu keharusan. Tetapi bagi Anda yang hanya jamaah biasa juga perlu untuk tahu apa saja rukun dari khutbah Jumat ini.

Ya, berikut ini akan dijelaskan mengenai apa saja rukun dari khutbah Jumat. Simak terus ya.

Sholat Jumat

Rukun merupakan suatu hal yang harus dipenuhi secara tertib atau beruturan. Sedangkan khutbah merupakan ceramah yang dilakukan dengan syarat dan rukun yang dilakukan di hadapan sejumlah jamaah yang hadir. Khutbah berisikan tentang nasihat atau ilmu atau peringatan yang berkaitan dengan ajaran agama Islam. Oleh karena itu, rukun khutbah merupakan suatu hal yang harus dilaksanakan dalam khutbah.

Adapun rukun khutbah Jumat yaitu sebagai berikut:

a. Membaca pujian pada Allah SWT. dalam dua khutbah.
b. Membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW. di kedua khutbah.
c. Berwasiat dengan ketakwaan di kedua khutbah.
d. Membaca ayat suci Al Quran pada salah satu di antara dua khutbah.
e. Berdoa untuk kebaikan umat Islam pada khutbah yang kedua.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan penjabaran dari rukun khutbah Jumat:

a. Membaca pujian kepada Allah SWT. dalam dua khutbah

Pujian kepada Allah SWT. yaitu dengan bacaan hamdalah yaitu “Alhamdulillah”. Pada khutbah pertama dan kedua membaca bacaan hamdalah atau dengan bentuk ucapan apa pun yang mengandung pujian kepada Allah SWT.

Berikut ini merupakan penulisan dari bacaan Alhamdulillah berdasarkan bacaan Arab, Latin, dan terjemahan:

اَلْحَمْدُلِلَّهِ

Alhamdulillah.

Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

Untuk lafadz lebih lengkapnya yaitu:

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْ

Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

b. Membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW. di kedua khutbah

Rukun yang selanjutnya yaitu membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW., pada khutbah pertama dan kedua.

Allah SWT. memerintahkan umat Islam untuk bersholawat atas Nabi dalam ayat Al Quran yaitu:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat – malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang – orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab ayat 56)

Sholat yang dapat dibaca ketika melaksanakan khutbah Jumat misalnya yaitu membaca sholawat berikut ini:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahuma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa ali sayyidanaa Muhammad.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu atas Muhammad dan atas keluarganya.”

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim dikatakan bahwa:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى لَيْلَى قَالَ لَقِبَنِي كَعْبُ بْنُ عُجْرَةَ فَقَالَ أَلاَ أُهْدِى لَكَ هَدِيَّةً سَمِعْتُهَا مِنَ النَّبِيِّ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ بَلَى فَأَهْدِهَا لِى فَقَالَ سَأَلْنَا رَسُوْلَ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ الصَّلاَةُ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْبَيْتِ فَإِنَّ اللهَ قَدْ عَلَّمَنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكُمْ قَالَ قُوْلُوْا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ اِبْرَاهِيمَ اِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيمَ اِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Artinya: “Dari ‘Abdurrahman bin Abi Laila, ia berkata: “Aku bertemu dengan Ka’ab bin ‘Ujrah, ia berkata: “Maukah Engkau aku berikan hadiah yang aku dengar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Aku berkata: “Baiklah, berikanlah kepadaku.” Maka ia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Ya Rasulullah, bagaimana bacaan shalawat atasmu Ahlul Bait?” Maka sesungguhnya Allah telah mengajarkan kepada kami bagaimana mengucapkan salam atasmu. Beliau berkata: “Katakanlah:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ اِبْرَاهِيمَ اِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيمَ اِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa ali muhammad kamaa shallaita ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa ali ibraahiim innaka hamiisun majiid. Allahumma baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aki muhammad kamaa barakta ‘alaa ibraahiim innaka hamiidun majiid.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu atas Muhammad dan atas keluarganya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat atas Ibrahim dan atas keluarganya. Sungguh Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah limpahkanlah berkah-Mu atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad sebagaimana yang telah Engkau limpahkan atas Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.”” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

c. Berwasiat dengan ketakwaan di kedua khutbah

Berwasiat dengan memberikan nasihat, ilmu, atau peringatan yang disampaikan mengenai ajaran tentang akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah yang bersumber dari Allah SWT. dalam dua khutbah. Wasiat yang berisi tentang melaksanakan yang Allah SWT. perintahkan dan menjauhi yang Allah SWT. larang.

d. Membaca ayat suci Al Quran pada salah satu di antara dua khutbah

Membaca salah satu ayat suci Al Quran lebih baik dilakukan pada khutbah yang pertama.

e. Berdoa untuk kebaikan umat Islam pada khutbah yang kedua

Pada khutbah yang kedua khatib harus membacakan doa untuk memohon ampunan atau maghfirah dan meminta kepada Allah SWT. kebaikan untuk umat Islam. Khatib dapat berdoa dengan doa yang berhubungan dengan akhirat.

Misalnya dapat dengan membaca doa berikut ini:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Rabbanagfir lanaa wa li ikhwaaninaal ladziina sabaquunaa bil iimaani wa laa taj’al fi quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu rabbanaa innaka ra uufur rahiim.

Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara – saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang – orang yang beriman, Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

Baca Juga:

Demikianlah penjelasan mengenai rukun khutbah Jumat. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Anda sekalian ya, serta dapat lebih khusyuk ketika melaksanakan sholat Jumat. Terima kasih.