Rukun Nikah dan Syarat Sahnya dalam Islam beserta Hadist-Hadistnya

5 min read

Rukun Nikah

Rukun Nikah – Pernikahan termasuk sejenis ibadah yang dalam Alquran memicu percikan sebagai penyatuan dua orang antara laki-laki dan perempuan dengan janji suci. Karena pernikahan bukanlah hal yang mudah, kamu akan menjalani hidup baru bersamanya hingga mati.

Dalam pernikahan terdapat rukun dan syarat hukum untuk menikah, hal-hal tersebut adalah suatu keharusan. Jika tidak ada, pernikahan dianggap salah di mata agama. Bagi Anda yang berencana membangun peti mati keluarga bersama pasangan, berikut merupakan pilar dan syarat hukum pernikahan.

Pernikahan bukan hanya soal percampuran keduanya, tapi ada syarat-syarat di mana pernikahan itu sah menurut agama. Bagi orang yang ingin menikah, dia sangat perlu nonton lengkap pernikahan yang sah dan harmonis di bawah ini.

Hukum pernikahan merupakan sunnah karena Nabi sangat menganjurkan pernikahan. Berikut ialah hadis nabi:

Hadis-Nabi

Artinya:
“Wahai para pemuda, jika kalian telah mampu, maka menikahlah. Sungguh menikah itu lebih menenteramkan mata dan kelamin. Bagi yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa bisa menjadi tameng baginya.”

Nikah

Nikah atau Pernikahan merupakan berkumpul dan bersatu. Dengan kata lain, bisa berarti Ijab Qobul (akad nikah), yang mensyaratkan hubungan antara sepasang manusia, diucapkan dengan kata-kata yang harus dilanjutkan dalam nikah sesuai aturan yang disyaratkan oleh Islam.

Rukun-Nikah-dan-Syarat-Sahnya

Kata zawaj yang telah digunakan terhadap sebuah Alquran yang artinya pasangan yang dipakai disebut juga bebrayan, Allah SWT yakni telah menjadikan orang dengan pasangan yang melegalkan pernikahan dan melarang perzinahan.

Pernikahan adalah salah satu hal dan impian terpenting bagi setiap orang. Ajaran Islam, tempat ibadah sebagai salah satu usulannya. Karena pernikahan tersebut, mereka akan memulai sebuah rumah tangga dan memulai sebuah keluarga Vegas, Mawaddah dan Wa Rahman.

Jaga hubungan Anda tetap dekat dengan keluarga dan miliki anak. Selain itu, juga mencegah perzinahan. Perzinahan adalah haram dalam Islam. Kemudian dia menceritakan rumah-rumah untuk orang yang bisa dan tidak bisa dengan cepat. Bebrayan juga terorganisir dengan baik dalam Islam. Dimana ada dasar hukumnya.

Rukun Nikah dalam Islam

Terdapat berbagai jenis rukun nikah menurut islam, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Ada Mempelai Laki-Laki

Pernikahan dimulai dengan berakhirnya akad nikah antara kedua belah pihak. Karena itu, dalam hal ini, harus ada pengantin pria. Akad nikah tidak boleh diwakili oleh orang tua atau wali yang sudah menikah. Artinya, pengantin laki-laki yang berbicara.

Memang, pernikahan dimulai dengan kesimpulan dari perjanjian pranikah. Bagaimana jika pengantin pria tidak ada? Kontrak juga tidak dapat diwakili, karena ini juga merupakan proses selama kontrak di mana tanggung jawab wali pengantin wanita dilimpahkan kepada pengantin pria.

2. Ada Mempelai Perempuan

Menurut hukum Islam, pilar kedua pernikahan adalah mempelai wanita. Karena tanpa mempelai wanita, akad nikah tidak terpenuhi. Dalam hukum Islam, hal ini juga menggarisbawahi keabsahan perkawinan bila ada pengantin yang menikah secara sah. Tidak ada pria yang akan mengambil wanita yang tidak berhak menikah.

3. Ada Wali Nikah dan Saksi

Dibutuhkan dua orang saksi perkawinan pria yang memiliki enam syarat, yaitu Islam, pubertas, akal, kebebasan, kemanusiaan, dan keadilan. Dua orang saksi bisa diwakili oleh keluarga, tetangga, atau siapapun yang bisa dipercaya sebagai saksi. Jika tidak ada saksi, pernikahan itu ilegal menurut hukum dan agama.

Ingatlah bahwa perjanjian pranikah tidak sah tanpa wali dan dua orang saksi. Wali dan dua orang saksi harus memenuhi 6 (enam) syarat sebagai berikut:

  • Islam
  • Pubertas (dewasa)
  • Memiliki akal
  • Bukan hamba budak (merdeka)
  • Laki-laki

Sementara itu pesan untuk wali nikah, yakni:

  • Ayah
  • Saudara laki-laki kandung
  • Kakek (ayah dari ayah)
  • Saudara laki-laki seayah
  • Anak dari saudara laki-laki seayah (keponakan)
  • Anak dari saudara laki-laki kandung (keponakan)
  • Anak dari paman (sepupu)
  • Paman (saudara ayah)

4. Ijab dan Qabul

Ijin dan qabul yakni telah dimaknai sebagai janji suci kepada Allah SWT di hadapan pihak yang berwajib, wali hukum dan saksi. Jika kalimat “Saya menerima nikah”, maka kedua mempelai menikah secara resmi pada waktu yang bersamaan. Dalam pernikahan damai ini, segala sesuatu harus diwujudkan dan tidak pernah dibicarakan lagi.

Akad nikah dianggap sah jika akad tersebut diterima sebagai janji suci kepada Allah SWT di hadapan pangeran, wali, dan saksi. Akad nikah Islami berkaitan dengan orang tua atau wali mempelai wanita untuk menikahkan putrinya dengan calon mempelai pria. Pilihan bahasa untuk menyatakan persetujuan Qabul ditentukan oleh mempelai laki-laki.

Di beberapa adat Indonesia, penggunaan bahasa Arab lebih penting daripada bahasa Indonesia. Pilihan bahasa tidak berpengaruh pada validitas persetujuan yang diberikan dalam kontrak pernikahan. Dalam bahasa Indonesia, hak untuk menyetujui adopsi dalam akad nikah kurang lebih sebagai berikut:

“Saya nikahkan engkau, (nama calon mempelai pria) bin (nama ayah calon mempelai pria) dengan ananda (nama calon mempelai wanita) binti (nama ayah calon mempelai wanita), dengan mas kawin (sebutkan jumlah mas kawin) dibayar tunai”.

Pernyataan wali nikah di atas harus dijawab (dilanjutkan) dengan mempelai laki-laki tanpa henti dan mengatakan:

“Saya terima nikahnya (nama calon mempelai wanita) binti (nama ayah calon mempelai wanita) dengan mas kawin tersebut dibayar tunai”.

Setelah mempelai pria melafalkan Qabul, saksi memeriksa bahwa pernyataan persetujuan dan penerimaan tidak disertai dengan klaim lebih lanjut. Ketika para saksi mempertimbangkan ijin dan ijin tinggal, akan ditentukan apakah akad nikah tersebut sah.

Syarat Sah Menikah dalam Islam

Selain rukun pernikahan, Islam juga memiliki syarat hukum pernikahan yang harus diikuti oleh kedua mempelai. Bagi mempelai pria, persyaratan hukum untuk menikah antara lain:

  • Muslim.
  • Tidak ada mahram laki-laki (sedarah atau saudara kandung) untuk pengantin wanita.
  • Pengantin pria harus mengetahui asal wanita yang akan dinikahi untuk menentukan wali sah pernikahan tersebut.
  • Jangan haji atau umrah.
  • Pernikahan berakhir tanpa memaksa siapa pun. Itu harus didasarkan pada keinginan pengantin wanita untuk hidup bersama.
  • Mempelai pria tidak diperbolehkan memiliki empat istri pada saat menikah.

Syarat calon pengantin wanita dalam Islam adalah:

  • Muslim.
  • Pengantin wanita bukan mahram (sedarah atau saudara) dari pengantin pria.
  • wanita yang belum menikahkan suaminya dengan orang lain
  • Tidak sedang melakukan umrah dan haji.
  • Pengantin wanita tidak hadir pada saat Idda (waktu tunggu tertentu setelah kematian atau perceraian suaminya).

Hadis tentang Menikah

Bagi yang muda dan muda muslim serta yang masih sama hendaknya segera menikah. Karena dia adalah sunnah nabimu. Nabi Muhammad SAW telah bersabda:

HR.-Ibnu-Majah

Artinya:
“Menikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat) (HR. Ibnu Majah no. 1846, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 2383).

Selain itu, Anda mendapatkan sejumlah manfaat luar biasa dengan rumah, yakni:

Pertama, Bebrayan adalah ibadah itu sendiri karena diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk menikah dengan mengatakan:

QS.-An-Nur

Artinya:
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui (QS. An Nur: 32).

Pada ayat di atas, penggunaan kata وَأَنْكِحُوا (rumah) adalah fi’il amr (kata perintah) seperti yang dikutip oleh wanita Muslim.

Nabi Muhammad SAW juga memerintahkan kita untuk menikah, katanya,

HR.-Bukhari-No-5056

Artinya:
“Wahai para pemuda, barangsiapa yang sudah sanggup menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu obat pengekang nafsunya” (HR. Bukhari no. 5056, Muslim no. 1400).

Dalam hadits di atas fi’il amr فَلْيَتَزَوَّجْ (rumah) juga digunakan.
Kedua, dalam banyak kebaktian dan fitur lain yang hanya bisa terjadi ketika orang harus menikah.

Bermain dengan istri Anda benar-benar bermanfaat. Nabi Muhammad SAW yakni telah bersabda:

Ar-Ramyi

Artinya:
“Main-main (yang bermanfaat) itu ada tiga: engkau menjinakkan kudamu, engkau menembak panahmu, engkau bermain-main dengan istrimu (HR. Ishaq bin Ibrahim Al Qurrab dalam Fadhail Ar Ramyi no.13 dari sahabat Abud Darda, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami 5498 )

Orang tua suami Anda harus memberi sedekah kepada istrinya. Nabi Muhammad SAW telah bersabda:

HR.-Bukhari-no-5351

Artinya:
“Jika seorang Muslim memberi nafkah kepada keluarganya, dan ia berharap pahala dari itu, maka nafkah tersebut bernilai sedekah” (HR. Bukhari no. 5351)

Mencetak anak yang akan menjadi generasi penerus pengukuh agama Islam. Karena itu Rasullullah SAW bersabda:

HR.-An-NasaI

Artinya:
“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku” (HR. An Nasa’I, Abu Dawud. Dihasankan oleh Al Albani dalam Misykatul Mashabih).

Persahabatan dan hubungan dekat dengan pasangan Anda bermanfaat dan harus nirlaba. Nabi Muhammad SAW yakni telah bersabda:

HR.-Muslim-no-1006

Artinya:
“Hubungan intim antara kalian adalah sedekah”. Para sahabat lantas ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu malah mendapatkan pahala?’ Beliau menjawab, ‘Bukankah jika kalian bersetubuh pada wanita yang haram, kalian mendapatkan dosa? Maka demikian pula jika kalian bersetubuh dengan wanita yang halal, kalian akan mendapatkan pahala” (HR. Muslim no. 1006).

Wanita adalah penopang pria agar lebih saleh dan bersama-sama mencari surga. Karena jika Anda ingin menjadi orang baik, Anda membutuhkan teman yang dapat memberdayakan Anda. Sangat sulit untuk sendirian. Kemudian Allah Ta’ala berkata:

QS-Hud-112

Artinya:
“Maka tetap istiqamah-lah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) diperintahkan kepada orang yang bertaubat bersamamu ” (QS. Hud: 112)

Jadi carilah wanita yang shalih agar bisa menguatkan kita untuk Istiqamah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

HR-Tirmidzi

Artinya:
“Keadaan agama seseorang dilihat dari keadaan agama teman dekatnya. Maka hendaklah kalian lihat siapa teman dekatnya” (HR. Tirmidzi, ia berkata: ‘hasan gharib’).

Nabi Muhammad SAW yakni telah bersabda:

HR-Ath-Thabrani

Artinya:
“Barangsiapa menikah, ia telah menyempurnakan setengah agamanya. maka hendaknya ia bertaqwa kepada Allah untuk setengah sisanya” (HR. Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Ausath [1/1/162], dihasankan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Ash-Shahihah [199-202]).

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Rukun Nikah. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.